Page 435 - Perdana Menteri RI Final
P. 435
DJUANDA KARTAWIDJAJA: Indonesia, maka Djuanda bisa dianggap pula seorang ambtenaar yang baik, pegawai
sebagai ibunya. Dia adalah orang yang praktis yang technisch goed onderlegd (secara teknis
Demokrasi Terpimpin dan dan pragmatis dan pemahaman ekonominya itu mempunyai dasar bagus). Bagaimanapun
3
tidak dipengaruhi oleh ideologi. Ia berperan pula
juga ekses-ekses demokrasi terpimpin,
Wawasan Nusantara dalam mengembangkan program pembangunan Djuanda menurut sebagian peninjau
masyarakat, mendorong perkembangan ilmu
politik masih tetap dapat digolongkan
pertanian serta pengembangan dari pendidikan
sebagai orang yang fatsoenlijk atau
pertanian di IPB, berperan dalam pengembangan
5
sopan”.
ilmu administrasi publik serta lembaga-lembaga
pendidikannya, seperti pendirian Lembaga
Sebagai tangan kanan Presiden Sukarno,
Administrasi Negara dan juga memiliki
kematian Djuanda pada tahun 1963 memperlemah
“Di sinilah letak suatu tugas mulia bagi kematiannya pada 7 November 1963. Seorang sumbangsih dalam pengakuan internasional Demokrasi Terpimpin dan kontrol Sukarno
pemerintah untuk menciptakan tenaga- Menteri non-partai, Djuanda sering dilihat atas lautan nusantara di antara pulau-pulau atas negaranya. Ir. Rooseno mengatakan bahwa
tenaga pimpinan bagi masa depan sebagai tokoh yang tak mengancam, karena Indonesia yang dikenal dengan Deklarasi tanpa Djuanda, maka Sukarno makin bergeser
tidak memiliki basis massa ataupun organisasi Djuanda. Deklarasi Djuanda ini diakui secara
6
berhubung dengan politik, ekonomi dan mendekati PKI dan mendorong terjadinya
politik dibelakangnya. Yang dimilikinya adalah internasional dan menjadi basis hukum untuk
sosial. Untuk sementara pemecahan tragedi akhir kuasa Presidennya.
integritas tinggi, loyalitas kuat, kepercayaan semua pernyataan kedaulatan laut oleh negara-
masalah ini harus dicari dengan upaya
tinggi dan kemampuan bekerja dengan tanpa negara kepulauan lainnya mengikuti Indonesia. Ketika Sumitro tiba di tanah air setelah
secara sadar untuk memberikan kepada
perhitungan politik. Singkat kata, keteguhan Tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia modern menjalankan tugas sebagai kuasa usaha Republik
para akademisi Indonesia kedudukan
seorang profesional. Putera Sunda ini telah ini tak bisa dipahami tanpa mempertimbangkan Indonesia di Amerika Serikat, Djuanda-lah yang
pimpinan dalam pemerintahan dan
menempatkan jejaknya dalam begitu banyak peran-serta dan sumbangsih darinya. menyambutnya langsung di pelabuhan Tanjung
kesempatan sebanyak mungkin baginya”. 1
state-building pada masa awal kemerdekaan Priok. Alasan keberhasilan karirnya dalam
Di buku suntingan menantu Djuanda, mantan
Djuanda Kartawidjaja Indonesia tetapi sumbangannya tidak tercermin negara memang bisa dikarenakan kepandaian
kapolri dan ahli administrasi Prof. Awaloeddin
dalam statusnya di buku-buku sejarah Indonesia. bergaulnya, kesetia-kawanannya yang tinggi dan
Djamin, mantan Gubernur Jawa Barat Mashudi keteguhannya untuk tidak membeda-bedakan
PENGANTAR Benjamin Higgins, ahli ekonomi yang bekerja mengatakan kepadanya bahwa hampir tak ada orang berdasar pangkat ataupun golongan
7
Djuanda Kartawidjaja adalah seorang birokrat dengannya dalam kantor Biro Perantjang Negara yang kenal sosok dari Djuanda Kartawidjaja serta posisinya sebagai orang non-partai. Ia
extraordinaire; ia menjabat sebagai Menteri pada tahun 1950an dan membantu merancang padahal namanya menghiasi begitu banyak dekat dengan semua grup dan bersedia untuk
semenjak 1946 di bawah Perdana Menteri Sutan rencana lima tahun pertama Indonesia yang terbit jalanan, gedung, waduk, hutan lindung sampai bekerja-sama kepada semua. Tetapi ia juga
4
Sjahrir, Amir Sjarifuddin, Mohammad Hatta, pada tahun 1955, menyebut Djuanda sebagai bandara utama kota kedua terbesar Indonesia. orang yang sangat setia, khususnya kepada
Mohammad Natsir, Sukiman Wirjosandjojo, sosok non-partai yang mampu, tahan banting, Rosihan Anwar menulis dalam buku catatan Sukarno sehingga menjadi sebagai tangan kanan
Wilopo dan Ali Sastroamidjojo. Ia lalu berintegritas tinggi dan pada intinya orang hariannya mengenai Djuanda pada hari Presiden. Kesetiaannya kepada Presiden ini
2
melanjutkan karir menjadi Perdana Menteri yang baik. Djuanda berperan memang dalam kematiannya sebagai berikut: dipegangnya sebagai sebuah prinsip pribadi yang
pada kabinet kerja ekstra-parlementer. Posisi membantu melahirkan generasi teknokrat utama kuat; dialah Perdana Menteri yang mengirim
“Djuanda bukan seorang pemimpin
ini lanjut setelah pemberlakuan Demokrasi Indonesia yang akan memiliki pengaruh besar TNI untuk menyerang PRRI Permesta di
seperti halnya Sukarno, Hatta, Sjahrir.
Terpimpin lewat Dekrit Presiden Sukarno pada nanti dalam pertumbuhan ekonomi cemerlang Sumatera, melarang partai Masyumi dan PSI
tahun 1959 sebagai Menteri Utama, posisi yang Orde Baru. Jika Sumitro Djojohadikusumo Ia juga bukan volksleider, atau pemimpin serta menangkap ataupun mengusir sesama
setara dengan Perdana Menteri, sampai dengan dianggap sebagai bapak dari teknokrasi rakyat. Ia lebih banyak merupakan rekan dan temannya dalam pemerintahan serta
422 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 423

