Page 438 - Perdana Menteri RI Final
P. 438

ia menjadi seorang nasionalis, ia tetap menjaga   Indonesia (Indonesische Studenten Vereniging                         Oleh karenanya, usahanya untuk mendapatkan     kedatangan Jepang dan tidak akan pernah balik
                                                                                                                                                                                                                     14
                           hubungan baik dan tidak melakukan diskriminasi   atau ISV). Walaupun Djuanda tidak pernah                              pekerjaan sebagai seorang insinyur, khususnya   kembali ke Indonesia.  Serta Moh. Enoch yang
                           berdasarkan identitas bangsa ataupun ras.      terjun masuk ke dalam politik, ia menjadi                               dalam dinas negara itu terpaksa ditunda. Di    akan menjadi Menteri Pekerjaan Umum di bawah
                                                                          aktif dalam perkumpulan mahasiswa yang                                  Jakarta, ia bertemu dan berteman dengan Otto   Kabinet Amir Syafruddin. Djuanda juga tertarik
                           Karena kemampuan matematikanya bagus,
                                                                          memiliki sifat politik ini. Wataknya yang                               Iskandar Dinata, seorang anggota  Volksraad    untuk mengembangkan organisasi pemuda dan
                           direktur HBS Dr. Ir. W.F. Gisolf mendorongnya
                                                                          mencari  keseimbangan  dan  penerimaan  semua                           dan pengurus dari organisasi Paguyuban         menjadi salah satu pemimpin dari  Padvinders
                           agar bisa melanjutkan studinya ke Technische   pihak ini secara alamiah menghindari sifat                              Pasundan. Atas rekomendasi dari Otto, maka     Organisatie Pasundan, yaitu organisasi kepanduan
                           Hogeschool Bandoeng atau Sekolah Tinggi
                                                                          konfrontasional yang dibutuhkan dalam politik.                          pada tahun 1934 Djuanda menjadi guru di AMS    atau kepramukaan untuk pemuda Pasundan.
                           Teknik Bandung (sekarang Institut Teknologi
                                                                          Hal ini merupakan karakteristik lain yang juga                          dan  Kweekschool  Muhammadiyah Jakarta. Di
                                                                                                                                                                                                 Fokus utama Paguyuban Pasundan adalah
                           Bandung). Djuanda mendaftarkan diri ke         akan selalu menemaninya dalam kehidupan dan
                                                                                                                                                  AMS Djuanda bekerja bersama dengan  Maria
                                                                                                                                                                                                 untuk perbaikan ekonomi kalangan orang-orang
                           Fakultas  Ilmu Bangun  Jalan  dan  Air  (Weg  en   karirnya sebagai seorang birokrat. Tak dapat                        Ulfah  Santoso, seorang  politisi  dan aktivis
                                                                                                                                                                                                 Sunda, mirip dengan pendekatan yang diambil
                           Waterbouwkunde) atau sekarang dikenal sebagai   dipungkiri bahwa kesadaran politiknya muncul                           perempuan terkemuka Indonesia. Maria berkata
                                                                                                                                                                                                 oleh Muhammadiyah ataupun Boedi Oetomo.
                           Teknik Jalanan dan Hidrolika bidang Teknik     pada masa ini. Ia sempat menjadi ketua ISV                              mengenai Djuanda: “ia merupakan seorang
                                                                                                                                                                                                 Pada Kongres ke-20 pada tahun 1935, paguyuban
                           Sipil dibawah Dr. Ir. Boomstra pada tahun      tahun 1930an. Di samping aktivitasnya di ISV,                           yang tenang, ramah dan tidak lekas marah dan
                                                                                                                                                                                                 ini menyerukan kebutuhan pendirian sebuah
                           1929, pada saat awal dari Depresi Ekonomi      fokus utama Djuanda tetap pada studinya. Ia                             selalu ‘in balance’.”  Meski berperan sebagai
                                                                                                                                                                   11
                                                                                                                                                                                                 bank untuk melayani kebutuhan kredit orang-
                           yang sangat berpengaruh terhadap kemakmuran    menyelesaikan studi selama empat tahun. Pada                            guru, Djuanda juga terlibat dalam organisasi
                                                                                                                                                                                                 orang  Sunda serta mendorong kotapraja untuk
                           Hindia Belanda. Ia memperoleh beasiswa karena   6 Mei 1933, ia lulus dengan gelar Insinyur Sipil                       Muhammadiyah.  12  Muhammadiyah      bukan
                                                                                                                                                                                                 mengeluarkan peraturan pelarangan lintah
                           prestasinya di HBS. Ada 39 mahasiswa pada      dengan tiga orang Indonesia lainnya.                                    organisasi politik melainkan organisasi sosial
                                                                                                                                                                                                 darat dan tindakan keras terhadap pelacuran,
                           tahun itu di fakultas itu dengan empat orang                                                                           tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian dari
                                                                          Pada masa HBS, ia berkenalan dengan Juliana                                                                            perkawinan anak serta penderitaan rakyat
                           pribumi dan dua orang Tionghoa, termasuk                                                                               tindakannya berbasis pada kesadaran identitasnya
                                                                          seorang guru HIS yang dikepalai ayahnya di                                                                             sebagai akibat dari malaise yang berkelanjutan.
                           Djuanda.  Sekolah  Teknik  itu  juga  merupakan                                                                        sebagai seorang bangsa Indonesia. Djuanda
                                                                          Cicalengka. Juliana merupakan gadis Sunda                                                                              Pada Desember 1939, Kongres Rakyat Indonesia
                           tempat Sukarno belajar menimba ilmu dan                                                                                menjadi guru di AMS Muhammadiyah selama 5
                                                                          dan anak dari Raden Wargadibrata. Djuanda                                                                              diselenggarakan di Jakarta dan Djuanda hadir
                           menjadi aktivis pergerakan nasional. Sukarno                                                                           tahun. Ketika ia keluar dari AMS, usianya telah
                                                                          bertemu dengan Juliana setiap kali ia pulang ke                                                                        sebagai perwakilan dari Paguyuban Pasundan.
                           yang  masuk  Sekolah  Teknik  pada  tahun  1920                                                                        beranjak menjadi 28 tahun. Keadaan ekonomi
                                                                          Cicalengka. Setelah lulus dari Sekolah Teknik,
                           dan belajar teknik sipil, merupakan kakak                                                                              yang membaik semenjak pertengahan tahun        Kongres  ini  mengambil  keputusan  akan
                                                                          Djuanda meminang Juliana pada tahun 1933.
                           kelas Djuanda. Iklim pergerakan nasional yang                                                                          1930an, mulai membuka kesempatan pekerjaan     pentingnya parlemen sejati di Indonesia, suatu
                           berkembang di sekolah ini turut berpengaruh                                                                            profesional.                                   tuntutan yang ditolak oleh Pemerintah Belanda.
                                                                          KARIR AWAL BIROKRASI & PERGERAKAN
                           dalam diri Djuanda.
                                                                          NASIONAL                                                                                                               Pada tahun 1939, insinyur Djuanda akhirnya
                                                                                                                                                  Pada  tahun  1934,  mengikuti  jejak  Otto
                           Berkembangnya rasa nasionalisme di kalangan    Djuanda menekuni diri dalam birokrasi semenjak                          Iskandardinata, Djuanda Kartawidjaja menjadi   diangkat menjadi pegawai di Dinas Perairan
                           mahasiswa didorong pula karena pengadilan      lulus Sekolah Teknik Bandung dan mendapatkan                            anggota dari Paguyuban Pasundan. Ia diangkat   Provinsi   (Provinciale  Waterstaat)  dalam

                           Sukarno pada tahun 1929 yang menelorkan        kepegawaian dalam dinas pemerintah kota                                 menjadi sekretaris dan berkenalan dengan       Departemen Pekerjaan Umum (Departement
                           pledoinya yang terkenal itu. Pada tahun 1930,   Batavia. Usianya baru 22 tahun ketika ia                               beragam tokoh seperti Lukman Djajadiningrat,   Verkeer en Waterstaat) yang berkantor di Bandung.
                           mahasiswa-mahasiswa Indonesia memutuskan       berangkat ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.                           sekretaris Departemen Pendidikan serta anggota   Pekerjaan dalam bidang  ini akan  akan  terus
                                                                                                                                                                    13
                           untuk keluar dari perkumpulan mahasiswa        Tetapi ia memasuki pasar pekerjaan justru pada                          dari Dewan Hindia  dan pembantu dari Dr.       digelutinya hingga masa-masa kemerdekaan
                           Sekolah Teknik Bandung (Bandung Studenten      pertengahan Depresi Ekonomi, yang efeknya                               Van Mook yang pada waktu sebelum kedatangan    sampai ia menjadi menteri dalam berbagai
                           Club) untuk mendirikan organisasi mahasiswa    dashyat terhadap perekonomian Indonesia                                 Belanda   merupakan   Kepala   Departemen      kabinet Republik Indonesia. Pada tahun 1940,
                           sebangsa bernama Perkumpulan Mahasiswa         yang sangat bergantung pada pasar dunia.                                Pendidikan. Lukman pergi ke Belanda sebelum    Djuanda sekeluarga pindah ke Bandung.





                           426   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  427
   433   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443