Page 175 - Perdana Menteri RI Final
P. 175

Hatta yang merasa tidak sejalan lagi dengan   dari PSI dan Masyumi, seperti Sjahrir,  Roem,
 visi dan kebijakan yang diambil Sukarno   dan Prawoto, yang dituduh terlibat dalam gerakan

 kemudian memutuskan mengundurkan diri   teror yang ingin membunuh Sukarno dalam
 sebagai wakil presiden. Hatta memilih menjadi   kunjungannya ke Makassar tahun 1962. Hatta lalu
 seorang warga negara biasa di mana ia bisa   berkirim surat ke Sukarno menentang penangkapan
 bebas berpendapat menyuarakan kegelisahan   ini:
 dan ketidaksetujuannya dengan langkah-
 “Kita selalu mengembor-gemborkan bahwa
 langkah yang diambil pemerintah apabila hal
 negara kita berdasarkan Pancasila, tetapi
 itu mengancam kedaulatan rakyat. Keputusan
 di mana keadilan, perikemanusiaan,
 pengunduran diri Hatta ini tentu saja
 mengagetkan  banyak  pihak.  Kepemimpinan   demokrasi yang sebenarnya. Adakah
 Dwitunggal yang dipercaya dan didamba oleh   demokrasi, kalau orang rata-rata merasa
 banyak pemimpin sipil, militer, nasional, dan   takut, harus tutup mulut, kritik tidak
                                                                                             Perdana Menteri RIS Mohammad Hatta meninjau
 daerah harus berakhir. Akhirnya, di penghujung   diperbolehkan, sehingga berbagai hal yang
                                                                                             kapal perang Hang Tuah di Surabaya.
 tahun 1950-an, Dwitunggal telah berubah   tidak dipertanggungjawabkan berlaku
                                                                                             Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
 menjadi Dwitanggal.  leluasa?” 265


 TERUS MEMIKIRKAN BANGSA   Karena kritik dan sikapnya yang keras terhadap   berusaha mencari kacamatanya supaya ia dapat   ekonomi pemerintah untuk membahas berbagai
 Sukarno ini,  Hatta  seringkali mendapatkan
               melihat kawan karibnya itu dengan jelas. Dua    masalah ekonomi. Namun, pemikiran ekonomi
 Setelah tidak mengemban jabatan sebagai wakil
 hambatan dalam menjalankan aktivitasnya.
               hari setelah pertemuan itu Sukarno meninggal    Hatta yang lebih ke arah sosialisme ekonomi
 presiden, Hatta kembali menjadi seseorang yang
 Ia  dilarang  pergi  Austria  tahun  1962  untuk
               dunia.                                          berseberangan dengan politik ekonomi Orde
 memperjuangkan keadilan sosial dan kedaulatan
 menghadiri  konferensi  kerjasama  ekonomi
                                                               Baru yang condong meneggakkan kapitalisme.
 rakyat. Hatta tidak segan-segan mengkritik Sukarno
 negeri-negeri non-komunis. Ia juga sempat   Transisi kekuasaan dari Demokrasi Terpimpin
 dalam  posisinya  sebagai  warga  biasa,  terutama
 dilarang untuk memberi kuliah di universitas   ke Orde Baru sempat menimbulkan harapan   Selain itu, Hatta juga kecewa dengan tidak
 mengingatkan betapa visi dan kepemimpinannya
 dan Sekolah Staf Komando Angkatan Bersenjata   bagi Hatta untuk membangun Indonesia lebih   membaiknya  iklim  demokrasi  di  masa
 telah melampaui jauh wewenang yang seharusnya   di  Bandung.  Meskipun  sering  berseberangan   tertib, damai, dan sejahtera. Hatta menyatakan   Orde Baru dibandingkan masa Demokrasi
 dimiliki dan telah melanggar nilai-nilai demokratis
 dengan Sukarno, Hatta tetap menganggap bahwa   bahwa  penting  untuk Indonesia kembali   Terpimpin. Keinginannya untuk mendirikan
 yang susah payah dibangun Indonesia sebelumnya.   Sukarno adalah sahabatnya. Ketika kondisi sakit   melakukan mekanisme pembagian kekuasaan   Partai Demokrasi Islam Indonesia bersama
 Hatta mengkritik sahabatnya tersebut tentang   Sukarno memburuk akibat tahanan rumah   yang sebelumnya tidak berjalan di masa Sukarno.   dengan para tokoh-tokoh aktivis Islam dilarang
 demokrasi terpimpin yang telah melenceng keluar   yang diberlakukan Orde Baru, Hatta meminta   Meskipun demikian, harapannya tersebut   oleh pemerintah. Hatta semakin ragu dengan
 jauh dari jalurnya dalam tulisannya  Demokrasi   izin untuk menjenguk bung besar. Pertemuan   berubah menjadi kekecewaan yang meningkat.   komitmen Soeharto menegakkan demokrasi

 Kita. Akibat tulisannya ini, Sukarno marah besar   dua proklamator itu berlangsung penuh haru,   Hal  ini ditumpahkan  Hatta  dalam  kritik-  ketika sepertiga jumlah anggota DPR diangkat
 dan membredel  Panji Masyarakat  yang pertama   Hatta menanyakan kabar Sukarno dan Sukarno   kritiknya terhadap pemerintahan Soeharto. Di   pada  pemilu 1971,  padahal  pemilu itu sendiri
 kali memuat tulisan itu. Hamka yang merupakan   membalasnya lemah dengan bahasa Belanda,   antara kritiknya pada pemerintah Orde Baru   merupakan mekanisme memilih wakil rakyat.
 pemimpin redaksi terbitan itu kemudian ditahan   “Hoe gaat het meet jou?”. Hatta duduk diam   adalah mengenai berubahnya jalan ekonomi   Pemilu yang diadakan pun tidak lepas dari
 karena mempublikasikan tulisan itu. Hatta juga   sambil memegang tangan Sukarno, pelan-pelan   yang ditempuh rezim dari dasar-dasar ekonomi   kritik Hatta karena dilakukan dengan penuh
 bersuara lantang atas penangkapan yang dilakukan   air matanya meleleh melihat kondisi Bung Karno   yang menjadi tujuan  raison d’etre Indonesia.   intimidasi dan berlangsung dengan tidak
 oleh  Sukarno terhadap  musuh-musuh  politiknya   yang memprihatinkan. Sementara, Sukarno   Mulanya  Hatta  ikut dilibatkan oleh tim   transparan dan demokratis. Hatta sempat





 162  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  163
   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180