Page 424 - Perdana Menteri RI Final
P. 424
mencoba kembali melakukan pendekatan kepada Berulangkali kita menyuarakan itu, pulau Jawa serta membatasi akses mereka dari dari persoalan tersebut, Johan Arifin mendapat
pusat yang bersimpati terhadap perjuangan rupanya Jakarta marah. Maka dibomlah pergaulan masyarakat luas. Mr. Sjafruddin izin untuk tinggal bersama neneknya di Sidorejo,
88
daerah. ditempatkan di Gunung Muria, Mr. Assaat di Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan
Padang. Pemboman itulah yang
daerah Kopeng, Natsir di Batu, dan Burhanuddin sekolahnya .
93
melahirkan PRRI. Sebetulnya PRRI,
Pertemuan demi pertemuan dilakukan oleh
di Jatipohon. Jatipohon terletak sekitar 9
itu merupakan pemerintah tandingan,
tokoh militer dan sipil yang tergabung dalam Setelah mengalami karantina di Jatipohon,
kilometer dari Grobogan, Jawa Tengah ke arah
karena tidak mau mengakui kabinet
pergolakan daerah di Sumatera untuk mencapai Burhanuddin dipindahkan ke Rumah Tahanan
Utara dengan kontur jalanan yang mendaki
kesepakatan dengan pusat tetapi hal tersebut tidak Djuanda... saya mula-mula dicalonkan
melewati hutan jati yang lebat. Wilayah ini Militer (RTM) di Jakarta. Pemindahan
mendapat respon yang baik dari pemerintah. sebagai Menteri Dalam Negeri... Belum
sangat sulit untuk diakses dengan kendaraan, ini dilakukan setelah penanganan kasus
Hingga kemudian pada tanggal 13 Februari 1958, sempat dilantik, tahu-tahu kalangan
kecuali pedati yang ditarik dengan sapi atau Burhanuddin berpindah dari militer ke
Perdana Menteri Djuanda menyatakan menolak militer sendiri merubahnya. Saya kerbau. Itupun dengan resiko menanggung penanganan sipil yang ditetapkan di kejaksaan
segala tuntutan yang diajukan pimpinan daerah masuk menjadi Menteri Pertahanan, kerusakan bagian As roda karena melalui Semarang. Setelah proses perpindahan karantina
(Padang) serta melakukan pemutusan hubungan 92
sedang Menteri Dalam Negei Djambek. jalanan berbatu. Di Jatipohon, Burhanuddin tersebut, Burhanuddin dan istrinya (Badriyah)
darat, laut, dan udara dengan Sumatera Tengah.
Perubahan-perubahan itu pun saya ditempatkan di pesanggrahan milik Jawatan berpisah. Badriyah sendiri berangkat menuju
Pengumuman tersebut disertai dengan perintah
tidak ikut berunding. Tidak diajak, Kehutanan. Pesanggrahan tersebut terletak Yogyakarta untuk mengurus anak mereka yang
penangkapan Ahmad Husein, Zulkifli Lubis,
kami lalu dilantik di rumah Gubernur. jauh dari rumah-rumah penduduk serta tempat lebih dahulu tinggal bersama keluarganya di
Simbolon, dan Dahlan Djambek dan pembekuan ibadah. Satu-satunya gedung yang berada di
Maka dihantamlah berkali-kali dengan Yogyakarta. Di Rumah Tahanan Militer (RTM),
terhadap Komando Daerah Militer Sumatera dekat pesanggrahan ialah Sekolah Rakyat (SR).
roket. Dan karena terus dibom, militer Burhanuddin bertemu dengan rekan-rekan lain
89
Tengah. Pengumuman ini mendapat jawaban Burhanuddin tinggal bersama istri dan anaknya,
bertindak. Saya sendiri tidak berbuat seperti Sumual, Husein, Mohammad Natsir, dan
dari Letkol Ahmad Husein selaku Ketua Dewan
Johan Arifin murid kelas empat SR.
banyak. Apalagi sekarang keadaanya Simbolon. Mereka ditahan di RTM berdasarkan
Perjuangan dengan memberikan tenggat waktu
91
hingga tanggal 15 Februari 1958 untuk melihat perang. Militerlah yang berperang’”. Kehidupan Burhanuddin di Jatipohon jauh Perpres No.3 / 1962 yang berisi sebagai berikut;
apakah pemerintah pusat masih bersikeras dari apa yang dijanjikan oleh Nasution “Guna pengamanan usaha-usaha
Kekalahan PRRI Permesta dengan serangan
dengan pendiriannya. Hingga kemudian di sebelumnya. Akses dibatasi sampai desa saja,
TNI berakhir dengan penangkapan pimpinan- mencapai tujuan revolusi berdasarkan
tanggal 15 Februari 1958, berdirilah PRRI yang padahal Nasution menjanjikan akses sampai
pimpinannya, termasuk orang-orang terkemuka petunjuk Presiden/Pemimpin Besar
ditandatangani oleh Letkol Ahmad Husein. kecamatan. Pembatasan uang belanja sehari-
Masyumi yang telah bergabung. Burhanuddin Revolusi, Menteri/Jaksa Agung
Pendirian PRRI kemudian disertai dengan hari, serta pembatasan pendidikan untuk
dan tokoh lain seperti Mohammad Natsir terpaksa berwenang untuk menunjuk bagi orang
pembentukan kabinet dengan melibatkan anaknya pada akhirnya membuat Burhanuddin
mengungsi ke dalam hutan sebelum mereka
Sjafruddin sebagai Perdana Menteri merangkap menyurati Nasution di Jakarta. Setelah lama terhadap siapa terdapat petunjuk-
menyerahkan diri kepada tentara Republik.
Menteri Keuangan. Mohammad Natsir sebagai tidak dibalas suratnya, Burhanuddin mengirim petunjuk bahwa ia akan mengganggu
Kekalahan ini menandakan berakhirnya karir
juru bicara, dan Burhanuddin sebagai Menteri surat ke Pangdam Diponegoro di Semarang. usaha mencapai tujuan revolusi, suatu
politik Burhanuddin dan tokoh-tokoh lain.
90
Pertahanan merangkap Menteri Kehakiman. Surat yang dikirim Burhanuddin ke Semarang
tempat tertentu sebagai tempat berdiam
Berkaitan dengan pendirian Pemerintahan menghasilkan pengiriman guru ke Jatipohon
KARIR PASCA-PRRI sementara dan membawanya ke situ atau
Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), untuk pendidikan anaknya. Tetapi hal tersebut
melarang untuk sementara orang tersebut
Burhanuddin mengatakan: Para tokoh yang terlibat pemberontakan PRRI tidak berlangsung lama, karena Burhanuddin
bertempat tinggal dalam suatu daerah
di Sumatera mendapat amnesti dari Presiden tidak tega membiarkan sang guru yang masih
“…Supaya kabinet diganti dan diangkat Sukarno. Mereka kemudian “dikarantina” gadis berjalan sejauh 6 kilometer setiap hari atau sebagai suatu daerah tertentu dalam
pemerintahan yang berwibawa. secara terpisah di beberapa tempat terpencil di melalu hutan jati yang rawan penyamun. Akibat wilayah Indonesia”. 94
412 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 413

