Page 419 - Perdana Menteri RI Final
P. 419

akan membahas tiga hal utama. Pembubaran Uni   Menteri Keuangan Sumitro Djojohadikusumo,   melainkan hubungan yang lazimnya dilakukan   yang akan berakibat pada pengambil-alihan
 Indonesia-Belanda, masalah hubungan ekonomi   Menteri Perekonomian I.J. Kasimo, Menteri   oleh dunia internasional dengan menempatkan   perusahaan Belanda secara sepihak pada tahun

 dan keuangan Indonesia-Belanda, dan yang   Kesehatan Dr. Leimena, Moh Roem dan Aroedji   perwakilannya di masing-masing negara.   1957 oleh serikat-buruh yang berafiliasi dengan
                                                                                             74
 terakhir ialah mengenai pembebasan wilayah   Kartawinata sebagai perwakilan perundingan   Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan bahwa   PKI dan nasionalisasi oleh negara.
 Irian Barat. 70  Indonesia-Belanda di Den Haag. Rombongan ini   semua hubungan antar negara harus didasarkan
 direncanakan berangkat ke Belanda setidaknya   kepada kebaikan dan perlakuan yang sama   BERAKHIRNYA KABINET BURHANUDDIN
 Pasca perundingan awal yang dilakukan oleh   pada tanggal 8 Desember 1955.   sebab Burhanuddin menilai bahwa selama ini
                                                               Beberapa keberhasilan pemerintahan kabinet
 Oetoyo Ramlan, kabinet Burhanuddin segera
               Uni Indonesia-Belanda tidak berjalan dengan
 mengadakan rapat kabinet untuk membahas   Dalam perundingan, pemerintah Belanda   Burhanuddin antara lain dalam memperbaiki
               semestinya.   Banyak    perjanjian-perjanjian,
 keberangkatan menteri kabinet dalam rangka   mengupayakan menyetujui point-point yang   hubungan dengan Angkatan Darat yang
               terutama dalam perjanjian ekonomi menghambat
 melanjutkan kembali perundingan yang telah   akan dibahas, tetapi tidak dengan persoalan   selama pemerintahan Ali Sastroamidjojo telah
               laju perekonomian Indonesia. Seperti yang telah
 Irian Barat. Pemerintah Belanda bahkan melalui                merenggang. Pada masa Kabinet Burhanuddin,
 dilakukan. Dalam sidang yang diadakan 6
               dijelaskan oleh Menteri Keuangan Indonesia,
 Perdana Menteri Luns bertolak ke New York                     Angkatan Darat sendiri sedang mengalami
 Desember 1955 tersebut disepakati satu instruksi
               Sumitro Djojohadikusumo. Sumitro menilai
 untuk menekan PBB agar tidak ikut campur                      transisi ke pimpinan baru setelah pengunduran
 kepada perwakilan pemerintah Indonesia yang
               bahwa membatalkan perjanjian antara Indonesia
 dalam permasalahan Irian Barat antara Indonesia               diri Kol. Bambang Sugeng yang mundur akibat
 akan berangkat ke Den Haag. Salah satu instruksi   dan Belanda tidak akan merugikan Indonesia,
 dan Belanda. Hal ini dilakukan pemerintah                     dari rasa ketidak-percayaannya terhadap niat
 yang disepakati ialah mengenai hubungan   asalkan tindakan yang diambil kemudian
 Belanda yang  diwakili  perdana menteri Luns                  pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan
 ekonomi antara Indonesia dan Belanda yang   dilaksanakan dengan benar. Sumitro juga
 karena pemerintah Belanda sadar bahwa pasca                   Angkatan Darat. Jabatan tersebut diincar
 dikenal sebagai perjanjian FINEC. Rapat sidang   menegaskan ia telah membuat rancangan untuk
 peristiwa Konferensi Asia-Afrika di Bandung,                  beberapa orang, termasuk Zulkifli Lubis dan
 memutuskan untuk menghapuskan perjanjian   hal ini serta akan dibahas oleh dewan moneter,
 Indonesia  berada  di  atas  angin  mengenai  Irian           A.H. Nasution, dua orang saingan berat dalam
 kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Belanda   keuangan, dan ekonomi .
                                    73
 Barat karena mendapatkan  dukungan  dari                      TNI.    Kabinet  Burhanuddin    mendukung
 yang selama ini dinilai merugikan pemerintah
 72
 Negara peserta Konferensi Asia-Afrika .  Berakhirnya Uni Indonesia-Belanda dengan   pengangkatan kembali A.H. Nasution sebagai
 Indonesia. Hal ini dipertegas dengan kebijakan
 statement of policy  mengenai penanaman modal   sendirinya merupakan salah satu keberhasilan   Kepala Stafff Angkatan Darat (KSAD) dengan
 Pada  tahun  1956,  setelah  masa-masa
 asing di Indonesia harus melalui kementerian   program kabinet Burhanuddin, meskipun   asumsi bahwa Nasution akan mendukung
 perundingan yang terjadi di Den Haag dan
               dalam beberapa kesempatan perundingan untuk     pemerintahan Masyumi. Nasution segera
 keuangan dan perekonomian yang terlebih
 Jenewa, Swiss tidak mendapatkan hasil
 71
 dahulu disetujui oleh kabinet .   membahas  persoalan  Irian  Barat  menemui   melaksanakan  serangkaian  reshuffle  dalam
 keputusan yang jelas bagi kedua belah pihak
               kebuntuan hingga pemerintahan Demokrasi         Angkatan Darat guna memperkuat posisinya
 selama periode 1950-1956, Pemerintahan
 Di lain sisi, upaya untuk menghapuskan perjanjian   Terpimpin Presiden Sukarno. Pembubaran Uni   dalam pimpinan pucuk tentara. Nasution
 kabinet Burhanuddin menyatakan bahwa
 Uni Indonesia-Belanda pada masa pemerintahan   Indonesia-Belanda menjadi salah satu program   menuduh Lubis melakukan pembangkangan
 hubungan  Indonesia-Belanda  berakhir  dengan
 kabinet Burhanuddin menemui permasalahan   kerja yang dinilai cukup berhasil dilakukan   tetapi ia menghilang. Golongan kiri, termasuk
 sendirinya.  Seperti  yang  ia ucapkan dalam
 dari koalisinya sendiri. Ketika partai Nahdlatul   oleh kabinet Burhanuddin periode 1955-1956.   PKI, menuduh Pemerintah Burhanuddin
 pidato radio yang disiarkan secara langsung
 Ulama menarik diri dalam delegasi pemerintahan   Penghapusan Uni Indonesia-Belanda merupakan   menyembunyikan  Zulkifli Lubis, walaupun
 diseluruh jaringan radio di Indonesia.
 ke Belanda. Hal ini tentu saja mempengaruhi   sebuah ironi dari mata banyak orang yang   Burhanuddin  mendukung  pengangkatan
                                                                       75
 kondisi politik di Indonesia yang dianggap   Dalam pidatonya, Burhanuddin mengatakan   menganggap bahwa Kabinet Burhanuddin akan   Nasution.  Pemecatan Zulkifli Lubis, Maludin
 Belanda menjadi sebuah kelemahan dalam   bahwa kabinetnya ingin mengakhiri kebencian   mengubah kebijakan-kebijakan Kabinet Ali   Simbolon dan lain-lain akan mendorong
 perundingan. Tetapi pemerintahan Burhanuddin   serta ketakutan antara kedua negara. Burhanuddin   yang anti-Belanda. Berakhirnya posisi khusus   terjadinya  pemberontakan  PRRI  dimana
 tetap dengan keputusannya meminta Menteri   menilai bahwa hubungan yang seharusnya terjadi   ini Belanda dalam ketata-negaraan Republik   Burhanuddin beserta pemimpin Masyumi
 Luar Negeri I Gde Agung Anak Agung,   ialah hubungan bilateral yang tidak mengikat,   Indonesia  ini  merupakan  pernyataan  simbolis   lainnya akan bergabung.




 406  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  407
   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424