Page 169 - Perdana Menteri RI Final
P. 169

MEMULUSKAN TRANSISI DARI RIS KE RI  •  Menteri Pertahanan
 Sultan Hamengku Buwono IX
 KEMBALI KE NEGARA KESATUAN
 •  Menteri Dalam Negeri
 Pada tanggal 15 Desember 1949, Hatta membawa   Anak Agung Gde Agung
 hasil dari keputusan KMB kepada sidang   •  Menteri Keuangan
 lengkap KNIP. Hasilnya adalah 226 suara setuju   Mr. Sjafruddin Prawiranegara
 dengan hasil KMB dibandingkan hanya 62   •  Menteri Perekonomian

 yang menolak. Yang paling menyolok sekaligus   Ir. Djuanda
 menyakitkan Hatta ialah hampir seluruh fraksi
 •  Menteri Perhubungan dan Pekerjaan Umum
 PSI menolak hasil KMB. Hatta mengungkapkan
 Ir. Laoh
 kekecewan tersebut dalam memoarnya: “banyak
 •  Menteri Kehakiman
 orang berpendapat PSI menolak karena bukan
 Prof. Soepomo
                                                                                             PM Mohammad Hatta memberikan kata sambutan
 Sjahrir yang melaksanakan KMB dengan
 •  Menteri P dan K                                                                          pada upacara peringatan Hari Polisi Negara di
 sukses”. Des Alwi namun kali ini mendukung                                                  Yogyakarta tahun 1948.
 dr. Abu Hanifah
 Hatta,  dengan  mengungkapkan  bahwa
                                                                                             Arsip Nasional Republik Indonesia
 •  Menteri Kesehatan
 pandangan Sjahrir  terlalu  idealistis  dan  tidak
 dr. J. Leimena
 luwes. Abu Hanifah dari Masyumi menyatakan
 bahwa mayoritas rakyat berterimakasih terhadap   •  Menteri Perburuhan   Sjafruddin, dan Roem tidak bisa dipinggirkan.   3.  Mengadakan persiapan untuk dasar
 Mr. Wilopo
 Hatta: “Akhirnya masa pertempuran telah   Tokoh-tokoh BFO yang semakin lama   hukum, cara bagaimana rakyat menyatakan
 usai;  semangat  rakyat  menggelora, segar,  dan   •  Menteri Sosial   mendekatkan diri kepada RI juga dimasukkan,   kemauannya menurut asas-asas UUD RIS
 260
 bergembira”.    Mr. Kosasih Purwanegara  salah satunya Anak Agung Gde Agung. Dalam   dan menyelenggarakan pemilihan umum
 •  Menteri Agama   Kabinet RIS yang bersifat sementara ini, Hatta   untuk konstituante.
 Pada tanggal 16 Desember 1949 di Kepatihan
 K.H. Wahid Hasyim  memiliki program, yaitu:
 Yogyakarta dilakukan pemilihan presiden RIS                   4.  Berusaha memperbaiki keadaan ekonomi
 •  Menteri Penerangan
 yang pertama oleh wakil-wakil negara bagian.   1.  Menyelenggarakan pemindahan kekausaan   rakyat, keadaan keuangan, perhubungan,
 A. Mononutu
 Tanpa pertentangan pilihan presiden dijatuhkan   ke tangan bangsa Indonesia di seluruh   perumahan, dan kesehatan untuk jaminan
 •  Menteri Negara:
 kepada Sukarno. Sementara itu, jabatan wakil   Indonesia terjadi dengan seksama;   sosial dan penempatan tenaga kembali ke
 1. Sultan Hamid Algadri
 presiden dihapuskan dalam rancangan UUD 1949.   mengusahakan reorganisasi KNIL dan   dalam masyarakat; mengadakan peraturan
 2. Mr. Moh. Roem
 Kemudian, Hatta dipilih secara aklamasi sebagai   pembentukan angkatan perang RIS   tentang upah minimum, pengawasan
 3. dr. Soeparno
 perdana menteri, namun kali ini memimpin   dan mengembalikan tentara Belanda ke   pemerintah atas kegiatan ekonomi
 Kabinet  ini  berisikan  orang-orang
 kabinet parlementer daripada  presidensiil. Pada   negaranya dalam waktu yang selekas-  rakyat agar kegiatan itu terwujud kepada
 yang  berkompetensi  daripada  sekedar
 tanggal 19 Desember 1949 Kabinet RIS berhasil   lekasnya.        kemakmuran rakyat seluruhnya.
 mempertimbangkan politik praktis semata,
 dibentuk oleh Hatta dan terdiri atas:
 misalnya adalah Sjafruddin, Soepomo, Djuanda,   2.  Menyelenggarakan kententraman umum   5. Menyempurnakan perguruan tinggi sesuai
 •  Perdana Menteri   Laoh, Wilopo, Abu Hanifah, Leimena, dan   supaya dalam waktu yang sesingkat-  dengan keperluan masyarakat Indonesia dan
 Moh. Hatta  Roem. Meskipun demikian, tokoh-tokoh yang   singkatnya terjamin berlakunya hak   membangun pusat kebudayaan nasional;
 •  Menteri Luar Negeri    memiliki wibawa tinggi di mata rakyat, seperti   demokrasi dan terlaksananya dasar-dasar hak   mempergiat pemberantasan buta huruf di
 Moh. Hatta  Hamengku Buwono, Wahid Hasjim, Leimena,   asasi manusia dan kemerdekaannya.  kalangan rakyat.





 156  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  157
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174