Page 176 - Perdana Menteri RI Final
P. 176

duyun datang ke pemakaman Tanah Kusir          mengatakan hanya ada satu negeri yang
                                                                                                                                                  Jakarta untuk menghadiri pemakaman bekas       pantas menjadi negeriku, ia tumbuh dengan
                                                                                                                                                                             266
                                                                                                                                                  Wakil Presiden Moh. Hatta”.   Indira Gandhi    perbuatanku. Sejarah mencatat bahwa seluruh
                                                                                                                                                  mengirimkan satu surat belasungkawa yang di    hidup  Hatta  sepenuhnya  diabadikan  untuk

                                                                                                                                                  dalamnya menyebutkan Hatta sebagai “salah      kepentingan bangsanya dan menciptakan dunia
                                                                                                                                                  satu raksasa pelopor, yang bersama-sama        yang terbebas dari kolonialisme, imperialisme,
                                                                                                                                                  dengan ayah saya mengambil peran memimpin      dan menjunjung perdamaian. Atas riwayat
                                                                                                                                                  negeri mereka berjuang demi kemerdekaan        hidupnya, pantas baginya namanya bersanding
                                                                                                                                                  … bagi orang yang pernah mengenalnya, Dr.      dengan tokoh-tokoh besar dari Selatan lainnya
                                                                                                                                                  Hatta adalah seorang yang hangat dan ramah,    yang membebaskan dunia kolonial dari belenggu
                                                                                                                                                  yang sangat menaruh perhatian pada persoalan   imperium Barat dan membentuk negara-negara
                                                                                                                                                  yang dihadapi oleh negara Anda dan negara      baru modern di abad ke-20.
                                                                                                                                                  kami”.  267
      Mohammad Hatta memberikan ceramah di atas
      mimbar di tengah-tengah masyarakat.
                                                                                                                                                  PENUTUP
      Arsip Nasional Republik Indonesia
                                                                                                                                                  Sampai menjelang akhir hayatnya, Hatta tidak
                                                                                                                                                  pernah menutup mata kepada ketidakadilan,
                           diminta oleh pemerintah Orde Baru untuk        Indonesia, Hatta memaksakan diri untuk hadir                            ketidakmerdekaan,  dan ketidakdemokrasian.

                           menjadi penasihat komisi yang dimaksudkan      bahkan membacakan pidatonya. Ia mengkritik                              Secara konsisten, Hatta teguh membela prinsip-
                           untuk memberantas korupsi. Laporan komisi ini   para teknokrat ekonomi pemerintah yang                                 prinsip idealis yang diyakininya akan membawa
                           tentang urgensi pemberantasan korupsi memang   telah menyimpang dari dasar ekonomi yang                                Indonesia menuju kebahagiaan, kemakmuran,
                           menghasilkan UU Antikorupsi yang disetujui     ditetapkan konstitusi. Hatta menekankan sekali                          dan kesejahteraan. Tidak pernah ada kata takut
                           oleh parlemen. Namun, pemerintah bergeming     lagi  pentingnya  koperasi  dalam  pembangunan                          dalam dirinya memperjuangkan nilai-nilai itu,
                           untuk menindaklanjuti desakan komisi ini untuk   ekonomi Indonesia. Kritik terakhirnya terhadap                        meskipun Hatta tidak  memegang kekuasaan
                           mengadili orang-orang yang diduga melakukan    pemerintah  terjadi  di  tahun  1980  ketika  ia                        sama sekali dan berposisi sebagai warga biasa.
                           tindakan korupsi dan cenderung membiarkan      mendukung Kelompok Lima Puluh pimpinan                                  Semuanya dilakukan karena Hatta mencintai
                           korupsi berkembang masif.                      Nasution yang ingin melayangkan petisi kepada                           negeri yang ia perjuangkan kehadiraannya
                                                                          DPR tentang pengabaian Orde Baru terhadap                               ini. Ia tidak rela bila negeri ini jatuh ke dalam
                           Di akhir tahun 1970-an, kondisi kesehatan
                                                                          Pancasila dan UUD 1945.                                                 kondisi mengecewakan akibat salah urus
                           Hatta menurun: ia sering pingsan dan
                                                                                                                                                  kepemimpinan. Oleh sebab itu, baik Sukarno
                           jantungnya melemah. Kondisinya terpaksa        Pada tanggal 13 Maret 1980 kondisi kesehatan
                                                                                                                                                  dan Soeharto, selalu menerima pendapat dan
                           membatasi   kegiatan   dan   perjalanannya,    Hatta semakin kritis dan dirawat intensif di
                                                                                                                                                  kritik dari Hatta mengenai persoalan-persoalan
                           meskipun ia tetap ngotot untuk dibiarkan pergi   rumah sakit. Sehari setelahnya, tokoh bangsa
                                                                                                                                                  kebangsaan dan kenegaraan yang menurutnya
                           ke masjid. Acara terakhir yang dihadirinya     ini menghembuskan nafas terakhirnya di sisi
                                                                                                                                                  salah dikelola.
                           adalah Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi          keluarga  dan  sahabat-sahabat  terdekatnya.
                           Indonesia (ISEI) yang diadakan di Bogor bulan   Upacara  pemakamannya yang  mengundang                                 Mengutip  seorang  penyair  Rene  de  Clercq,
                           Juni 1979. Seolah menyadari bahwa inilah acara   banyak pelayat diberitakan oleh surat kabar                           Hatta menutup pidato pembelaannya yang
                           penting terakhirnya bertemu dengan ekonom      Asia Week: “Ribuan rakyat biasa berduyun-                               terkenal,  “Indonesia   Merdeka”,   dengan





                           164   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  165
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181