Page 434 - Perdana Menteri RI Final
P. 434

DJUANDA KARTAWIDJAJA:                                                                                                                 Indonesia, maka Djuanda bisa dianggap pula     seorang ambtenaar yang baik, pegawai

                                                                                                                                                  sebagai ibunya. Dia adalah orang yang praktis   yang technisch goed onderlegd (secara teknis
            Demokrasi Terpimpin dan                                                                                                               dan pragmatis dan pemahaman ekonominya itu     mempunyai dasar bagus). Bagaimanapun
                                                                                                                                                                             3
                                                                                                                                                  tidak dipengaruhi oleh ideologi.  Ia berperan pula
                                                                                                                                                                                                 juga ekses-ekses demokrasi terpimpin,
            Wawasan Nusantara                                                                                                                     dalam mengembangkan program pembangunan        Djuanda menurut sebagian peninjau
                                                                                                                                                  masyarakat, mendorong perkembangan ilmu
                                                                                                                                                                                                 politik masih tetap dapat digolongkan
                                                                                                                                                  pertanian serta pengembangan dari pendidikan
                                                                                                                                                                                                 sebagai orang yang fatsoenlijk atau
                                                                                                                                                  pertanian di IPB, berperan dalam pengembangan
                                                                                                                                                                                                         5
                                                                                                                                                                                                 sopan”.
                                                                                                                                                  ilmu administrasi publik serta lembaga-lembaga
                                                                                                                                                  pendidikannya, seperti pendirian Lembaga
                                                                                                                                                                                                 Sebagai tangan kanan Presiden Sukarno,
                                                                                                                                                  Administrasi Negara dan juga memiliki
                                                                                                                                                                                                 kematian Djuanda pada tahun 1963 memperlemah
                          “Di sinilah letak suatu tugas mulia bagi        kematiannya pada 7 November 1963. Seorang                               sumbangsih dalam pengakuan  internasional      Demokrasi Terpimpin dan kontrol Sukarno
                          pemerintah untuk menciptakan tenaga-            Menteri non-partai, Djuanda sering dilihat                              atas lautan nusantara di antara pulau-pulau    atas negaranya. Ir. Rooseno mengatakan bahwa
                          tenaga  pimpinan  bagi  masa  depan             sebagai tokoh yang tak mengancam, karena                                Indonesia yang dikenal dengan Deklarasi        tanpa Djuanda, maka Sukarno makin bergeser
                                                                          tidak  memiliki  basis  massa  ataupun  organisasi                      Djuanda. Deklarasi Djuanda ini diakui secara
                                                                                                                                                                                                                6
                          berhubung dengan politik, ekonomi dan                                                                                                                                  mendekati PKI  dan mendorong terjadinya
                                                                          politik dibelakangnya. Yang dimilikinya adalah                          internasional dan menjadi basis hukum untuk
                          sosial. Untuk  sementara  pemecahan                                                                                                                                    tragedi akhir kuasa Presidennya.
                                                                          integritas tinggi, loyalitas kuat, kepercayaan                          semua pernyataan kedaulatan laut oleh negara-
                          masalah ini  harus  dicari  dengan  upaya
                                                                          tinggi dan kemampuan bekerja dengan tanpa                               negara kepulauan lainnya mengikuti Indonesia.   Ketika Sumitro tiba di tanah air setelah
                          secara sadar untuk memberikan kepada
                                                                          perhitungan politik. Singkat kata, keteguhan                            Tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia modern    menjalankan tugas sebagai kuasa usaha Republik
                          para  akademisi Indonesia  kedudukan
                                                                          seorang profesional. Putera Sunda ini telah                             ini tak bisa dipahami tanpa mempertimbangkan   Indonesia di Amerika Serikat, Djuanda-lah yang
                          pimpinan dalam pemerintahan dan
                                                                          menempatkan jejaknya dalam begitu banyak                                peran-serta dan sumbangsih darinya.            menyambutnya langsung di pelabuhan Tanjung
                          kesempatan sebanyak mungkin baginya”.      1
                                                                          state-building pada masa awal kemerdekaan                                                                              Priok. Alasan keberhasilan karirnya dalam
                                                                                                                                                  Di buku suntingan menantu Djuanda, mantan
                          Djuanda Kartawidjaja                            Indonesia tetapi sumbangannya tidak tercermin                                                                          negara memang bisa dikarenakan kepandaian
                                                                                                                                                  kapolri dan ahli administrasi Prof. Awaloeddin
                                                                          dalam statusnya di buku-buku sejarah Indonesia.                                                                        bergaulnya, kesetia-kawanannya yang tinggi dan
                                                                                                                                                  Djamin, mantan Gubernur Jawa Barat Mashudi     keteguhannya untuk tidak membeda-bedakan
                           PENGANTAR                                      Benjamin  Higgins, ahli  ekonomi  yang bekerja                          mengatakan kepadanya bahwa hampir tak ada      orang berdasar pangkat ataupun golongan
                                                                                                                                                                                                                                            7
                           Djuanda Kartawidjaja adalah seorang birokrat   dengannya dalam kantor Biro Perantjang Negara                           yang kenal sosok dari Djuanda Kartawidjaja     serta posisinya sebagai orang non-partai. Ia
                           extraordinaire; ia menjabat sebagai Menteri    pada tahun 1950an dan membantu merancang                                padahal namanya menghiasi begitu banyak        dekat dengan semua grup dan bersedia untuk

                           semenjak 1946 di bawah Perdana Menteri Sutan   rencana lima tahun pertama Indonesia yang terbit                        jalanan, gedung, waduk, hutan lindung sampai   bekerja-sama kepada semua. Tetapi ia juga
                                                                                                                                                                                            4
                           Sjahrir, Amir Sjarifuddin, Mohammad Hatta,     pada tahun 1955, menyebut Djuanda sebagai                               bandara utama kota kedua terbesar Indonesia.    orang yang sangat setia, khususnya kepada
                           Mohammad Natsir, Sukiman Wirjosandjojo,        sosok non-partai yang mampu, tahan banting,                             Rosihan Anwar menulis dalam buku catatan       Sukarno sehingga menjadi sebagai tangan kanan
                           Wilopo dan Ali Sastroamidjojo. Ia lalu         berintegritas tinggi dan pada intinya orang                             hariannya  mengenai  Djuanda  pada hari        Presiden. Kesetiaannya kepada Presiden ini
                                                                                    2
                           melanjutkan karir menjadi Perdana Menteri      yang baik.  Djuanda berperan memang dalam                               kematiannya sebagai berikut:                   dipegangnya sebagai sebuah prinsip pribadi yang
                           pada kabinet kerja ekstra-parlementer. Posisi   membantu melahirkan generasi teknokrat utama                                                                          kuat; dialah Perdana Menteri yang mengirim
                                                                                                                                                  “Djuanda bukan  seorang  pemimpin
                           ini lanjut setelah pemberlakuan Demokrasi      Indonesia yang akan memiliki pengaruh besar                                                                            TNI untuk menyerang PRRI Permesta di
                                                                                                                                                  seperti  halnya Sukarno, Hatta, Sjahrir.
                           Terpimpin lewat Dekrit Presiden Sukarno pada   nanti dalam pertumbuhan ekonomi cemerlang                                                                              Sumatera, melarang partai Masyumi dan PSI
                           tahun 1959 sebagai Menteri Utama, posisi yang   Orde Baru. Jika Sumitro Djojohadikusumo                                Ia juga bukan volksleider, atau pemimpin       serta menangkap ataupun mengusir sesama
                           setara dengan Perdana Menteri, sampai dengan   dianggap sebagai bapak dari teknokrasi                                  rakyat. Ia lebih banyak merupakan              rekan dan temannya dalam pemerintahan serta





                           422   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  423
   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439