Page 418 - Perdana Menteri RI Final
P. 418

akan membahas tiga hal utama. Pembubaran Uni   Menteri Keuangan Sumitro Djojohadikusumo,                               melainkan hubungan yang lazimnya dilakukan     yang akan berakibat pada pengambil-alihan
                           Indonesia-Belanda, masalah hubungan ekonomi    Menteri Perekonomian I.J. Kasimo, Menteri                               oleh dunia internasional dengan menempatkan    perusahaan Belanda secara sepihak pada tahun

                           dan keuangan Indonesia-Belanda, dan yang       Kesehatan Dr. Leimena, Moh Roem dan Aroedji                             perwakilannya di masing-masing negara.         1957 oleh serikat-buruh yang berafiliasi dengan
                                                                                                                                                                                                                                74
                           terakhir ialah mengenai pembebasan wilayah     Kartawinata sebagai perwakilan perundingan                              Lebih lanjut Burhanuddin mengatakan bahwa      PKI dan nasionalisasi oleh negara.
                           Irian Barat. 70                                Indonesia-Belanda di Den Haag. Rombongan ini                            semua hubungan antar negara harus didasarkan
                                                                          direncanakan berangkat ke Belanda setidaknya                            kepada kebaikan dan perlakuan yang sama        BERAKHIRNYA KABINET BURHANUDDIN
                           Pasca perundingan awal yang dilakukan oleh     pada tanggal 8 Desember 1955.                                           sebab Burhanuddin menilai bahwa selama ini
                                                                                                                                                                                                 Beberapa keberhasilan pemerintahan kabinet
                           Oetoyo Ramlan, kabinet Burhanuddin segera
                                                                                                                                                  Uni Indonesia-Belanda tidak berjalan dengan
                           mengadakan rapat kabinet untuk membahas        Dalam perundingan, pemerintah Belanda                                                                                  Burhanuddin antara lain dalam memperbaiki
                                                                                                                                                  semestinya.  Banyak     perjanjian-perjanjian,
                           keberangkatan menteri kabinet dalam rangka     mengupayakan menyetujui point-point yang                                                                               hubungan dengan Angkatan Darat yang
                                                                                                                                                  terutama dalam perjanjian ekonomi menghambat
                           melanjutkan kembali perundingan yang telah     akan dibahas, tetapi tidak dengan persoalan                                                                            selama pemerintahan Ali Sastroamidjojo telah
                                                                                                                                                  laju perekonomian Indonesia. Seperti yang telah
                                                                          Irian Barat. Pemerintah Belanda bahkan melalui                                                                         merenggang. Pada masa Kabinet Burhanuddin,
                           dilakukan. Dalam sidang yang diadakan 6
                                                                                                                                                  dijelaskan oleh Menteri Keuangan Indonesia,
                                                                          Perdana Menteri Luns bertolak ke New York                                                                              Angkatan Darat sendiri sedang mengalami
                           Desember 1955 tersebut disepakati satu instruksi
                                                                                                                                                  Sumitro Djojohadikusumo. Sumitro menilai
                                                                          untuk menekan PBB agar tidak ikut campur                                                                               transisi ke pimpinan baru setelah pengunduran
                           kepada perwakilan pemerintah Indonesia yang
                                                                                                                                                  bahwa membatalkan perjanjian antara Indonesia
                                                                          dalam permasalahan Irian Barat antara Indonesia                                                                        diri Kol. Bambang Sugeng yang mundur akibat
                           akan berangkat ke Den Haag. Salah satu instruksi                                                                       dan Belanda tidak akan merugikan Indonesia,
                                                                          dan Belanda. Hal ini dilakukan pemerintah                                                                              dari rasa ketidak-percayaannya terhadap niat
                           yang disepakati ialah mengenai hubungan                                                                                asalkan tindakan yang diambil kemudian
                                                                          Belanda yang  diwakili  perdana menteri Luns                                                                           pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan
                           ekonomi antara Indonesia dan Belanda yang                                                                              dilaksanakan dengan benar. Sumitro juga
                                                                          karena pemerintah Belanda sadar bahwa pasca                                                                            Angkatan Darat. Jabatan tersebut diincar
                           dikenal sebagai perjanjian FINEC. Rapat sidang                                                                         menegaskan ia telah membuat rancangan untuk
                                                                          peristiwa Konferensi Asia-Afrika di Bandung,                                                                           beberapa orang, termasuk Zulkifli Lubis dan
                           memutuskan untuk menghapuskan perjanjian                                                                               hal ini serta akan dibahas oleh dewan moneter,
                                                                          Indonesia  berada  di  atas  angin  mengenai  Irian                                                                    A.H. Nasution, dua orang saingan berat dalam
                           kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Belanda                                                                         keuangan, dan ekonomi .
                                                                                                                                                                       73
                                                                          Barat karena mendapatkan  dukungan  dari                                                                               TNI.    Kabinet   Burhanuddin    mendukung
                           yang selama ini dinilai merugikan pemerintah
                                                                                                             72
                                                                          Negara peserta Konferensi Asia-Afrika .                                 Berakhirnya Uni Indonesia-Belanda dengan       pengangkatan kembali A.H. Nasution sebagai
                           Indonesia. Hal ini dipertegas dengan kebijakan
                           statement of policy  mengenai penanaman modal                                                                          sendirinya merupakan salah satu keberhasilan   Kepala Stafff Angkatan Darat (KSAD) dengan
                                                                          Pada    tahun   1956,   setelah  masa-masa
                           asing di Indonesia harus melalui kementerian                                                                           program kabinet Burhanuddin, meskipun          asumsi bahwa Nasution akan mendukung
                                                                          perundingan yang terjadi di Den Haag dan
                                                                                                                                                  dalam beberapa kesempatan perundingan untuk    pemerintahan Masyumi. Nasution segera
                           keuangan dan perekonomian yang terlebih
                                                                          Jenewa, Swiss tidak mendapatkan hasil
                                                    71
                           dahulu disetujui oleh kabinet .                                                                                        membahas  persoalan  Irian  Barat  menemui     melaksanakan  serangkaian  reshuffle  dalam
                                                                          keputusan yang jelas bagi kedua belah pihak
                                                                                                                                                  kebuntuan hingga pemerintahan Demokrasi        Angkatan Darat guna memperkuat posisinya
                                                                          selama periode 1950-1956, Pemerintahan
                           Di lain sisi, upaya untuk menghapuskan perjanjian                                                                      Terpimpin Presiden Sukarno. Pembubaran Uni     dalam pimpinan pucuk tentara. Nasution
                                                                          kabinet Burhanuddin menyatakan bahwa
                           Uni Indonesia-Belanda pada masa pemerintahan                                                                           Indonesia-Belanda menjadi salah satu program   menuduh Lubis melakukan pembangkangan
                                                                          hubungan  Indonesia-Belanda  berakhir  dengan
                           kabinet Burhanuddin menemui permasalahan                                                                               kerja yang dinilai cukup berhasil dilakukan    tetapi ia menghilang. Golongan kiri, termasuk
                                                                          sendirinya.  Seperti  yang  ia ucapkan dalam
                           dari koalisinya sendiri. Ketika partai Nahdlatul                                                                       oleh kabinet Burhanuddin periode 1955-1956.    PKI, menuduh Pemerintah Burhanuddin
                                                                          pidato radio yang disiarkan secara langsung
                           Ulama menarik diri dalam delegasi pemerintahan                                                                         Penghapusan Uni Indonesia-Belanda merupakan    menyembunyikan  Zulkifli Lubis, walaupun
                                                                          diseluruh jaringan radio di Indonesia.
                           ke Belanda. Hal ini tentu saja mempengaruhi                                                                            sebuah ironi dari mata banyak orang yang       Burhanuddin     mendukung      pengangkatan
                                                                                                                                                                                                          75
                           kondisi politik di Indonesia yang dianggap     Dalam pidatonya, Burhanuddin mengatakan                                 menganggap bahwa Kabinet Burhanuddin akan      Nasution.  Pemecatan Zulkifli Lubis, Maludin
                           Belanda menjadi sebuah kelemahan dalam         bahwa kabinetnya ingin mengakhiri kebencian                             mengubah kebijakan-kebijakan Kabinet Ali       Simbolon dan lain-lain akan mendorong
                           perundingan. Tetapi pemerintahan Burhanuddin   serta ketakutan antara kedua negara. Burhanuddin                        yang anti-Belanda. Berakhirnya posisi khusus   terjadinya  pemberontakan   PRRI     dimana
                           tetap dengan keputusannya meminta Menteri      menilai bahwa hubungan yang seharusnya terjadi                          ini Belanda dalam ketata-negaraan Republik     Burhanuddin beserta pemimpin Masyumi
                           Luar Negeri I Gde Agung Anak Agung,            ialah hubungan bilateral yang tidak mengikat,                           Indonesia  ini  merupakan  pernyataan  simbolis   lainnya akan bergabung.




                           406   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  407
   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423