Page 148 - Perdana Menteri RI Final
P. 148

oleh PPKI sebagai semacam badan keamanan       boneka Jepang yang bersifat totaliter, yang
                                                                                                                   211
                           nasional kemudian dianggap sebagai kompromi.   bergantung kepada organisasi militer Jepang.
                           Meskipun demikian, kedudukan badan ini di      Selain itu, tantangan tidak hanya datang dari
                           bawah  Komite  Nasional  Indonesia  (KNI)  dan   pihak Belanda, kelompok pemuda merasakan
                           bukan kementerian pertahanan menimbulkan       bahwa pemerintah tidak mampu untuk
                           ketidakjelasan. KNI pada awalnya adalah badan   memenuhi tuntutan yang diminta oleh mereka.
                           pendamping pemerintah untuk memobilisasi       Kelompok pemuda, misalnya, tidak puas dengan
                           rakyat bukan sebagai badan perwakilan.         ketidakrevolusioneran pemerintah dalam rapat
                           Sehingga kedudukan BKR menimbulkan             massa di Ikada dan kelambanannya yang makin
                           pertanyaan, ia bukan alat untuk mengamankan    nyata setelah Sekutu datang. Muncul perasaan
                           kebijakan pemerintah dalam bidang pertahanan,   bahwa pemerintah tidak semangat melihat
                                                             207
                           bukan pula merupakan tentara rakyat.  Mayor    militansi pemuda di ibukota-ibukota daerah.
                           Urip menemui Hatta dan mengatakan bahwa        Timbul suatu keyakinan bahwa kelesuan dan
                                                                                                                                                                                                                               Pertemuan Mohammad Hatta Dr. H. J. van Mook,
                           bekas opsir KNIL sepakat untuk menyerahkan     kelambanan itu perlu diakhiri dan hal itu hanya
                                                                                                                                                                                                                               di Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta.
                           tenaga mereka kepada TKR (Tenaga Keamanan      dapat dilakukan dengan merombak pemerintah
                                                                                                                                                                                                                               Arsip Nasional Republik Indonesia
                           Rakyat). Hatta mengatakan kepada Urip bahwa    agar bisa menjalankan langkah-langkah yang
                           pemerintah sedang membentuk TKR yang           bisa mengikuti gerak laju perubahan yang
                                                                                             212
                                                    208
                           diambil dari tentara Peta.  Hatta meminta      berlangsung cepat.  Menurut Anderson,
                                                                                                                                                  kekuasaannya dan didesakkan kepadanya oleh     seharusnya terjadi pembagian kekuasaan secara
                           Urip untuk bersedia menjadi Kepala TKR dan     ketidakmampuan untuk diterima oleh dunia luar
                                                                                                                                                  tekanan eksternal agar sikap Belanda lebih lunak   jelas dan merata untuk menghindari munculnya
                           meminta sarannya mengenai lokasi markas        juga oleh kekuatan revolusioner yang diwakili
                                                                                                                                                                   214
                                                                                                                                                  terhadap Indonesia.  Sukarno menugasi Hatta    kekuasaan pemimpin yang tidak terkontrol.
                           besar TKR, yang kemudian berdasar usul Urip    oleh pemuda di daerah adalah kenyataan yang
                                                                                                                                                  untuk mengeluarkan dekrit yang memberikan
                           diputuskan berlokasi di Purwokerto.            semakin jelas menggerogoti semangat juang                                                                              Tidak lama setelah Hatta mengumumkan
                                                                                                                                                  kekuasaan legislatif kepada KNIP. Hatta
                                                                          kabinet.  213                                                                                                          Maklumat  No.  X,  ia  mengeluarkan  lagi
                                                                                                                                                  menyetujuinya  dan  mengeluarkan  sebuah
                           Meskipun Christinson melarang Sekutu untuk                                                                                                                            Maklumat Wakil Presiden pada 3 November
                                                                                                                                                  keputusan yang dikenal sebagai Maklumat
                           menyerang Sukarno dan Hatta dan sebetulnya     Perubahan untuk beralih kepada sistem yang                                                                             tentang   kesempatan   bagi   rakyat  untuk
                                                                                                                                                  Wakil Presiden No. X pada tanggal 16 Oktober
                           telah memberikan semacam pengakuan de facto    lebih demokratis dinyatakan oleh Sjahrir, tokoh                                                                        mendirikan partai politik. Maklumat ini
                                                                                                                                                  1945 yang mengumumkan bahwa KNIP sebelum
                           terhadap pemerintah Republik, kedatangan       yang lebih dipercaya oleh kelompok pemuda                                                                              dikeluarkan atas usul BP KNIP yang memang
                                                                                                                                                  terbentuk Majelis Permusyarawatan Rakyat dan
                           Inggris memang mendorong kesukaran baru bagi   karena sikapnya yang keras terhadap fasisme                                                                            menginginkan terbentuknya partai-partai politik
                                  209
                           kabinet.  Kedudukan kabinet yang relatif kuat   Jepang. Sjahrir, yang kritis terhadap kekuasaan                        Dewan Perwakilan Rakyat diserahi tugas sebagai   untuk mencegah konsepsi sistem satu partai
                           sebenarnya didasarkan pada hubungan dengan     ekstra peralihan yang menyebabkan munculnya                             badan legislatif dan ikut menetapkan garis-garis   negara (staatspartij)  yang lebih  disukai oleh
                           Jepang. Inggris bersedia berurusan dengan      lembaga  kepresidenan, menyarankan KNIP                                 besar haluan negara. Untuk pekerjaan sehari-hari   Sukarno.  Munculnya  maklumat  tersebut  selain
                           kabinet itu untuk memenuhi tujuan-tujuannya    dapat berfungsi secara sementara sebagai badan                          maka dibentuklah Badan Pekerja KNIP di mana    memang untuk mendorong proses demokratisasi
                           sendiri dengan berusaha memanfaatkan otoritas   legislatif. Sukarno dan Hatta menerima usulan                          Sjahrir dan Amir Sjarifuddin menjadi ketua dan   dengan  pemberian  hak-hak  yang  lebih  luas
                           mereka. Meskipun demikian, Belanda begitu      ini. Lagipula Sukarno merasakan bahwa ia                                wakil ketua. Dengan perubahan ini maka sistem   kepada rakyat untuk berserikat dan berpolitik,
                           memusuhi Sukarno dan “menganggap bahwa         perlu menimbulkan kesan yang lebih liberal                              pemerintahan Indonesia telah sesuai dengan     juga dikeluarkan untuk mempersiapkan pemilu
                           pemerintahannya dibayangi oleh awan hitam      kepada Sekutu. Meskipun, sebetulnya ia sendiri                          rancangan UUD, yaitu kabinet presidensial      pertama pasca kemerdekaan yang rencananya
                                     210
                           kolaborasi”.  Belanda menganggap bahwa         ragu untuk menyatukan diri sepenuhnya                                   yang diimbangi oleh suatu majelis rakyat. Hatta   akan  dilaksanakan di  bulan  Januari  1946.
                           pemerintah Indonesia tidak lebih dari pemerintah   dengan peraturan yang akan mengurangi                               sendiri meyakini bahwa kekuasan demokratis     Pada  dasarnya,  Hatta  memang  setuju dengan





                           136   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  137
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153