Page 140 - Perdana Menteri RI Final
P. 140

antara segala golongan penduduk di tanah Jawa   mempelajari  Nippon Sheishin. Terdengar kabar                          Manila berhasil direbut AS dan kekalahan ini   ia sebut sebagai Pancasila. Dalam pembicaraan
                           untuk menggerakkan rakyat membantu Jepang      pula bahwa ia akan ditahan di Tokyo. Namun,                             menyebabkan Jepang berada di posisi yang sulit   penyusunan UUD, Hatta setidaknya berperan

                           dalam peperangan. Pihak Jepang dengan jelas    sesampainya di Tokyo, Hatta tidak mendapatkan                           untuk menahan pemberian kemerdekaan kepada     dalam tiga hal (1) soal bentuk negara (2)
                           memanfaatkan para pemimpin para pemimpin       ancaman dari pemerintahan Jepang. Markas                                Indonesia.                                     demokrasi  dan  hak  asasi  (3)  dan  ekonomi
                           Indonesia untuk mencapai tujuan mereka, tetapi   besar angkatan darat Jepang tidak tahu apa-                                                                          kerakyatan dan kedaulatan ekonomi.
                                                                                                                                                  Sadar bahwa posisi mereka semakin terancam
                           para pemimpin Indonesia juga mengambil         apa rencana untuk mengasingkan Hatta dan
                                                                                                                                                  dalam Perang Dunia II, Jepang memutuskan
                                                 170
                           keuntungan dari Jepang.  Sukarno, misalnya,    tidak setuju dengan mengawasi kegiatan Hatta                                                                           Pada pembahasan mengenai bentuk negara
                                                                                                                                                  untuk menghapuskan kekangan-kekangan yang
                           berhasil memanfaatkan safari propaganda bagi   di Tokyo dengan ketat. Sukarno, atas nama                                                                              Indonesia mendatang, perdebatan yang
                                                                                                                                                                                    176
                                                                                                                                                  ada terhadap kekuatan rakyat Indonesia.  Pada 1
                           Hokokai untuk memperkokoh posisinya sebagai    Hatta, memohon pengampunan kepada Tojo                                                                                 mengemuka adalah mengenai dua hal: apakah
                                                                                                                                                  Maret 1945 dibentuklah Badan Penyelidik Usaha
                                                        171
                           pemimpin utama gerakan rakyat.                 dan mengatakan bahwa ia sangat memerlukan                                                                              Indonesia berbentuk federasi atau kesatuan dan
                                                                                                                                                  Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
                                                                                             174
                                                                          bantuan dari Hatta.  Tojo mengetujui usulan                                                                            apakah Indonesia menjadi negara Islam atau
                           Di bulan November 1943, Hatta bersama                                                                                  Tugas badan ini adalah menyusun rancangan
                                                                          Sukarno, dan memberikan bintang kelas III dari                                                                         bukan. Dalam soal bentuk negara, Hatta lebih
                           dengan  Sukarno  dan Ki Bagus Hadikusumo                                                                               Undang-Undang Dasar yang dapat selesai pada
                                                                          kaisar  kepada  Hatta dan Ki Bagus, sedangkan                                                                          mendorong konsep negara federasi, meskipun
                           dari Muhammadiyah diundang ke Tokyo untuk                                                                              bulan Juli 1945. Keanggotaan dari organisasi ini
                                                                          Sukarno mendapatkan bintang kelas II.                                                                                  ia tidak mengemukakannya di dalam sidang.
                           menghadap kaisar dan pemimpin pemerintahan                                                                             mewakili para pemimpin Indonesia dari berbagai
                                                                          Pemberian bintang itu melegakan Hatta karena                                                                           Namun, Hatta memiliki perhatian khusus
                           Jepang. Diundangnya Sukarno dan Ki Bagus ke                                                                            daerah dan aliran. Pimpinannya adalah Radjiman
                                                                          Kempeitai tidak dapat menyakiti orang yang                                                                             terhadap perlunya otonomi bagi daerah
                           Jepang untuk memberikan penghormatan kepada                                                                            Wediodiningrat dari Boedi Utomo dan di dalamnya
                                                                          diberikan penghargaan tinggi oleh kaisar.                                                                              atau desentralisasi daripada sentralisasi
                           Jepang dan sebaliknya mereka akan diberikan                                                                            terdapat Sukarno, Hatta, Ki Hadjar Dewantara,
                                                                                                                                                                                                           178
                                                                                                                                                                                                 kekuasaan.  Sebab, menurutnya dengan
                           tanda kehormatan oleh kaisar. Sementara itu,   Pada tanggal 7 September 1944, Perdana Menteri                          Agus Salim, Soetardjo, Ki Bagus Hadikusumo,
                                                                                                                                                                                                 geografi  Indonesia  yang  terdiri  dari  ribuan
                           kedatangan Hatta diinginkan oleh Kempetai      Koiso menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia,                           Yamin,   Wachid   Hasjim,   dan   Abikusno
                                                                                                                                                                                                 pulau,  serta  secara  antropologis  Indonesia
                           (polisi militer Jepang) untuk mempelajari Nippon   meskipun tidak menentukan secara resmi kapan                        Tjokrosoejoso.  Pihak Jepang menginginkan
                                                                                                                                                                                                 terdiri  dari berbagai  agama, suku,  budaya,
                           Sheishin (semangat Jepang) dari kalangan Jepang.   itu akan diberikan. Janji ini diberikan untuk                       bahwa apabila kemerdekaan Indonesia tercapai
                                                                                                                                                                                                 dan adat yang beranekaragam, desentralisasi
                           Hatta dinilai orang yang kesetiannya diragukan   mengharapkan  balasan  dari  pihak  Indonesia                         pada akhirnya maka kemerdekaan itu harus
                                                                                                                                                                                                 diperlukan untuk menjaga keunikan dan
                           kepada Jepang dan dianggap berbahaya bagi      untuk mendukung Jepang dalam Perang Dunia                               diproklamirkan oleh generasi tua yang dianggap
                                                                                                                                                                                                 kekhasan masing-masing daerah. Hatta
                                            172
                           pemerintah Jepang.  Letnan Kolonen Murase,     II. Kemudian, Koiso juga memperbolehkan                                 lebih muda diajak bekerja sama daripada generasi
                                                                                                                                                                                                 meyakini bahwa Indonesia harus mempunyai
                                                                                                                                                                      177
                           Kepala Urusan Umum Kempeitai, sampai           pemasangan bendera merah putih di kantor-                               muda yang lebih radikal.
                                                                                                                                                                                                 sistem yang memungkinkan daerah memiliki
                           melakukan interogasi terhadap Hatta untuk      kantor Jawa Hokokai dan lagu “Indonesia Raya”
                                                                                                                                                                                                                                          179
                           menanyakan apakah memang ia anti kepada        sudah mulai boleh diperdengarkan. Posisi Jepang                         PEMIKIRAN HATTA UNTUK INDONESIA:               hak untuk mengatur urusan mereka sendiri.
                                                                                                                                                  DESENTRALISASI, DEMOKRASI DAN                  Untuk mencapai kedaulatan rakyat maka
                           Jepang. Hatta menerangkan bahwa ia tidak anti-  semakin  melemah  dalam  perang, pasukan
                                                                                                                                                  KEDAULATAN EKONOMI
                           Jepang, namun anti-imperialisme, termasuk      Amerika Serikat (AS) berhasil mengalahkan                                                                              suatu sistem yang menekankan desentralisasi
                                                                 173
                           imperialisme  yang  dilakukan  oleh  Jepang.   Ia   Jepang di Kepulauan Marshall di bulan Februari                     BPUPKI menjadi wadah bagi para pemimpin        diperlukan. Selain itu, selama persidangan
                           dengan jujur mengatakan bahwa ia tidak dipaksa   1944. Di bulan Juli 1944, Jepang mengalami                            Indonesia mendiskusikan bagaimana bentuk,      berlangsung, perdebatan yang mengemuka
                           oleh Belanda ketika menuliskan tulisan-tulisan   kekalahan di pangkalan angkatan laut  mereka                          konsep, dan sistem politik, ekonomi, sosial,   adalah mengenai apakah Indonesia harus
                           yang bernada anti-imperialisme Jepang di tahun   di Saipan (Kepualauan Mariana). Lalu, di bulan                        dan kebudayaan yang menjadi dasar dari         menjadi negara Islam atau tidak. Hatta adalah
                           1930-an. Untuk mengikis pemikiran Hatta        September pasukan Amerika semakin mendekat                              adanya Indonesia di masa depan. Dalam          salah satu pemimpin nasionalis yang menolak
                           yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan    ke wilayah Indonesia. Tentara AS telah mendarat                         sidang BPUPKI inilah untuk pertama kalinya     konsepsi negara Islam. Ia mengusulkan
                           Jepang, Kempeitai merasa bahwa Hatta wajib     di Morotai dan mulai gencar mengebom                                    Sukarno berpidato mengenai dasar, filosofis,   dibentuk negara yang memisahkan urusan
                                                                                 175
                           dididik selama 6 bulan sampai 1 tahun untuk    Manila.  Akhirnya pada bulan Februari 1945,                             dan tujuan dari adanya negara Indonesia yang   pemerintahan dari urusan keagamaan. 180




                           128   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  129
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145