Page 160 - Perdana Menteri RI Final
P. 160

menerima jumlah buruh  dan pegawai yang        pasukan, Hatta setuju bahwa politik pertahanan
                           berlebih.                                      bergantung pada tentara dan pertahanan

                                                                          rakyat. Namun, menurut Hatta sebaiknya
                           Rasionalisasi yang paling urgen adalah menyasar
                                                                          sistem pertahanan rakyat tidak menarik orang
                           angkatan perang  Republik. Di  masa Amir
                                                                          dari pekerjaannya yang biasa dan karena itu
                           Sjarifuddin ketika menjadi perdana menteri dan
                                                                          tidak mengurangi usaha produktif di dalam
                           menteri pertahanan, dibentuk tentara rakyat,
                                                                          masyarakat. Hatta juga menolak bahwa sistem
                           semacam serdadu di samping tentara resmi,
                                                                          pertahanan rakyat  disamakan dengan  tentara
                           yang didanai oleh kementerian pertahanan.
                                                                          rakyat-nya Amir yang mendapatkan pendanaan
                           Amir juga mendanai laskar-laskar tertentu, salah
                                                                          dari kementerian pertahanan. Ia yakin bahwa
                           satunya adalah laskar Pesindo (Pemuda Sosialis
                                                                          sistem  pertahanan rakyat  harus  ditopang  oleh
                           Indonesia) yang memiliki basis massa yang                                               241
                                                                          biaya masyarakat dan berpusat dalam tiap desa.
                           kuat. Korps marinir oleh Amir dijadikan divisi
                           penting dari sayap kiri di dalam angkatan perang   Pelaksanaan rasionalisasi dilaksanakan melalui                                                                                                   PM Mohammad Hatta memberikan amanat pada
                                                                                                                                                                                                                               acara Parade Angkatan Perang RI.
                           Republik dengan terdapat sembilan admiral dan   tiga cara: (1) melepaskan mereka yang sukarela
                           hampir seluruhnya berada di bawah kendali      mau meninggalkan tentara, di antaranya ada                                                                                                           Arsip Nasional Republik Indonesia

                           Amir. Belum lagi terdapat 463.000 jumlah       yang ingin kembali kepada pekerjaannya yang
                           angkatan perang yang tidak bisa seluruhnya     lama sebagai guru, sebagai partikelir, dan lain-
                                                                                                                                                  Hatta memahami bahwa satu kesulitan yang       antara Divisi Siliwangi yang dianggap mendapat
                           mendapatkan dana dari negara.                  lain (2) menyerahkan mereka kepada kementerian
                                                                                                                                                  objektif adalah di seluruh dunia ditemukan tidak   perlakuan istimewa dari pemerintah dan tentara
                                                                          pembangunan dan pemuda yang akan menyiapkan
                                                                                                                                                  mudah memindahkan prajurit yang sekian lama    oposisi yang berkiblat kepada Amir Sjarifuddin.
                           Dalam perspektif Hatta, mengurangi jumlah      objek usaha bagi mereka (3) mengembalikan
                                                                                                                                                  bertempur di medan peperangan kembali ke       Di Surakarta, beberapa perwira tidak mau
                           tentara itu tidak bermaksud untuk melemahkan   seratus ribu kembali ke dalam masyarakat desa.
                                                                                                                                                  masyarakat. 243                                menyerahkan jabatan mereka dan merasa bahwa
                           pertahanan  negara  malahan  memperkuatnya.    Rencana rasionalisasi  ini tidak  mudah  untuk
                                                                                                                                                                                                 Divisi Siliwangi mendapatkan status anak
                           Menurut Hatta, “kekuatan tentara tidak         dilaksanakan. 242  Meskipun  Hatta   seorang                            Upaya rasionalisasi Hatta didukung oleh
                                                                                                                                                                                                 emas. Kebijakan rasionalisasi Hatta, meskipun
                           bergantung kepada banyak jumlahnya, malahan    ekonom yang menerapkan prinsip manajemen                                Nasution,  perwira  muda  dari  Sumatera  Utara
                                                                                                                                                                                                 menghadapi  berbagai  hambatan,  dianggap
                           kepada  efektif  susunannya,  baik  morilnya  dan   bisnis pada pemerintahannya, situasi revolusioner                  yang merupakan Panglima Divisi Siliwangi.
                                                             240
                           disiplinnya, cukup perlengkapannya”.  Semua    yang tak menentu merupakan problem yang tidak                           Perwira lainnya yang mendukung kebijakan       tepat oleh Nasution dan Simatupang karena
                                                                                                                                                                                                 menempatkan pertimbangan ekonomi sebagai
                           hal tersebut bisa dicapai apabila mengurangkan   mudah untuk dihadapi meskipun perencanaan                             rasionalisasi Hatta adalah T.B. Simatupang
                                                                                                                                                                                                 dasar perumusan keputusan
                           jumlah angkatan perang kepada susunan yang     yang baik telah dipersiapkan. Secara geopolitik                         yang dikenal dekat dengan Sjahrir. Meskipun
                           rasional sebab angkatan perang yang terlalu besar   Indonesia  menghadapi  kesukaran  karena                           demikian, Jenderal Sudirman dan Urip merasakan
                                                                                                                                                                                                 MENGUPAYAKAN PEMBANGUNAN DI
                           yang tidak terbelanjai oleh negara menimbulkan   blokade Belanda menyebabkan kesulitan proses                          bahwa terdapat situasi kritis di dalam tubuh
                                                                                                                                                                                                 TENGAH KRISIS
                           semangat yang buruk, merusak moril, dan        ekspor dan impor serta kurangnya alat-alat                              angkatan bersenjata. Mereka berpendapat bahwa
                           mengurangkan kekuatan pertempurannya. Hatta    untuk menggarap pekerjaan yang besar. Selain                            pemangkasan  secara  drastis  dalam  situasi  yang   Kebijakan Kabinet Hatta yang keempat adalah
                           berpendapat bahwa “suatu tentara yang kecil dan   itu, problem selanjutnya adalah situasi perang                       tidak tepat harus ditunda meskipun anggaran    masalah pembangunan yang dilakukan negara
                           efektif yang mendapatkan sokongan dana negara   dan revolusi menyebabkan munculnya problem                             dana untuk menjamin keberlangsungan tentara    menghadapi krisis. Meskipun menghadapi
                           dapat memelihara disiplin dan moril yang baik   psikologis: orang masih hidup dalam  psychose                          secara keseluruhan sebetulnya tidak mencukupi.   berbagai kesukaran, terutama kesulitan keuangan,
                           dan dapat pula diperlengkapi sebaik-baiknya    perang dan perasaan terbuang dan tidak dihargai                         Kekecewaan di kalangan militer tampak jelas    pembangunan  mesti  dijalankan  dan  menjadi
                           keadaan”. Serentak dengan mengecilkan angka    jasa-jasanya karena dipindahkan pekerjaannya.                           dalam pertentangan yang terjadi di Surakarta   tanggung jawab pemerintah. Untuk menjalankan





                           148   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  149
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165