Page 426 - Perdana Menteri RI Final
P. 426
Selama masa penahanan di RTM, Burhanuddin Mei 1966 bersama dengan 15 orang tahanan Indonesia. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia PENUTUP
96
bersama kelompok PRRI menghadapi persoalan lainnya oleh pemerintahan Orde Baru. sendiri sudah berdiri sejak tahun 1967 yang
Sebagai seorang pemimpin, Harahap
dengan kelompok komunis. Sejak kegagalan diketuai oleh Mohammad Natsir. Bersama
tidak dikenal akan sumbangan pemikiran
Kehadiran Burhanuddin disela-sela masyarakat,
pemberontakan komunis pada tahun 1965, dengan tokoh-tokoh Islam lainnya, Burhanuddin
intelektualnya. Ia tidak pernah menulis sebuah
khususnya masyarakat Masyumi nyatanya
beberapa dari mereka ditangkap dan ditahan, memberikan dakwah dan pemahaman agama
manifesto ataupun dianggap sebagai pemimpin
masih dibutuhkan. Banyak tokoh Masyumi dan
hingga kemudian mereka dipindahkan ke RTM Islam di Indonesia sampai akhir hayatnya di
intelektual ataupun spiritual daripada gerakan
masyarakat yang datang berkunjung ke rumah
dan dicampur dengan kelompok non komunis. tahun 1987. Tepat pada hari Minggu, 14 Juni
Islam modernis Indonesia, berbeda dengan
Burhanuddin di jalan Tebet Timur Raya No.
Semenjak kedatangan tahanan komunis, 1987, jam 09.30 pagi di RS. Harapan Kita,
beberapa teman pemimpin Masyumi lainnya.
43, Jakarta untuk berdiskusi mengenai masalah
perlakuan pemerintah terhadap tahanan Burhanuddin menghembuskan nafasnya karena
Tetapi sumbangsihnya memiliki pengaruh
pribadi atau persoalan agama. Burhanuddin 98
Masyumi berubah drastis. Jika sebelumnya akses serangan jantung yang dideritanya sejak 1976.
yang panjang dalam sejarah Indonesia. Ia
juga dipercaya menjadi pimpinan umum harian
untuk membaca surat kabar dan majalah tidak Mungkin sebagai tanda akhir dari semangat
merupakan seorang Perdana Menteri yang
Abadi oleh kawan-kawan Masyumi. Ini bagian
dibatasi, sejak kedatangan kelompok komunis hal demokratis Burhanuddin, pada tahun 1980, Ali
memulai beragam proses pelembagaan baru
tersebut dibatasi. Selain pembatasan akses surat dari usaha elit Masyumi untuk mengubah Sadikin beserta 49 warga negara RI terkemuka
dalam ketata-negaraan Indonesia; termasuk
kabar dan majalan, jam berkunjung tahanan juga. strategi dakwah dengan masuk ke dalam lainnya mengeluarken Petisi 50 yang menyatakan
yang pertama menyelenggarakan pemilu dan
Usaha-usaha dari Anak Agung Gde Agung dan masyarakat sipil ke dalam bentuk-bentuk yang keprihatinan atas janji Presiden Soeharto untuk
yang memulai usaha-usaha terstruktur dalam
beragam. Syafruddin mendirikan Himpunan
Mohammad Roem untuk memperbaiki kondisi mengkoreksi kesalahan ‘Orde Lama’ yang tidak
menghadapi permasalahan korupsi di Indonesia.
Usahawan Muslim Indonesia (HUSAMI), 99
tahanan Masyumi dari pemerintahan baru ini pernah terjadi.
Kegigihannya memperjuangkan penyelesaian
mengalami kesuksesan ketika Burhanuddin Prawoto Mangkusasmito mendirikan Serikat
dipindahkan kembali ke Wisma Keagungan Tani Islam Indonesia, Anwar Haryono Periode akhir kehidupan Burhanuddin terisi politis atas gerakan-gerakan separatis Indonesia
akan terwujud pada penyelesaian konflik DI TII
95
pada bulan Februari 1966 . memimpin Lembaga Islam untuk Penelitian dengan usaha pendekatan ke masyarakat dengan
dan Pengembangan Masyarakat, khususnya mengambil posisi pemimpin agama. Tetapi di Aceh yang tidak berbentuk serangan militer
Pemindahan Burhanuddin ke Wisma Keagungan berbeda dengan Mohammad Natsir yang sudah dan merupakan proses awal dari akomodasi dan
di bidang hukum, sementara Burhanuddin
dibarengi dengan perpindahan pemerintahan 97 semenjak tahun 1930an sering mengeluarkan integarsi Aceh ke dalam Republik Indonesia.
masuk ke usaha surat kabar. Harian Abadi
dari Sukarno ke Soeharto. Di Wisma Keagungan, adalah surat kabar Islam yang telah aktif sejak pendapatnya tentang agama dan hubungannya Keputusannya mendukung kepemimpinan
Burhanuddin dan 30 orang tahanan lainnya masa pemerintahan Sukarno. Sebuah harian dengan rasionalitas dan filsafat Barat, masyarakat AH Nasution sebagai pemimpin Kepala Staf
seperti M. Natsir, Mr. Sjafruddin, Mohammad yang dibredel oleh presiden Sukarno dan dan negara, Burhanuddin bukan seorang Angkatan Darat juga memiliki implikasi dalam
Roem, Prawoto Mangkusasmito, M. Yunan polemisis. Sedikit dari pemikiran dan pendapat mendorong menciptakan kisi-kisi kelembagaan
diperbolehkan kembali oleh presiden Soeharto.
Nasution, Kolonel Simbolon, V. Sumual, Burhanuddin yang tertulis ataupun tercetak Orde Baru lewat dwi-fungsi yang diberlakukan
Sejalan dengan apa yang selama ini dilakukan,
Anak Agung Gde Agung, Mochtar Lubis, dalam publikasi. Berbeda dengan Syafruddin Nasution. Pendekatan rasionalnya terhadap
harian Abadi kembali bersuara dengan
dan lainnya. Di Wisma Keagungan mereka Prawiranegara ataupun Jusuf Wibisono, ekonomi, posisinya yang pro-investasi asing
Burhanuddin sebagai pimpinan. Hingga
yang menjadi tahanan negara diberikan akses Burhanuddin tidak pernah mendorong ataupun dan pro-Barat ini akan ditiru pada zaman Orde
kemudian harian ini kembali mengalami
jenguk yang bebas, fasilitas membaca Koran dan mengeksplorasi ide-ide ekonomi Islam sebagai Baru oleh teknokrat yang, lewat posisi Sumitro
pembredelan untuk kedua kalinya pada tahun
majalah yang pada waktu itu didominasi oleh bagian dari pengaruh Islam Sosialis, walaupun Djojohadikusumo sebagai Menteri Keuangan,
1974 bersama dengan beberapa surat kabar
upaya pemberantasan komunis dan pengikutnya Burhanuddin aktif dalam SIS yang mendorong telah diberi kesempatan untuk bekerja dalam
lainnya.
oleh pemerintah Soeharto. Setelah mengalami pemikiran Islam Sosialis akibat dari patronase pemerintahannya. Tak dapat dipungkiri bahwa
beberapa kali pemindahan lokasi penahanan, Selepas harian Abadi dibredel, kehidupan HOS Tjokroaminoto. Ia hampir tidak pernah banyak pengamat, baik dari dalam maupun dari
serta kegagalan pemberontakan PKI pada tahun Burhanuddin lebih banyak diisi sebagai bagian memformulasikan pandangannya mengenai luar negeri, yang melihat bahwa kabinetnya
1965. Burhanuddin dibebaskan pada tanggal 20 dari pengurus pusat Dewan Dakwah Islamiyah Islam dalam ekonomi dan masyarakat. merupakan kabinet terbaik dalam sejarah
414 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 415

