Page 146 - Perdana Menteri RI Final
P. 146
perebutan kekuasaan dari Jepang, menurut menghantui keduanya akibat kedatangan pegawai negeri dan ningrat), serta Iwa Kusuma kegiatan mereka untuk membebaskan, merawat,
Hatta, maka penting untuk ditunjuk sebagian Sekutu, yang diboncengi Belanda, ke Indonesia. Sumantri (mewakili golongan Islam). 201 dan mengevakuasi tahanan pasukan Sekutu
203
besar menteri yang telah duduk pada pucuk Belanda yang ingin kembali berkuasa merasa dan melucuti tentara Jepang. Tapi pihak
Pihak Sekutu menganggap bahwa proklamasi
pimpinan departemen sebagai butjo (kepala) bahwa merekalah penguasa yang legitimate atas Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan
kemerdekaan Indonesia adalah semata-mata
198
atau sanjo (penasihat). Dengan cara itu maka wilayah Indonesia, meskipun faktanya Indonesia Indonesia dengan menganggap bahwa
tipu muslihat Jepang. Meskipun demikian,
saluran administratif ke bawah yang dikuasi telah memerdekakan diri. Untuk mengantisipasi Indonesia merupakan boneka Jepang. Pada
ketika pada tanggal 15 September 1945
Jepang dapat segera direbut dan orang-orang potensi adanya kekosongan kekuasaan akibat pertemuan tanggal 23 Oktober 1945, Christison
Laksamana Muda Patterson, wakil dari Lord
Jepang dengan mudah disingkirkan. Dari 16 Sukarno dan Hatta ditangkap sewaktu-waktu, mempertemukan antara Van der Plas dan Van
Mountbatten, komandan Inggris wilayah Asia
orang menteri yang diangkat, beberapa di maka pernah dibuat sebuah testamen politik Mook dengan Sukarno, Hatta, Subardjo, dan
Tenggara, menerima saran dari Jepang untuk
antaranya pernah bergerak di Perhimpunan yang mengantisipasi kemungkinan seperti Agus Salim. Van Mook mengungkapkan bahwa
tidak memperlakukan Sukarno dan Hatta
Indonesia, seperti Ahmad Soebardjo, Iwa itu. Sukarno menyetujui bahwa apabila ia Belanda ingin Indonesia berada di bawah Belanda
sebagai penjahat perang karena akan memancing
Kusuma Sumantri, Sartono, dan Samsi, dan jelas dan Hatta ditangkap maka Tan Malaka akan dalam model pemerintahan persemakmuran.
merupakan orang-orang yang keahliannya telah ditunjuk untuk melanjutkan kepemimpinan kerusuhan dalam skala luas di Indonesia. Namun, Hatta berkomentar: “Mengapa kami
dikenal oleh Hatta dengan baik. Sjahrir menolak mempertahankan kemerdekaan. Pandangan Patterson menyarankan kepada Mountbatten harus menekukkan lutut kami kepada seorang
204
masuk dalam kabinet dengan mengecam bahwa sang legenda Tan Malaka yang tiba-tiba muncul untuk menahan pasukan Sekutu di wilayah ratu asing?” Menurut Hatta, Ratu Wilhemina
kota-kota pantai yang merupakan kunci dan
kabinet berisi orang-orang yang memiliki dan bertemu Sukarno, mampu meyakinkan tentu ingin mempertahankan luas kerajaannya
memberikan kesempatan kepada Belanda untuk
karakter tidak kuat dan terbiasa mematuhi Sukarno bahwa roda revolusi harus terus berputar “sama dengan kesungguhan keinginan rakyat
202
perintah Belanda dan Jepang. Disepakati pula dengan kepemimpinan yang berlanjut. Sejak melakukan penetrasi lebih ke dalam nantinya. Indonesia untuk merdeka, bebas dari bentuk
bahwa wilayah Republik Indonesia terbagi atas masa pergerakan, karya dan pemikiran Tan Mounbatten menerima advis dari Patterson apa pun dari dominasi asing. Keinginan untuk
delapan provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Malaka begitu mempengaruhi Sukarno muda, dan memerintah Jenderal Christison, panglima merdeka sesuai dengan detak jantung sejarah
Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, oleh sebab itu ia tidak berpikir panjang membuat sekutu baru di wilayah Indonesia, untuk bangsa-bangsa dan sesuai dengan prinsip semua
Sunda Kecil, dan Maluku. Sukarno dan Hatta wasiat seperti itu. membiarkan pemerintahan Indonesia berjalan di bangsa, pada saatnya, mengatur persoalan
dalam hal ini juga mengeluarkan maklumat wilayah Sumatera dan Jawa, kecuali di wilayah mereka sendiri”. 205
Namun, ketika Sukarno membicarakannya
kepada seluruh lapisan rakyat Indonesia untuk kota pantai.
dengan Hatta, terjadi perubahan dalam Instabilitas yang menghantui republik muda
bersama-sama berpartisipasi membangun negara
testamen tersebut. Hatta melihat bahwa Kekecewaan terhadap Sekutu dikemukakan oleh mendorong Hatta menerima saran dari banyak
Indonesia merdeka. Menurut Deliar Noer,
ditunjuknya Tan Malaka belum tentu Sukarno dan Hatta muncul karena siaran radio pihak, terutama Didi Kartasasmita dan Urip
“memproklamasikan kemerdekaan lebih mudah
menjamin kesatuan perjuangan. Justru Hatta Belanda dari Australia yang menyatakan bahwa Sumohardjo, keduanya aktif dalam ketentaraan
daripada mempertahankannya, apalagi buat
melihat bahwa golongan komunis tentu NICA (Netherlands Indies Civil Administration) Hindia Belanda di masa sebelum perang. Urip
206
pemerintah dan rakyat Indonesia yang dalam
tidak akan mendukung Tan Malaka dan ini yang membonceng Sekutu akan mengambil alih mengungkapkan pendapatnya tentang perlunya
bulan Agustus 1945 lebih banyak berdasar
200
akan melemahkan perjuangan. Hatta lalu Indonesia kembali. Hatta menulis surat kepada pendirian tentara republik. Keputusan dari PPKI
semangat dan kemauan”. 199
mengusulkan agar pewaris kepemimpinan Christison bahwa agar tidak terjadi pertumpahan untuk membubarkan Peta dan Heiho, pasukan
Di antara Sukarno dan Hatta ada semacam diperbanyak untuk dibuat menjadi perwakilan darah maka (1) tidak ada lagi tentara Belanda yang milisi yang paling sporadik di Jawa, diterima
perjanjian, bahwa jika seorang di antara yang lebih representatif menampilkan berbagai datang ke Indonesia, (2) semua tentara Belanda dengan kekecewaan oleh para pemuda. Salah
mereka berada di luar kota, yang lain harus golongan. Ditunjukklah empat orang yang keluar dari Indonesia dan tidak beroperasi di seorang tokoh pemuda, Wikana, mendesak
siap menghadapi persoalan dan mengambil terdiri dari Tan Malaka (mewakili golongan bawah Sekutu, (3) NICA nonaktif, (4) mengakui agar pemerintah membentuk tentara nasional
keputusan. Ini dilakukan untuk mempersiapkan kiri ekstrim), Sjahrir (mewakili kalangan de facto pemerintah Republik Indonesia, dan (5) yang mempersatukan milisi Peta dan Heiho.
diri dari kemungkinan penangkapan yang sosialis moderat), Wongsonegoro (mewakili tentara Sekutu dan tentara Belanda membatasi Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR)
134 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 135

