Page 159 - Perdana Menteri RI Final
P. 159
dari sayap kiri FDR semakin besar. Secara September Divisi Siliwangi memukul mundur upaya dekolonisasi Indonesia menjadi dukungan RASIONALISASI
paradoksal, meskipun para punggawa FDR pada pendukung FDR dari Surakarta. Mereka diplomatik sesuai dengan strategi global mereka
Program ketiga Kabinet Hatta adalah
adalah pihak-pihak yang bertanggung jawab kemudian pergi ke Madiun, satu-satunya basis menghadapi Perang Dingin. Di wilayah Asia
melakukan rasionalisasi pegawai negeri dan
terhadap penandatanganan perjanjian Renville, kekuatan PKI yang solid di mana mereka ingin Tenggara, pada tahun 1948 terjadi serangkaian
angkatan darat. Kebijakan ini dilakukan atas
namun dalam pelaksanaannya mereka menolak menjalankan program radikal yang dikomandoi pemberontakan komunisme di Birma, Malaya,
dasar perbaikan dalam susunan negara dan
dan mencelanya. Hatta mengatakan hal ini oleh Front Nasional. Pada tanggal 18 September, dan Filipina. Sementara itu, partai komunis
alat negara serta mencapai perimbangan antara
sebagai “perputaran pendirian” yang merupakan para pendukung PKI merebut lokasi-lokasi China menunjukkan kemajuan yang pesat
238
pendapatan dan pengeluaran negara. Banyak
231
keganjilan politik. Kewaspadaan terhadap strategis di wilayah Madiun, menangkap sekitar dalam membangun gerakan revolusioner yang
tenaga yang jumlahnya terlalu banyak dan tidak
kemungkinan meningkatnya konfrontasi segera ratusan lawan pro-pemerintah, mengancam berpuncak di tahun 1949 ketika Mao Zedong
pada tempatnya. Kelebihan pengeluaran belanja
dipikirkan Hatta ketika veteran PKI, Muso, pembunuhan terhadap orang-orang berbahasa berhasil menjadi penguasa baru. Dalam perspektif
daripada pendapatan negara perlu dilakukan
kembali dari Rusia secara tiba-tiba pada bulan Sunda (diduga Siliwangi), dan mengumumkan AS, upaya Indonesia dalam melawan gerakan
dengan mengaplikasikan rasionalisasi yang tepat,
Agustus 1948. Ia mengumumkan rumusan melalui radio bahwa sebuah pemerintahan Front komunisme dianggap sebagai perwujudan dari
dengan memindahkan tenaga kerja yang tidak
233
perjuangannya “Jalan Baru”untuk meleburkan Nasional telah terbentuk. Para pemimpin PKI, pemerintahan yang moderat dan antikomunis.
produktif ke daerah yang produktif. Pemindahan
seluruh elemen kiri, termasuk FDR, ke dalam seperti Muso dan Amir, segera pergi ke Madiun Meskipun AS tidak langsung memberikan
ini mungkin tidak langsung mengurangi angka
satu partai kelas pekerja, PKI, untuk merebut untuk menangani upaya pemberontakan yang dukungan secara jelas kepada Republik, namun
belanja dalam negeri malahan sebaliknya karena
232
234
kepemimpinan nasional dari kelompok borjuis. prematur ini. Kerusuhan ini menimbulkan Washington yakin bahwa pemerintahan
membangun usaha produktif perlu penanaman
Dengan bergabungnya kelompok sosialis FDR krisis bagi Kabinet Hatta. Sukarno lalu maju ke Hatta dapat menjadi benteng untuk melawan
kapital terlebih dahulu. Namun, jika prosesnya
236
Amir yang memiliki dukungan luas, pemerintah depan, menghimbau rakyat melalui siaran radio komunisme di Indonesia. Belanda yang telah selesai maka usaha produktif itu akan
menyadari kekuatan signifikan dari PKI. Maka untuk memilih Muso dan rencannya membentuk frustasi dengan sikap AS yang berubah perlahan menghasilkan pendapatan bagi negara yang
pada ulang tahun ketiga proklamasi, Sukarno pemerintahan gaya Soviet atau bergabung dengan kemudian menuduh Hatta sebagai seorang banyak. Rasionalisasi, menurut Hatta, bukan
membebaskan pemimpin Persatuan Perjuangan Sukarno dan Hatta dan mendukung Republik. marxis dengan menunjuk pembebasan terhadap semata-mata mengenai pemindahan tenaga dari
yang juga merupakan tokoh komunis awal Muso kemudian membalas dengan pengumuman Tan Malaka yang memungkinkan ia mendirikan usaha yang tidak produktif ke usaha produktif
Indonesia, Tan Malaka, dengan harapan bahwa di radio, mengajak rakyat untuk menggulingkan Partai Murba. tetapi juga memperbaiki efektifivitas struktur
ia mampu menarik dukungan kaum kiri dari Sukarno dan Hatta dan mengecam revolusi yang dan bentuk tata usaha dan administrasi negara. 239
Perundingan Indonesia-Belanda berjalan alot
Muso. dipimpin oleh kaum borjuis nasional yang tidak
dan akhirnya jalan di tempat tanpa keputusan Rasionalisasi dalam birokrasi negara dilakukan
memiliki pandangan jelas dalam menghadapi
Pada bulan September 1948 terjadi konflik 235 yang jelas. Hatta tidak ingin menerima dengan mempelajari dasar normalisasi untuk
kaum imperialis dan Amerika. Ricklefs
terbuka antara kekuatan bersenjata yang pro- permintaan Belanda agar Indonesia bertanggung susunan kementerian. Pemberantasan korupsi
mengatakan bahwa kurangnya pengalaman
PKI dan pro pemerintah di Surakarta. Konflik jawab dalam hal keamanan dalam negeri selama selanjutnya dilaksanakan dengan menyingkirkan
Muso di Indonesia selama dasawarsa terakhir
ini terjadi akibat timbulnya pertentangan antara peralihan menuju kemerdekaan atau tentara dan menindak pegawai-pegawai yang terbukti
membuatnya mungkin tidak tahu betapa
Divisi Siliwangi yang terpaksa harus ditarik Republik digabungkan ke dalam barisan tentara korup. Problem yang ditemukan adalah masih
besarnya pengaruh Sukarno di tengah-tengah
237
ke wilayah Jawa Tengah dan tentara setempat federal. Pertempuran kecil di belakang garis sedikit tenaga yang berposisi sebagai pengawas
rakyat. Ketika dihadapkan para pilihan yang
yang cenderung mengikuti kepemimpinan van Mook masih terjadi terutama ketika Divisi yang melakukan konrol. Memperkuat kontrol
mentok antara Sukarno dan Muso, banyak satuan
Amir Sjarifuddin atau Soedirman. Rasionalisasi Siliwangi kembali masuk ke Jawa Barat pasca merupakan fokus dari Kabinet Hatta untuk
militer yang bersimpati pada oposisi pemerintah
tentara yang menyingkirkan banyak serdadu peristiwa Madiun. Pemerintah Belanda akhirnya menekan kecurangan korupsi dalam administrasi.
memutuskan menjauhkan diri.
menambah runyam situasi dengan banyaknya memutuskan melancarkan agresi militer kedua Hal ini dilakukan sebab merasionalisasi
serdadu yang berubah haluan mendukung Peristiwa Madiun merupakan titik balik yang pada bulan Desember 1948 sebagai serangan perusahaan negara tidaklah mudah sebab sulit
lawan-lawan pemerintah. Pada tanggal 17 mengubah pandangan sumir AS terhadap pamungkas untuk melumpuhkan Republik. membangun perusahaan yang seimbang untuk
146 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 147

