Page 428 - Perdana Menteri RI Final
P. 428

kabinet-kabinet Demokrasi Liberal Indonesia    diterima dan tidak ambisius, hal tersebut tidak                         ENDNOTES
                           dalam hal kegigihannya memperjuangkan          serta menciptakan pemimpin lemah. Keyakinan

                           perbaikan tata-kelola negara serta mendorong   kuatnya akan lembaga demokrasi dan parlemen                             1   Burhanuddin Harahap, 1955, Keterangan Pemerintah tentang   dalam Far Eastern Survey, Vol. 24, no. 2, 1955, hlm. 17-24.
                                                                                                                                                     Program Kabinet, Kementerian Penerangan RI, hlm. 5.
                           demokratisasi dan perdamaian dalam Republik    untuk mendorong keputusan-keputusan yang                                                                               27  Goh Cheng Teik, “Why Indonesia’s attempt at democracy
                                                                                                                                                  2   Feith, H. (2009). The Wilopo Cabinet, 1952-1953: a turning   in the 1950s failed?”, hlm. 234.
                           Indonesia.                                     secara  politis  sulit  diterima  ini  menjadi  bukti                      point in post-revolutionary Indonesia. Equinox Publishing.
                                                                                                                                                                                                 28  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
                                                                          betapa kuatnya Ia sebagai salah satu Perdana                            3   Achmad Mudjiono, “Kabinet Burhanuddin Harahap Tahun   Demokrasi, hlm. 39-40.
                           Burhanuddin menghabiskan masa tuanya           Menteri terbaik Indonesia di tahun 1950an.                                 1955-1956”, Jurnal Avatara, Vol. 5, No.3, Oktober 2017,
                                                                                                                                                     hlm. 689                                    29  De Locomotief, 12 Agustus 1955
                           dalam posisinya sebagai pemimpin ummat.                                                                                                                               30  Java Bode, 8 Agustus 1955
                                                                                                                                                  4   Het Nieuwsblad voor Sumatra, 5 Agustus 1955
                           Hijrah yang dilakukannya ketika meninggalkan                                                                                                                          31  Iskandar Tedjasukmana, The Development of Labor Policy
                                                                                                                                                  5   Kevin Fogg, Indonesian Islamic Socialism and its South
                                                                                                                                                                                                     and Legislation in the Republic of Indonesia, p. 116-118.
                           Jawa untuk memulai pemerintahan tandingan                                                                                 Asian Roots, p. 1-17.
                                                                                                                                                                                                 32  Het Nieuwsblad voor Sumatra. 12 Agustus 1955.
                           Jakarta  di  Sumatera  Barat  memperkuat                                                                               6   Suswanta, 2000, Keberanian Untuk Takut: Tiga Tokoh
                                                                                                                                                     Masyumi dalam Drama PRRI, Yogyakarta: Avyrouz, hlm.   33  Deliar Noer, Partai Islam di Pentas Nasional.
                           kepercayaan  spiritualnya.  Dalam   kejaran                                                                               23
                                                                                                                                                                                                 34  Goh Cheik Teng, Why Indonesia’s Attempt at Democracy
                           TNI di hutan belantara Sumatera, ia bersama                                                                            7   Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   in the Mid-50s failed?” p. 234.
                                                                                                                                                     Demokrasi, p. 21.
                           dengan Mohammad Natsir dan Syafruddin                                                                                                                                 35  Surat Kabar De nieuwsgier, 12 Agustus 1955
                                                                                                                                                  8   Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
                           Prawiranegara seolah mengalami penguatan                                                                                  Demokrasi, p. 23-24.                        36  Wie, T. K. (2010). The debate on economic policy in newly-
                                                                                                                                                                                                     independent Indonesia between Sjafruddin Prawiranegara
                           kepercayaannya. Setelah ujian masuk penjara                                                                            9   Kevin Fogg, Muslim Nationalism after Independence, p.   and Sumitro Djojohadikusumo. Itinerario, 34(1), 35-56.
                                                                                                                                                     288.
                           dan pengintegrasian kembali di masyarakat,                                                                                                                            37  Salim, E. (2011). “Widjojo’s Invisible Hand”. Economics and
                                                                                                                                                  10  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   Finance in Indonesia, 59, h. 234-235.
                           Burhanuddin mencari posisi baru dalam                                                                                     Demokrasi, p. 27.
                                                                                                                                                                                                 38  Thomas Lindblad. (2010). “Economic growth and
                           masyarakat dan sistem politik Orde Baru yang                                                                           11  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   decolonization in Indonesia.” Itinerario, 24:1. h. 102.
                                                                                                                                                     Demokrasi, p. 28.
                           sama sekali baru dan asing baginya. Pencantuman                                                                                                                       39  Sandra Chambers Vaughn, Foreign Aid: its Impact on
                                                                                                                                                  12  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   1950s Indonesian Political Development, 1950-1972, p. 44.
                           namanya dalam Petisi 50 yang diprakarasi                                                                                  Demokrasi, p. 29-30.
                                                                                                                                                                                                 40  Thomas Lindblad, Economic growth and decolonization in
                           oleh Ali Sadikin dan tertera didalamnya nama                                                                           13  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   Indonesia, p.
                                                                                                                                                     Demokrasi, p. 33.
                           pemimpin-pemimpin politik, intelektual dan                                                                                                                            41  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
                                                                                                                                                  14  Achmad Mudjiono, “Kabinet Burhanuddin Harahap Tahun   Demokrasi, p. 52.
                           masyarakat zaman dahulu, menunjukkan bahwa                                                                                1955-1956”, Jurnal Avatara, Vol. 5, No.3, Oktober 2017,
                                                                                                                                                                                                 42  Sandra Chambers Vaughn, Foreign Aid: its Impact on1950-
                                                                                                                                                     Halaman 690.
                           dimasa-tuanya, kepercayaannya akan demokrasi                                                                                                                              Indonesian Political Development, 1950-1972, p. 44
                                                                                                                                                  15  Fogg, Fate of Muslim Nationalism after Independence, p.   43  Iskandar Tedjasukmana, The Development of Labor Policy
                           itu tetap menyala. Aktif dalam lembaga Dewan                                                                              94-95.
                                                                                                                                                                                                     and Legislation in the Republic of Indonesia, p. 229-231.
                           Dakwah Islamiah, ia tidak pernah memaksakan                                                                            16  Fogg, p. 94-95.
                                                                                                                                                                                                 44  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
                           pandangan politiknya dan kepercayaan agamanya                                                                          17  Deliar Noer, 1987, Partai Islam di Pentas Nasional, Jakarta:   Demokrasi, p. 54-55.
                                                                                                                                                     Pustaka Utama Grafiti. Hal. 102 - 105       45  Indri Astuti, “Politik Hukum Undang-Undang
                           kepada orang-orang lain, melainkan melakukan
                                                                                                                                                  18  Het Nieuwsblad voor Sumatra, 12 Juni 1952.     Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi”, Jurnal Forum Ilmu
                           usaha-usaha pembangunan ummat dalam                                                                                                                                       Sosial, Vol. 41 No.2 Desember 2014, Hal. 173
                                                                                                                                                  19  Het Nieuwsblad voor Sumatra. 9 Juli 1953.
                           koridor lembaga-lembaga demokratis. Walaupun                                                                                                                          46  De Nieuwsgier, 20 Agustus 1955
                                                                                                                                                  20  Java Bode. 15 Mei 1952.
                                                                                                                                                                                                 47  Algemeen Indisch dagblad, 27 Oktober 1955
                           pemikiran Burhanuddin relatif sederhana
                                                                                                                                                  21  De Preangerbode. 10 Juli 1953.
                                                                                                                                                                                                 48  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
                           dibandingkan    dengan     teman-temannya,
                                                                                                                                                  22  Nieuwsgier. Ochtenblad voor Indonesie. 20 Juli 1953.  Demokrasi, p. 55.
                           penghargaan  terhadap  Burhanuddin  terletak                                                                           23  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   49  De Telegraaf, 31 Agustus 1955.
                                                                                                                                                     Demokrasi, p. 38.
                           dalam tindakan-tindakannya. Perdana Menteri                                                                                                                           50  Het nieuwsblad voor Sumatra, 24 September 1955
                                                                                                                                                  24  Nieuwsgier. Ochtenblad voor Indonesie. 20 Juli 1953.
                           Burhanuddin  membuktikan  bahwa  walaupun                                                                                                                             51  Surat Kabar Java Bode, 23 September 1955
                                                                                                                                                  25  Tedjasukmana, The development of labor policy in
                           sistem parlementer cenderung mendorong                                                                                    Indonesia, h. 114.                          52  Pembelaan Iskaq Tjokrohadisurjo dapat dibaca dalam Iskaq
                                                                                                                                                                                                     Tjokroadisurjo. 1960. Rasa Keadilan Berbitjara. Pembelaan
                           pemilihan pemimpin yang paling netral, bisa                                                                            26  Justus van der Kroef, “Indonesia’s Economic Difficulties”   Iskaq Tjokroadisurmo, Dep.Pen/Prop DP PNI.



                           416   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  417
   423   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433