Page 425 - Perdana Menteri RI Final
P. 425

mencoba kembali melakukan pendekatan kepada   Berulangkali  kita  menyuarakan  itu,   pulau Jawa serta membatasi akses mereka dari   dari persoalan tersebut, Johan Arifin mendapat
 pusat yang bersimpati terhadap perjuangan   rupanya Jakarta marah. Maka dibomlah   pergaulan masyarakat luas. Mr. Sjafruddin   izin untuk tinggal bersama neneknya di Sidorejo,
 88
 daerah.       ditempatkan di Gunung Muria, Mr. Assaat di      Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan
 Padang.  Pemboman  itulah  yang
               daerah Kopeng, Natsir di Batu, dan Burhanuddin   sekolahnya .
                                                                         93
 melahirkan PRRI. Sebetulnya PRRI,
 Pertemuan demi pertemuan dilakukan oleh
               di Jatipohon. Jatipohon terletak sekitar 9
 itu merupakan pemerintah tandingan,
 tokoh militer dan sipil yang tergabung dalam                  Setelah mengalami karantina di Jatipohon,
               kilometer dari Grobogan, Jawa Tengah ke arah
 karena tidak mau mengakui kabinet
 pergolakan daerah di Sumatera untuk mencapai                  Burhanuddin dipindahkan ke Rumah Tahanan
               Utara dengan kontur jalanan yang mendaki
 kesepakatan dengan pusat tetapi hal tersebut tidak   Djuanda... saya mula-mula dicalonkan
               melewati hutan jati yang lebat. Wilayah ini     Militer (RTM) di Jakarta. Pemindahan
 mendapat respon yang baik dari pemerintah.   sebagai Menteri Dalam Negeri... Belum
               sangat sulit untuk diakses dengan kendaraan,    ini dilakukan setelah penanganan kasus
 Hingga kemudian pada tanggal 13 Februari 1958,   sempat dilantik, tahu-tahu kalangan
               kecuali pedati yang ditarik dengan sapi atau    Burhanuddin berpindah dari militer ke
 Perdana Menteri Djuanda menyatakan menolak   militer sendiri merubahnya. Saya   kerbau. Itupun dengan resiko menanggung   penanganan  sipil  yang  ditetapkan  di  kejaksaan
 segala tuntutan yang diajukan pimpinan daerah   masuk menjadi Menteri Pertahanan,   kerusakan bagian As roda karena melalui   Semarang. Setelah proses perpindahan karantina
 (Padang) serta melakukan pemutusan hubungan   92
 sedang Menteri Dalam Negei Djambek.   jalanan berbatu.  Di Jatipohon, Burhanuddin   tersebut, Burhanuddin dan istrinya (Badriyah)
 darat, laut, dan udara dengan Sumatera Tengah.
 Perubahan-perubahan  itu  pun  saya   ditempatkan di pesanggrahan milik Jawatan   berpisah. Badriyah sendiri berangkat menuju
 Pengumuman tersebut disertai dengan perintah
 tidak ikut berunding. Tidak diajak,   Kehutanan. Pesanggrahan tersebut terletak   Yogyakarta untuk mengurus anak mereka yang
 penangkapan Ahmad Husein, Zulkifli Lubis,
 kami lalu dilantik  di rumah Gubernur.   jauh dari rumah-rumah penduduk serta tempat   lebih dahulu tinggal bersama keluarganya di
 Simbolon, dan Dahlan Djambek dan pembekuan   ibadah. Satu-satunya gedung yang berada di
 Maka dihantamlah berkali-kali dengan                          Yogyakarta. Di Rumah Tahanan Militer (RTM),
 terhadap Komando Daerah Militer Sumatera   dekat pesanggrahan ialah Sekolah Rakyat (SR).
 roket. Dan karena terus dibom, militer                        Burhanuddin bertemu dengan rekan-rekan lain
 89
 Tengah.  Pengumuman ini mendapat jawaban   Burhanuddin tinggal bersama istri dan anaknya,
 bertindak. Saya sendiri tidak berbuat                         seperti Sumual, Husein, Mohammad Natsir, dan
 dari Letkol Ahmad Husein selaku Ketua Dewan
               Johan Arifin murid kelas empat SR.
 banyak. Apalagi sekarang keadaanya                            Simbolon. Mereka ditahan di RTM berdasarkan
 Perjuangan dengan memberikan tenggat waktu
 91
 hingga tanggal 15 Februari 1958 untuk melihat   perang. Militerlah yang berperang’”.    Kehidupan Burhanuddin di Jatipohon jauh   Perpres No.3 / 1962 yang berisi sebagai berikut;
 apakah  pemerintah  pusat  masih  bersikeras   dari apa yang dijanjikan oleh Nasution   “Guna  pengamanan  usaha-usaha
 Kekalahan  PRRI  Permesta  dengan  serangan
 dengan pendiriannya. Hingga kemudian di   sebelumnya. Akses dibatasi sampai desa saja,
 TNI berakhir dengan penangkapan pimpinan-                     mencapai tujuan revolusi berdasarkan
 tanggal 15 Februari 1958, berdirilah PRRI yang   padahal Nasution menjanjikan akses sampai
 pimpinannya, termasuk orang-orang terkemuka                   petunjuk     Presiden/Pemimpin       Besar
 ditandatangani oleh Letkol Ahmad Husein.   kecamatan. Pembatasan uang belanja sehari-
 Masyumi yang telah bergabung. Burhanuddin                     Revolusi,      Menteri/Jaksa        Agung
 Pendirian PRRI kemudian disertai dengan   hari, serta pembatasan pendidikan untuk
 dan tokoh lain seperti Mohammad Natsir terpaksa               berwenang  untuk menunjuk bagi  orang
 pembentukan kabinet dengan melibatkan   anaknya pada akhirnya membuat Burhanuddin
 mengungsi ke dalam hutan sebelum mereka
 Sjafruddin sebagai Perdana Menteri merangkap   menyurati Nasution di Jakarta. Setelah lama   terhadap siapa terdapat petunjuk-
 menyerahkan diri kepada tentara Republik.
 Menteri Keuangan. Mohammad Natsir sebagai   tidak dibalas suratnya, Burhanuddin mengirim   petunjuk bahwa ia akan mengganggu
 Kekalahan ini menandakan berakhirnya karir
 juru bicara, dan Burhanuddin sebagai Menteri   surat ke Pangdam Diponegoro di Semarang.   usaha mencapai tujuan revolusi, suatu
 politik Burhanuddin dan tokoh-tokoh lain.
 90
 Pertahanan merangkap Menteri Kehakiman.    Surat  yang  dikirim  Burhanuddin ke Semarang
                                                               tempat tertentu sebagai tempat berdiam
 Berkaitan dengan pendirian Pemerintahan   menghasilkan pengiriman guru ke Jatipohon
 KARIR PASCA-PRRI                                              sementara dan membawanya ke situ atau
 Revolusioner Republik Indonesia (PRRI),   untuk pendidikan anaknya. Tetapi hal tersebut
                                                               melarang untuk sementara orang tersebut
 Burhanuddin mengatakan:  Para tokoh yang terlibat pemberontakan PRRI   tidak berlangsung lama, karena Burhanuddin
                                                               bertempat  tinggal  dalam  suatu  daerah
 di Sumatera mendapat amnesti dari Presiden   tidak  tega  membiarkan  sang  guru  yang  masih
 “…Supaya kabinet diganti dan diangkat   Sukarno. Mereka kemudian “dikarantina”   gadis berjalan sejauh 6 kilometer setiap hari   atau sebagai suatu daerah tertentu dalam
 pemerintahan  yang  berwibawa.  secara terpisah di beberapa tempat terpencil di   melalu hutan jati yang rawan penyamun. Akibat   wilayah Indonesia”. 94





 412  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  413
   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430