Page 430 - Perdana Menteri RI Final
P. 430

53  Fakih, F. (2017). Strategies of Rent Seeking during The   decolonization of Indonesia. Leiden: Brill.                 Demokrasi. hlm. 168
                              Sukarno Period: Foreigners and Corruption, 1950–
                                                                          75  Ruth McVey (1971). “The Post-Revolutionary                          95  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                              1965. Lembaran Sejarah, 13(1).
                                                                              Transformation of the Indonesian Army”. Indonesia. no. 11.             Demokrasi¸ hlm. 172
                           54  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   h. 158 & 168.
                                                                                                                                                  96  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                              Demokrasi, p. 56.
                                                                          76  Chiara Formicchi (2012). Islam and the Making of the                   Demokrasi. hlm. 176
                           55  Fakih, F. (2014). The rise of the managerial state in Indonesia:   Nation. Leiden: Brill. h. 163-164.
                                                                                                                                                  97  Buchari Tamam (1993). “Anwar Haryono dalam lintasan
                              institutional transition during the early independence period.
                                                                          77  Remy Madinier (2015). Islam and Politics in Indonesia.                 pengenalanku”. Dalam Lukman Hakiem (ed). Perjalanan
                              1950-1965, p.
                                                                              Singapura: NUS Press. h. 160.                                          mencari keadilan dan persatuan. Biografi DR. Anwar
                           56  Winda Rizky Nur Lutfiana, “Usaha-Usaha Penggagalan                                                                    Haryono. Jakarta: Media Dakwah, h. 485.
                                                                          78  Achmad Mudjiono, “Kabinet Burhanuddin Harahap Tahun
                              Pemilihan Umum Pertama Tahun 1955”, Jurnal Avatara,
                                                                              1955-1956”, Jurnal Avatara, Vol. 5, No.3, Oktober 2017,             98  Ibid, Hal. 181-182
                              Volume 5, No. 1, Maret 2017, Halaman 72
                                                                              Halaman 698
                                                                                                                                                  99  Arrohman Prayitno eds. (2004). Ali Sadikin. Visi dan
                           57  Muhammad Yahya Selma, “Perjalanan Panjang Pemilu di
                                                                          79  De Preangerbode, 23 Maret 1956                                         Perjuangan sebagai Guru Bangsa, p. 166-168.
                              Indonesia”, Jurnal Konstitusi, Volume 1, No.1, Juni 2009,
                              Halaman 20
                                                                          80  Moehammad Roem yang akan memulai islah dengan
                           58  Goh Cheik Teng, Why Indonesia’s Attempt at Democracy   Mohammad Natsir dan pimpinan Masyumi pendukung
                              in the Mid-50s failed?” p. 234                  PRRI lainnya pada tahun 1960an, sebagai upaya untuk
                                                                              membangun kembali gerakan Masyumi. Hamdan Juhannis,
                           59  Remy Madinier (2015). Islam and Politics in Indonesia.   Moehammad Roem’s political activities and Islamic
                              Singapura: NUS Press. h. 125.                   political vision, disertasi di McGill University, Institute of
                                                                              Islamic Studies, 1999, h. 75. Lihat juga, Goh Cheng Teik,
                           60  Sandra Chambers Vaughn, Foreign Aid: its Impact on1950-
                                                                              p. 235.
                              Indonesian Political Development, 1950-1972, p. 46-47.
                                                                          81  Goh Cheik Teng, “Why Indonesia’s attempt at democracy
                           61  Kevin Fogg, Fate of Muslim Nationalism after
                                                                              in the 1950s failed?” h. 241.
                              Independence, p. 289.
                                                                          82  R.Z. Leirissa, 1991, PRRI PERMESTA: Strategi
                           62  Lukman Ramdhani Firmansyah, “Penyelenggaraan
                                                                              Membangun Indonesia Tanpa Komunis, Jakarta: Pustaka
                              Pemilihan Umum 1955”, Jurnal Avatara, Volume 1, No. 1,
                              Januari 2013, Halaman 55                        Utama Graffiti, h. 9
                                                                          83  Audrey Kahin (2005). Dari Pemberontakan ke Integrasi:
                           63  Kevin Fogg, Fate of Muslim Nationalism after
                              Independence, p. 290. Kelima belas distrik pemilih ini   Sumatera Barat dan Politik Indonesia. 1926-1998, Jakarta:
                                                                              Yayasan Obor. h. 270
                              adalah: Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera
                              Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa
                                                                          84  Ulf Sundhausen. 2002. Politik Militer Indonesia 1945-1967.
                              Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,
                                                                              Menuju Dwi-Fungsi ABRI, Jakarta: LP3ES, h. 193-194.
                              Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan,
                              Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara serta Maluku.  85  Suswanta. 2000. Keberanian Untuk Takut: Tiga Tokoh
                                                                              Masyumi dalam Drama PRRI, Yogyakarta: Avyrouz, h. 101
                           64  Kevin Fogg, Fate of Muslim Nationalism after
                              Independence, p.                            86  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                                                                              Demokrasi. 115-116
                           65  UU No. 7 Tahun 1953 Pasal 17
                                                                          87  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                           66  M.C. Rickleff, 1991, Sejarah Indonesia Modern, Yogyakarta:
                                                                              Demokrasi.119-120
                              Gadjah Mada University Press, Hal. 376
                                                                          88  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                           67  Herbert Feith, 1999, Pemilihan Umum 1955 di Indonesia.
                                                                              Demokrasi.102
                              Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Hal. 72
                                                                          89  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                           68  Ibid, halaman 76
                                                                              Demokrasi.131
                           69  Muhammad Yamin, 1954, Pembentukan dan Pembubaran
                                                                          90  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                              Uni, Jakarta: Bulan Bintang, Hal. 12
                                                                              Demokrasi.132
                           70  ANRI, Arsip Sekretariat Negara Kabinet Perdana Menteri
                                                                          91  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                              Tahun 1950-1959, No. 2234
                                                                              Demokrasi.138-139
                           71  ANRI, Arsip Sekretariat Negara Kabinet Perdana Menteri
                                                                          92  Badruzzaman Busyairi, 1989, Burhanuddin Harahap Pilar
                              Tahun 1950-1959, No. 2234
                                                                              Demokrasi, 163
                           72  Leeuwarder Courant, 3 Desember 1955
                                                                          93  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                           73  Friese Koerier, 18 Februari 1956.              Demokrasi. hlm. 165
                           74  J.T. Lindblad (2008). Bridges to new business: The economic   94  Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
                           418   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  419
   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435