Page 153 - Perdana Menteri RI Final
P. 153

berbagai macam golongan. Masyumi menentang   •  Menteri Pekerjaan Umum
 penunjukkan Amir sebagai menteri pertahanan   Ir. Laoh
 karena sebelumnya mereka yakin Amir   •  Menteri Kemakmuran

 menggunakan dana jabatannya untuk membina   Sjafruddin Prawiranegara
 kelompok pengikut dari kalangan militer. Hatta
 •  Menteri Pembagian Makanan Rakyat
 meminta Sultan Hamengkubuwono IX sebagai   I.J. Kasimo
 menteri pertahanan, namun Sultan menyatakan
 •  Menteri Agama
 ketidaksanggupannya. Masalah pertahanan
 K.H. Maskur
 memang salah satu masalah yang paling
 •  Menteri Negara
 krusial dalam krisis di tahun 1948. Akhirnya
 Sultan Hamengkubuwono IX
 Hatta sendiri yang memegang kursi menteri
 •  Menteri Pembangunan dan Pemuda
 pertahanan sekaligus sebagai perdana menteri.
 Supeno
                                                                                             Hatta sebagai Menteri Pertahanan memimpin
 SUSUNAN KABINET HATTA I  Program Kabinet Hatta diumumkan pada                               rapat bersama staf militer di Gedung Agung
                                                                                             Yogyakarta pada tanggal 28 Februari 1948.
 tanggal 16 Februari 1948, mencakup empat
 •  Perdana Menteri
 program, yakni:                                                                             Arsip Nasional Republik Indonesia
 Mohammad Hatta
 •  Menteri Luar Negeri    1.  Pelaksanaan perjanjian gencatan senjata
               MENJALANKAN KEPUTUSAN SULIT DI
 H. Agus Salim  Renville dan prinsip-prinsip politik serta     meninggalkan banyak kantong gerilya dan
               TENGAH KRISIS                                   pindah ke wilayah terkepung yang dikuasai oleh
 •  Menteri Dalam Negeri   kelanjutan negoisasi-negoisasi dengan
                                                               Republik. Kondisinya waktu itu sangat sulit
 Sukiman Wirjosandjojo  Belanda melalui Komisi Jasa Baik Dewan   Untuk melanjutkan perundingan dengan
                                                               untuk membujuk pasukan militer menarik diri
 Keamanan PBB (KTN).  Belanda atas dasar Perundingan Renville, Hatta
 •  Menteri Pertahanan
                                                               dari pangkalan gerilya yang telah diperjuangkan
 Mohammad Hatta  2.  Mempercepat pembentukan Negara   mengangkat Moh. Roem sebagai ketua delegasi
               yang mewakili Republik. Mereka berdua berada    tersebut. Namun, pemerintah dapat meyakinkan
 •  Menteri Keuangan   Indonesia Serikat (NIS) yang demokratis   tentara dengan mengatakan bahwa jaminan
               di posisi yang sulit dan tidak menyenangkan
 A.A. Maramis  dan berdaulat.
                                                               plebisit yang diawasi PBB akan dilaksanakan
               untuk melaksanakan perjanjian ini. Dalam
 •  Menteri Perhubungan   3.  Rasionalisasi ekonomi dan angkatan darat   di daerah tersebut.  Maka, pasukan militer
                                                                                 224
               pidatonya,  Hatta  berpendapat  bahwa  “dengan
 Ir. Djuanda  Republik.                                        Indonesia sekitar 35.000 orang meninggalkan
               menerima persetujuan Renville ini, kita banyak
 •  Menteri Penerangan                                         kantong gerilya dan hanya tinggal sekitar 4.000
 4.  Perbaikan kerusakan yang ditimbulkan oleh   mengalami kerugian dalam kenyataan dan
 Mohammad Natsir  221                                          orang yang tidak mau dievakuasi, mayoritasnya
 perang dan pendudukan Jepang.  dalam perasaan, tetapi toh kita terima untuk
                                                               adalah anggota laskar Hizbullah. 225
 •  Menteri Kesehatan
 Program tersebut dan proses pelaksanaannya ini   menyatakan kepada dunia, bahwa kita bersedia
 Johannes Leimena
 disampaikan oleh Hatta kepada BP KNIP secara   menyelesaikan persengketaan kita dengan   Dalam melaksanakan perundingan dengan
 •  Menteri Perburuhan dan Sosial   Belanda dengan  jalan  damai,  asal satu hak
 berkala. Menurut Hatta, tugas yang menanti                    Belanda, Hatta mendasarkan kebijakannya
 Kusnan
 segera pada saat itu adalah melaksanakan   diakui oleh Belanda, yaitu kemerdekaan bangsa   atas kondisi riil situasi internasional dan dalam
 •  Menteri Kehakiman   persetujuan  Renville  dengan  perantaraan  Indonesia”.  Hatta mulai melaksanakan syarat   negeri yang dihadapi oleh Indonesia.  Keadaan
                         223
                                                                                                226
 Susanto Tirtoprodjo  KTN.  Perundingan akan diadakan berganti-  perjanjian Renville yang paling kontroversial,   politik dalam negeri tidak bisa diabaikan, tidak
 222
 •  Menteri PP dan K   ganti, tiga minggu di Jakarta dan tiga minggu di   yakni pengakuan terhadap garis van Mook.   hanya di wilayah Republik yang sah, tetapi juga
 Ali Sastroamidjojo  Kaliurang, Yogyakarta.  Pasukan militer milik Republik terpaksa ditarik   wilayah lain di Indonesia yang diduduki Belanda




 140  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  141
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158