Page 152 - Perdana Menteri RI Final
P. 152
berbagai macam golongan. Masyumi menentang • Menteri Pekerjaan Umum
penunjukkan Amir sebagai menteri pertahanan Ir. Laoh
karena sebelumnya mereka yakin Amir • Menteri Kemakmuran
menggunakan dana jabatannya untuk membina Sjafruddin Prawiranegara
kelompok pengikut dari kalangan militer. Hatta
• Menteri Pembagian Makanan Rakyat
meminta Sultan Hamengkubuwono IX sebagai I.J. Kasimo
menteri pertahanan, namun Sultan menyatakan
• Menteri Agama
ketidaksanggupannya. Masalah pertahanan
K.H. Maskur
memang salah satu masalah yang paling
• Menteri Negara
krusial dalam krisis di tahun 1948. Akhirnya
Sultan Hamengkubuwono IX
Hatta sendiri yang memegang kursi menteri
• Menteri Pembangunan dan Pemuda
pertahanan sekaligus sebagai perdana menteri.
Supeno
Hatta sebagai Menteri Pertahanan memimpin
SUSUNAN KABINET HATTA I Program Kabinet Hatta diumumkan pada rapat bersama staf militer di Gedung Agung
Yogyakarta pada tanggal 28 Februari 1948.
tanggal 16 Februari 1948, mencakup empat
• Perdana Menteri
program, yakni: Arsip Nasional Republik Indonesia
Mohammad Hatta
• Menteri Luar Negeri 1. Pelaksanaan perjanjian gencatan senjata
MENJALANKAN KEPUTUSAN SULIT DI
H. Agus Salim Renville dan prinsip-prinsip politik serta meninggalkan banyak kantong gerilya dan
TENGAH KRISIS pindah ke wilayah terkepung yang dikuasai oleh
• Menteri Dalam Negeri kelanjutan negoisasi-negoisasi dengan
Republik. Kondisinya waktu itu sangat sulit
Sukiman Wirjosandjojo Belanda melalui Komisi Jasa Baik Dewan Untuk melanjutkan perundingan dengan
untuk membujuk pasukan militer menarik diri
Keamanan PBB (KTN). Belanda atas dasar Perundingan Renville, Hatta
• Menteri Pertahanan
dari pangkalan gerilya yang telah diperjuangkan
Mohammad Hatta 2. Mempercepat pembentukan Negara mengangkat Moh. Roem sebagai ketua delegasi
yang mewakili Republik. Mereka berdua berada tersebut. Namun, pemerintah dapat meyakinkan
• Menteri Keuangan Indonesia Serikat (NIS) yang demokratis tentara dengan mengatakan bahwa jaminan
di posisi yang sulit dan tidak menyenangkan
A.A. Maramis dan berdaulat.
plebisit yang diawasi PBB akan dilaksanakan
untuk melaksanakan perjanjian ini. Dalam
• Menteri Perhubungan 3. Rasionalisasi ekonomi dan angkatan darat di daerah tersebut. Maka, pasukan militer
224
pidatonya, Hatta berpendapat bahwa “dengan
Ir. Djuanda Republik. Indonesia sekitar 35.000 orang meninggalkan
menerima persetujuan Renville ini, kita banyak
• Menteri Penerangan kantong gerilya dan hanya tinggal sekitar 4.000
4. Perbaikan kerusakan yang ditimbulkan oleh mengalami kerugian dalam kenyataan dan
Mohammad Natsir 221 orang yang tidak mau dievakuasi, mayoritasnya
perang dan pendudukan Jepang. dalam perasaan, tetapi toh kita terima untuk
adalah anggota laskar Hizbullah. 225
• Menteri Kesehatan
Program tersebut dan proses pelaksanaannya ini menyatakan kepada dunia, bahwa kita bersedia
Johannes Leimena
disampaikan oleh Hatta kepada BP KNIP secara menyelesaikan persengketaan kita dengan Dalam melaksanakan perundingan dengan
• Menteri Perburuhan dan Sosial Belanda dengan jalan damai, asal satu hak
berkala. Menurut Hatta, tugas yang menanti Belanda, Hatta mendasarkan kebijakannya
Kusnan
segera pada saat itu adalah melaksanakan diakui oleh Belanda, yaitu kemerdekaan bangsa atas kondisi riil situasi internasional dan dalam
• Menteri Kehakiman persetujuan Renville dengan perantaraan Indonesia”. Hatta mulai melaksanakan syarat negeri yang dihadapi oleh Indonesia. Keadaan
223
226
Susanto Tirtoprodjo KTN. Perundingan akan diadakan berganti- perjanjian Renville yang paling kontroversial, politik dalam negeri tidak bisa diabaikan, tidak
222
• Menteri PP dan K ganti, tiga minggu di Jakarta dan tiga minggu di yakni pengakuan terhadap garis van Mook. hanya di wilayah Republik yang sah, tetapi juga
Ali Sastroamidjojo Kaliurang, Yogyakarta. Pasukan militer milik Republik terpaksa ditarik wilayah lain di Indonesia yang diduduki Belanda
140 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 141

