Page 158 - Perdana Menteri RI Final
P. 158

dari sayap kiri FDR semakin besar. Secara      September Divisi Siliwangi memukul mundur                               upaya dekolonisasi Indonesia menjadi dukungan   RASIONALISASI
                           paradoksal,  meskipun  para  punggawa FDR      pada  pendukung  FDR  dari  Surakarta.  Mereka                          diplomatik sesuai dengan strategi global mereka
                                                                                                                                                                                                 Program    ketiga  Kabinet   Hatta   adalah
                           adalah pihak-pihak yang bertanggung jawab      kemudian pergi ke Madiun, satu-satunya basis                            menghadapi Perang Dingin. Di wilayah Asia
                                                                                                                                                                                                 melakukan rasionalisasi pegawai negeri dan
                           terhadap penandatanganan perjanjian Renville,   kekuatan PKI yang solid di mana mereka ingin                           Tenggara, pada tahun 1948 terjadi serangkaian
                                                                                                                                                                                                 angkatan darat. Kebijakan ini dilakukan atas
                           namun dalam pelaksanaannya mereka menolak      menjalankan program radikal yang dikomandoi                             pemberontakan komunisme di Birma, Malaya,
                                                                                                                                                                                                 dasar perbaikan dalam susunan negara dan
                           dan mencelanya. Hatta mengatakan hal ini       oleh Front Nasional. Pada tanggal 18 September,                         dan Filipina. Sementara itu, partai komunis
                                                                                                                                                                                                 alat negara serta mencapai perimbangan antara
                           sebagai “perputaran pendirian” yang merupakan   para pendukung PKI merebut lokasi-lokasi                               China menunjukkan kemajuan yang pesat
                                                                                                                                                                                                                                   238
                                                                                                                                                                                                 pendapatan dan pengeluaran negara.  Banyak
                                            231
                           keganjilan politik.  Kewaspadaan terhadap      strategis di wilayah Madiun, menangkap sekitar                          dalam  membangun  gerakan  revolusioner  yang
                                                                                                                                                                                                 tenaga yang jumlahnya terlalu banyak dan tidak
                           kemungkinan meningkatnya konfrontasi segera    ratusan lawan pro-pemerintah, mengancam                                 berpuncak di tahun 1949 ketika Mao Zedong
                                                                                                                                                                                                 pada tempatnya. Kelebihan pengeluaran belanja
                           dipikirkan Hatta ketika veteran PKI, Muso,     pembunuhan terhadap orang-orang berbahasa                               berhasil menjadi penguasa baru. Dalam perspektif
                                                                                                                                                                                                 daripada pendapatan negara perlu dilakukan
                           kembali dari Rusia secara tiba-tiba pada bulan   Sunda (diduga Siliwangi), dan mengumumkan                             AS,  upaya  Indonesia  dalam  melawan  gerakan
                                                                                                                                                                                                 dengan mengaplikasikan rasionalisasi yang tepat,
                           Agustus  1948.  Ia  mengumumkan  rumusan       melalui radio bahwa sebuah pemerintahan Front                           komunisme dianggap sebagai perwujudan dari
                                                                                                                                                                                                 dengan memindahkan tenaga kerja yang tidak
                                                                                                233
                           perjuangannya “Jalan Baru”untuk meleburkan     Nasional telah terbentuk.  Para pemimpin PKI,                           pemerintahan yang moderat dan antikomunis.
                                                                                                                                                                                                 produktif ke daerah yang produktif. Pemindahan
                           seluruh elemen kiri, termasuk FDR, ke dalam    seperti Muso dan Amir, segera pergi ke Madiun                           Meskipun AS tidak langsung memberikan
                                                                                                                                                                                                 ini mungkin tidak langsung mengurangi angka
                           satu  partai kelas pekerja,  PKI,  untuk  merebut   untuk menangani upaya pemberontakan yang                           dukungan secara jelas kepada Republik, namun
                                                                                                                                                                                                 belanja dalam negeri malahan sebaliknya karena
                                                                    232
                                                                                       234
                           kepemimpinan nasional dari kelompok borjuis.    prematur ini.  Kerusuhan ini menimbulkan                               Washington    yakin   bahwa   pemerintahan
                                                                                                                                                                                                 membangun usaha produktif perlu penanaman
                           Dengan bergabungnya kelompok sosialis FDR      krisis bagi Kabinet Hatta. Sukarno lalu maju ke                         Hatta dapat menjadi benteng untuk melawan
                                                                                                                                                                                                 kapital terlebih dahulu. Namun,  jika  prosesnya
                                                                                                                                                                           236
                           Amir yang memiliki dukungan luas, pemerintah   depan, menghimbau rakyat melalui siaran radio                           komunisme di Indonesia.  Belanda yang          telah selesai maka usaha produktif itu akan
                           menyadari kekuatan signifikan dari PKI. Maka   untuk memilih Muso dan rencannya membentuk                              frustasi dengan sikap AS yang berubah perlahan   menghasilkan  pendapatan bagi  negara yang
                           pada ulang tahun ketiga proklamasi, Sukarno    pemerintahan gaya Soviet atau bergabung dengan                          kemudian menuduh Hatta sebagai seorang         banyak. Rasionalisasi,  menurut  Hatta,  bukan
                           membebaskan pemimpin Persatuan Perjuangan      Sukarno dan Hatta dan mendukung Republik.                               marxis dengan menunjuk pembebasan terhadap     semata-mata mengenai pemindahan tenaga dari
                           yang juga merupakan tokoh komunis awal         Muso kemudian membalas dengan pengumuman                                Tan Malaka yang memungkinkan ia mendirikan     usaha yang tidak produktif ke usaha produktif
                           Indonesia, Tan Malaka, dengan harapan bahwa    di radio, mengajak rakyat untuk menggulingkan                           Partai Murba.                                  tetapi juga memperbaiki efektifivitas struktur

                           ia  mampu menarik dukungan  kaum kiri dari     Sukarno dan Hatta dan mengecam revolusi yang                                                                           dan bentuk tata usaha dan administrasi negara.  239
                                                                                                                                                  Perundingan  Indonesia-Belanda  berjalan  alot
                           Muso.                                          dipimpin oleh kaum borjuis nasional yang tidak
                                                                                                                                                  dan akhirnya jalan di tempat tanpa keputusan   Rasionalisasi dalam birokrasi negara dilakukan
                                                                          memiliki pandangan jelas dalam menghadapi
                           Pada bulan September 1948 terjadi konflik                                      235                                     yang jelas. Hatta tidak ingin menerima         dengan  mempelajari  dasar  normalisasi  untuk
                                                                          kaum imperialis dan Amerika.  Ricklefs
                           terbuka antara  kekuatan  bersenjata  yang  pro-                                                                       permintaan Belanda agar Indonesia bertanggung   susunan kementerian. Pemberantasan korupsi
                                                                          mengatakan bahwa kurangnya pengalaman
                           PKI dan pro pemerintah di Surakarta. Konflik                                                                           jawab dalam hal keamanan dalam negeri selama   selanjutnya dilaksanakan dengan menyingkirkan
                                                                          Muso di Indonesia selama dasawarsa terakhir
                           ini terjadi akibat timbulnya pertentangan antara                                                                       peralihan  menuju  kemerdekaan  atau  tentara   dan menindak pegawai-pegawai yang terbukti
                                                                          membuatnya mungkin tidak tahu betapa
                           Divisi Siliwangi yang terpaksa harus ditarik                                                                           Republik digabungkan ke dalam barisan tentara   korup. Problem yang ditemukan adalah masih
                                                                          besarnya pengaruh Sukarno di tengah-tengah
                                                                                                                                                        237
                           ke wilayah Jawa Tengah dan tentara setempat                                                                            federal.  Pertempuran kecil di belakang garis   sedikit tenaga yang berposisi sebagai pengawas
                                                                          rakyat. Ketika dihadapkan para pilihan yang
                           yang cenderung mengikuti kepemimpinan                                                                                  van Mook masih terjadi terutama ketika Divisi   yang melakukan konrol. Memperkuat kontrol
                                                                          mentok antara Sukarno dan Muso, banyak satuan
                           Amir Sjarifuddin atau Soedirman. Rasionalisasi                                                                         Siliwangi kembali masuk ke Jawa Barat pasca    merupakan fokus dari Kabinet Hatta untuk
                                                                          militer yang bersimpati pada oposisi pemerintah
                           tentara yang menyingkirkan banyak serdadu                                                                              peristiwa Madiun. Pemerintah Belanda akhirnya   menekan kecurangan korupsi dalam administrasi.
                                                                          memutuskan menjauhkan diri.
                           menambah runyam situasi dengan banyaknya                                                                               memutuskan melancarkan agresi militer kedua    Hal ini dilakukan sebab merasionalisasi
                           serdadu yang berubah haluan mendukung          Peristiwa Madiun merupakan titik balik yang                             pada  bulan Desember  1948 sebagai serangan    perusahaan negara tidaklah mudah sebab sulit
                           lawan-lawan pemerintah. Pada tanggal 17        mengubah pandangan sumir AS terhadap                                    pamungkas untuk melumpuhkan Republik.          membangun perusahaan yang seimbang untuk





                           146   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  147
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163