Page 166 - Perdana Menteri RI Final
P. 166

negara BFO menaruh simpati kepada Republik     •  Menteri Kesehatan                                                    KMB diadakan pada tanggal 23 Agustus           Belanda sebesar 4,3 milyar gulden – sebagian
                           setelah  penolakan Republik untuk mengakui        dr. Soerono                                                          sampai 2 November di Den Haag, Belanda.        besarnya adalah biaya perang Belanda pada
                           kekalahan setelah serangan militer Belanda     •  Menteri Perburuhan & Sosial                                          Utusan dari RI adalah Moh. Hatta, dari         masa Revolusi. Hatta sadar bahwa masalah

                           kedua. Dalam konferensi Hatta mengingatkan        Koesnan                                                              PMF adalah Sultan Hamid, dan dari Belanda      utang ini akan menimbulkan kritik terhadap
                           Sumpah Pemuda dalam konferensi mereka                                                                                  adalah Van Maarseveen, Menteri Wilayah         kepemimpinannya dalam KMB. Namun,
                                                                          •  Menteri Kehakiman
                           yang bersejarah di bulan Oktober 1928: “satu                                                                           Seberang   Lautan.   Konferensi   dipimpin     ia membela  usaha delegasinya  dengan
                                                                             Mr. Soesanto Tirtoprodjo
                           bangsa, satu tanah ait, dan satu bahasa”. Dalam                                                                        oleh Perdana Menteri Dress dari Belanda        mengatakan bahwa “secara historis atau
                                                                          •  Menteri P dan K
                           Konferensi Inter-Indonesia kemudian muncul                                                                             yang  didampingi  oleh  Komisi  Tiga  Negara.   internasional, apa yang dicapai merupakan
                                                                             S. Mangoensarkoro
                           keputusan bahwa:                                                                                                       Permasalahan pokok dalam konferensi adalah     hasil terbaik yang dapat diperoleh pada saat
                                                                          •  Menteri Kemakmuran dan Urusan Makanan
                                                                                                                                                  penyerahan kedaulatan kepada Indonesia.        ini”.  Meskipun ada ketidakpuasan dijumpai
                                                                                                                                                                                                     258
                           1.  Negara Indonesia Serikat menjadi Republik     I. J. Kasimo
                                                                                                                                                  Diskusi   seputar  pengembalian    wilayah     dari kalangan masyarakat Indonesia, kontribusi
                             Indonesia Serikat.
                                                                          •  Menteri Agama                                                        berlangsung dengan intensif tawar menawar      Hatta dalam KMB diakui merupakan salah
                           2.  Bendera merah putih disahkan.                 K.H. Masjkur                                                         antara Belanda dan Republik. Hanya wilayah     satu jerih payah monumentalnya sepanjang
                           3.  Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan   •  Menteri-Menteri Negara:                                             Papua yang statusnya masih ditangguhkan        hidupnya. Sulit untuk dipercayai  bahwa
                             disahkan.                                       1. dr. Leimena                                                       dan akan dibicarakan kembali statusnya         satu tahun sebelumnya Indonesia berada
                                                                             2. Ir. Djuanda                                                       di masa mendatang. Belanda tahu bahwa          dalam titik kritis akibat penghancuran yang
                           4.  Lagu “Indonesia Raya” disahkan.
                                                                             3. dr. Sukiman                                                       Sukarno menginginkan Hatta supaya Papua
                                                                                                                                                                                                 dilakukan oleh Belanda. Satu tahun setelahnya
                           5.  17 Agustus diakui sebagai hari nasional. 256                                                                       kembali ke tangan Indonesia. Namun, Hatta
                                                                          Dalam persiapannya menuju ke KMB, Hatta                                                                                kemenangan berhasil diperoleh oleh Republik
                                                                                                                                                  dengan kalkulasi tinggi berpikir bahwa
                           Pada tanggal 4 Agustus Hatta selesai           meminta Sjahrir untuk membantu sebagai                                                                                 yang memutus perang yang ditakutkan
                                                                                                                                                  penundaan untuk membicarakan status Papua
                           merampungkan susunan kabinetnya yang baru.     penasihat delegasi. Namun, Sjahrir lagi-lagi                                                                           berkepanjangan dan memakam banyak korban
                                                                                                                                                  lebih baik dilakukan daripada menghabiskan
                           Kabinet  tesebut  berisi  tokoh-tokoh,  sebagai   menolak dengan alasan Indonesia terlalu                                                                             manusia. Pada tanggal 27 Desember, hasil kerja
                                                                                                                                                  waktu konferensi untuk  membahas satu isu
                           berikut:                                       menggantungkan     posisinya   kepada   AS                                                                             monumental Hatta dan delegasi Indonesia
                                                                                                                                                  yang deadlock.  Lagipula,  ia yakin bahwa
                                                                          yang terlalu dominan dan ia kurang percaya                                                                             adalah penyerahan kedaulatan tanggal 27
                           •  Perdana Menteri                                                                                                     merebut kembali Papua lebih mudah dan
                                                                          bahwa kembalinya pemerintahan Republik ke                                                                              Desember 1949 dari Ratu Juliana kepada
                             Moh. Hatta
                                                                                                                                                  realistis  setelah  Belanda   mengalihkan
                                                                          Yogyakarta atas desakan PBB. Di samping                                                                                Hatta sendiri di Den Haag. Dalam upacara
                                                                                                                                                                                  257
                           •  Menteri Luar Negeri                                                                                                 kedaulatan  kepada  Indonesia.   Dalam
                                                                          itu, Sjahrir yakin bahwa Belanda masih belum                                                                           tersebut dikumandangan lagu kebangsaan
                             Haji Agus Salim                                                                                                      masalah politik, pelembagaan Uni Indonesia-
                                                                          siap mengadakan perundingan dengan serius.                                                                             Belanda,  Wilhemus,  dan  diikuti  oleh  lagu
                           •  Menko Dalam Negeri                                                                                                  Belanda kemudian disepakati dengan ratu
                                                                          Akhirnya, Hatta berangkat  tanpa Sjahrir.                                                                              kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Ratu
                             Mr. Wongsonegoro                                                                                                     Belanda sebagai kepalanya. Dalam pidato
                                                                          Sebagai perdana menteri, Hatta memimpin                                                                                Juliana membacakan akta penegasan yang
                                                                                                                                                  penutupannya, Hatta mengatakan bahwa
                           •  Menteri Pertahanan                          delegasi Indonesia ke KMB di Den Haag                                                                                  berbunyi:
                                                                                                                                                  uni yang baru berbeda dengan kebijakan
                             Sultan Hamengku Buwono
                                                                          dengan Moh. Roem sebagai wakilnya. Dalam
                                                                                                                                                  persekutuan di masa lalu: Indonesia tidak lagi   “Kita tak lagi berdiri terpisah untuk saling
                           •  Menteri Keuangan                            perjalanan ke Belanda, Hatta menyempatkan
                                                                                                                                                  menjadi “adik”, namun memiliki persamaan
                             Mr. Lukman Hakim                                                                                                                                                    bermusuhan. Kita sekarang mengambil
                                                                          sejenak untuk singgah bertemu dengan
                                                                                                                                                  dan hak yang sama dalam persekutuan            kedudukan yang sejajar, betapapun
                           •  Menteri Penerangan                          Nehru, menerima beberapa sarannya. Hatta
                                                                                                                                                  tersebut.
                             Mr. Syamduddin                               menyampaikan rasa terima kasihnya atas                                                                                 mungkin kita sakit dan terluka, dengan
                           •  Menteri Pekerjaan Umum                      dukungan Nehru dan India kepada kedaulatan                              Yang    memberatkan     Indonesia    adalah    meninggalkan goresan dendam dan
                                                                                                                                                                                                              259
                             Ir. Laoh                                     penuh Republik.                                                         keputusan untuk menerima utang warisan dari    penyesalan”.



                           154   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  155
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171