Page 144 - Perdana Menteri RI Final
P. 144
Jepang adalah bahwa Jepang hanya menjadi agen tempat itu. Akhirnya disepakati bahwa Sukarno menghalangi kemerdekaan Indonesia apalagi dapat menyatukan bakat mereka untuk
sekutu dan Jepang tidak menyetujui usaha apapun dan Hatta yang menandatangi naskah tersebut situasi masih tegang di Jakarta dan banyak membangun kepemimpinan yang utuh dan
192
untuk mengumumkan kemerdekaan Indonesia mewakili bangsa Indonesia. wilayah Indonesia. Ia sadar bahwa Sekutu stabil. Kepemimpinan yang mampu mendorong
karena pejabat militer memiliki tanggung jawab akan datang ke Indonesia, termasuk Belanda, Indonesia merdeka mencapai cita-cita yang
Pada tanggal 17 Agustus 1945 teks proklamasi
188
untuk memelihara status quo. Atas dasar inilah dan tidak menerima kemerdekaan Indonesia. telah mereka gariskan dan susun untuk
dibacakan oleh Sukarno di halaman ruamahnya
menjadi jelas bahwa bagi Hatta dan Sukarno, Kasman berpendapat bahwa soal syariat Islam ditransformasikan ke dalam kondisi riil.
di Pegangsaan Timur 56. Hatta hadir di
mempersiapkan kemerdekaan melalui revolusi jangan sampai merusak persatuan dan kekuatan
sisi Sukarno menyaksikan pembacaan teks
damai tidak mungkin terjadi dan cara-cara Indonesia menghadapi masa depannya. Wachid BERBAGI TUGAS MEMPERTAHANKAN
tersebut. Hatta dan Sukarno menolak saran REPUBLIK
proklamasi kemerdekaan yang disarankan oleh Hasjim setuju dengan usulan Hatta untuk
supaya Lapangan Ikada dijadikan tempat untuk
kelompok pemuda lebih baik dilakukan untuk menghapuskan kalimat tersebut. Sementara itu, Sukarno dan Hatta di masa revolusi 1945-1949
mencapai kemerdekaan. 189 membacakan proklamasi karena ditakutkan akan Ki Bagus diminta oleh Kasman tidak bereaksi
menjalankan tantangan untuk berperan sebagai
menimbulkan bentrokan dengan militer Jepang.
terhadap usulan itu, meskipun di kemudian
dwitunggal. Apapun dilakukan secara bersama-
Setelah itu diadakanlah pertemuan di tempat Prosesi proklamasi dilakukan dengan sederhana,
hari terungkap bahwa hati kecilnya menolak sama, sekurang-kurangnya dilakukan dengan
yang bebas dari mata-mata Kempeitai, di rumah setelah pembacaan teks bendera merah putih
usulan itu. Teuku Hasan memilih diam atas saling berkonsultasi, sehingga apa yang dilakukan
Laksamana Maeda. Berkumpullah tokoh-tokoh dikibarkan dan lagu kebangsaan “Indonesia
diskusi tersebut. Akhirnya dimufakati bahwa
oleh pemerintah turut dipertanggungjawabkan
nasional, di antaranya Sukarno, Hatta, Soebardjo, Raya” dinyanyikan. Hatta menyadari bahwa agar tidak pecah sebagai bangsa kalimat tersebut satu sama lain. Sukarno memiliki kemampuan
196
Sukarni, Sudiro, B.M. Diah, dan Sayuti Melik, inilah bukan akhir dari kemenangan perjuangan dihilangkan dan diganti dengan “Ke Tuhanan menggalang dan menguasai massa dan
membicarakan mengenai penyusunan teks bangsanya, namun hanyalah permulaan dari Yang Maha Esa”. membangkitkan semangat mereka untuk
proklamasi. Sukarno dan Hatta menolak teks tugas besar menjalankan sebuah negara yang
berjuang bersama-sama. Sementara itu, Hatta
proklamasi yang terlalu provokatif, sebaliknya mereka idam-idamkan. Sidang PPKI kemudian juga memutuskan bahwa
mampu berpikir tenang menguasai keadaan,
mereka setuju untuk menggunakan kalimat sidang menyepakati bahwa Sukarno dan Hatta
memperhatikan sesuatu dengan detail dan hati-
dari preambule rancangan UUD: “Kami rakyat Setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI masih diangkat sebagai presiden dan wakil presiden
hati, dan lebih terampil dalam merencanakan
Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan menghadapi tugas, antara lain menetapkan Indonesia. Soekardjo Wirjopranoto mengatakan
dan menyajikan rincian administratif. Oleh
Indonesia”. Hatta menekankan bahwa konstitusi, memilih presiden dan wakil presiden bahwa presiden dan wakil presiden, Sukarno dan
sebab itu, sejarawan Australia Herbert Feith
193
pernyataan kemerdekaan sebaiknya dilengkapi Indonesia, menetapkan jumlah provinsi, dan Hatta, merupakan suatu dwitunggal. Dalam
mengkategorisasi Sukarno sebagai tipe solidarity
190
dengan pelaksanaanya. Maka, kemudian beberapa hal penting lainnya. Dalam pembukaan istilah ini jelas terkandung sebuah harapan
maker dan Hatta sebagai tipe administrator.
ditambahkan: “Hal-hal yang berkaitan dengan UUD masih terdapat polemik yang belum selesai bahwa kedua pemimpin bisa saling melengkapi
pemindahan kekuasaan dan lain-lainnya akan mengenai kata-kata tentang syariat Islam dalam membangun kesatuan dan siap menyelesaikan Salah satu tugas awal sebagai wakil presiden
194
dilakukan dengan cara yang seksama dan dalam pembukaan UUD. Hatta diberitahu oleh perwira perbedaan di belakang layar. Kedua orang adalah menyusun kabinet. Sukarno dan
waktu yang sesingkat-singkatnya”. Setelah teks Angkatan Laut Jepang bahwa Indonesia Timur ini memiliki satu kesamaan karakteristik yang Hatta sama-sama memainkan peranan dalam
selesai, Hatta menyarankan seluruh yang hadir mungkin akan berdiri di luar Indonesia apabila kuat, yaitu dedikasi penuh kepada tercapainya menyusun kabinet presidensil yang pertama.
191
195
untuk menandatangi teks proklamasi tersebut kata-kata tersebut masih dipertahankan. kemerdekaan Indonesia. Di masa Jepang, Pembentukan kabinet dan struktur administratif
seperti proklamasi kemerdekaan Amerika Maka, Hatta berdiskusi dengan anggota PPKI mereka berdua harus menerima kecaman yang menyertainya penting dilakukan untuk
Serikat. Namun, Sukarni menolak karena tanda yang merupakan wakil umat Islam untuk sebagai kolaborator dan harus menjelaskan menempatkan tokoh-tokoh terbaik bangsa dan
tangan yang berada di dalam teks sebaiknya membicarakan masalah ini. Mereka adalah posisinya kepada kelompok pemuda militan dari kalangan nasionalis agar tidak mudah
dibubuhi oleh orang-orang yang memang telah Ki Bagus Hadikusumo, Teuku Mohammad dengan saling membela bukannya menjatuhkan pemerintahan direbut oleh pihak Jepang dan
berkorban panjang merintis kemerdekaan dan Hasan, dan Kasman Singodimedjo. Kasman seperti yang terjadi di tahun 1930-an. Ketika diserahkan kepada Sekutu, lalu ke pihak
197
bukan sebaiknya orang yang kebetulan hadir di merasa bahwa permasalahan ini janganlah Indonesia telah merdeka, keduanya diharapkan Belanda. Lebih dari itu, untuk memperpecepat
132 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 133

