Page 416 - Perdana Menteri RI Final
P. 416

desa, para pejabat, tuan tanah, atau atasan    PNI serta para pembantunya di Jawa Tengah dan                           Burhanuddin   Harahap;    yaitu  pemutusan     membahas kemungkinan pembubaran Uni
                           lainnya. Bagaimanapun juga pemilu tahun        Jawa Timur.                                                             hubungan Indonesian-Belanda yang tergabung     Indonesia-Belanda di Den Haag. Pertemuan

                           1955  merupakan satu  tonggak  sejarah  baru                                                                           dalam Uni-Indonesia Belanda yang disepakati    ini kemudian menghasilkan keputusan untuk
                                                                          Pada  akhirnya,  perolehan  suara  pemilu  tahun
                           bagi kelangsungan demokrasi Indonesia karena                                                                           pada saat Konferensi Meja Bundar di Den        mempertemukan kembali pejabat pemerintahan
                                                                          1955 menunjukkan empat partai yang memiliki
                           pemilihan umum tersebut menawarkan pilihan                                                                             Haag pada tahun 1949. Salah satu kebijakan     yang bertanggungjawab dari kedua negara untuk
                                                                          jumlah kursi di parlemen lebih dari 8 kursi yakni
                           yang paling bebas di antara sederet partai-partai                                                                      luar negeri tersebut ialah mempertimbangkan    membahas hal-hal pembubaran Uni Indonesia-
                                                                          PNI, Masyumi, NU, dan PKI. Ini merupakan
                                                                                                                                                                                                                                   69
                           yang jumlahnya tidak dibatasi. 66                                                                                      kembali hubungan Indonesia-Belanda yang        Belanda pada tahun-tahun berikutnya .
                                                                          partai-partai terbesar di Indonesia. Hasil
                                                                                                                                                  selama  ini  dinilai  tidak  menguntungkan bagi
                           Herbert Feith dalam buku Pemilihan Umum 1955   pemilihan ini mengejutkan pimpinan Masyumi                                                                             Perundingan tahun 1954 nyatanya dijadikan
                                                                                                                                                  pihak Indonesia. Hubungan yang bertahan
                           di Indonesia menyatakan bahwa terdengar desas   karena perkiraan bahwa pemilihan ini akan                                                                             satu momentum oleh Ali Sastroamidjojo
                                                                                                                                                  sejak pelaksanaan Konferensi Meja Bundar
                           desus yang mengabarkan bahwa akan ada upaya    memperkuat legitimasi mereka atas pemerintahan                                                                         untuk  kembali  berjuang  membubarkan  Uni
                                                                                                                                                  tahun 1949 ini sejatinya ingin dihapuskan sejak
                           penggagalan pemilu di Indonesia. Di beberapa   serta menunjukkan ummat mereka sebagai                                                                                 Indonesia-Belanda.  Pada tahun 1955, di saat
                                                                                                                                                  masa kabinet Natsir, Sukiman, Wilopo, dan Ali
                           tempat di pulau Jawa terdapat kabar yang       pemilih demokratis  Indonesia terbesar telah                                                                           pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika di Bandung.
                                                                                                                                                  Sastroamidjojo periode pertama. Bisa dikatakan
                           menceritakan ada  upaya menawarkan ramuan      terpatahkan. Hal ini juga mengejutkan kaum                                                                             Ali   Sastroamidjojo  kembali    mengungkit
                                                                                                                                                  secara tidak langsung upaya pembubaran
                           khusus untuk kekebalan tubuh. Hal ini terjadi   administrator  dan  teknokrat,  yang  tergabung                                                                       permasalahan Irian Barat antara Indonesia dan
                                                                                                                                                  hubungan ini dikarenakan Indonesia ingin
                           karena ada beberapa cerita yang berkembang     dalam PSI dan Masyumi. PSI mendapatkan suara                                                                           Belanda di depan peserta Konferensi Asia Afrika
                                                                                                                                                  menyatukan wilayah  Irian  Barat  ke  dalam
                           bahwa  hampir  semua  daerah  di  pulau  Jawa   yang amat sedikit dan sehingga posisi mereka di                                                                       tersebut. Walaupun kehadiran peserta Konferensi
                                                                                                                                                  wilayah Indonesia secara geografis. Maka dari
                           akan  mengalami  keracunan saat  menjelang     parlemen hampir terhapuskan. Harapan kaum                                                                              Asia-Afrika tidak mewakili kepentingan PBB
                                                                                                                                                  itu kebijakan pembubaran Indonesia-Belanda
                           atau bahkan sesudah pemilihan umum anggota     administrator bahwa pemilu akan memperkuat                                                                             (karena tidak mencapai kuorum) akan tetapi
                                                                                                                                                  ini mendapatkan perhatian banyak dari perdana
                                   67
                           Parlemen.  Selain kabar tersebut, upaya        koalisi Masyumi-PSI dan melegitimasi usaha-                                                                            peristiwa ini menjadi langkah positif yang
                                                                                                                                                  menteri sebelum Burhanuddin Harahap.
                           menakut-nakuti masyarakat juga terjadi pada saat   usaha pemerintahan Harahap untuk melanjutkan                                                                       nantinya akan dilanjutkan oleh Burhanuddin.
                           pemungutan suara. Banyak dari masyarakat yang   serangkaian reformasi dalam ekonomi dan                                Pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo, proses   Dalam salah satu sidang kabinet pada tanggal 14
                           percaya bahwa memilih adalah sebuah upaya      hukum guna menjadi basis ekonomi yang kuat,                             pembubaran Uni Indonesia-Belanda mengalami     dan 20 September 1955, kabinet Burhanuddin
                                                                          serta mendorong penguatan posisi Islam dalam
                           untuk menghilangkan rasa takut dari ancaman                                                                            perkembangan yang cukup signifikan. Menurut    telah menyetujui adanya garis besar politik yang
                           mendapatkan   hukuman,    karena   memilih     negara, tampak pupus sudah. Usaha Masyumi                               Mohammad Yamin, upaya untuk melepaskan         ditunjukkan kepada Belanda dan Australia yang
                           adalah kewajiban. Feith juga menyatakan        untuk menempatkan Islam sebagai basis negara                            perjanjian Indonesia-Belanda ini menjadi       berkaitan erat dengan Papua Barat. Langkah yang
                                                                          dalam Dewan Konstituante tampak tergoyahkan.
                           bahwa daerah yang terbebas dari desas-desus                                                                            pertimbangan sejak tidak lancarnya perjanjian Uni   diambil kabinet Burhanuddin adalah menugaskan
                                                                          Sementara itu tampak pula di kalangan ekonom
                           tersebut pemilih merasa takut dimarahi lurah                                                                           Indonesia-Belanda pada tahun 1950. Salah satu   R. Oetoyo Ramelan Duta Besar Indonesia di
                           dan pejabat desa lainnya kalau tidak datang    dan teknokrat yang sedang muncul bahwa proses                           alasan ketidak-lancaran Uni Indonesia-Belanda   Belanda sebagai delegasi awal ke Den Haag untuk
                                                                          demokrasi tidak memberikan mereka kondisi
                           memberikan suaranya. Ketakutan mereka jauh                                                                             terletak  pada ketidak-inginan Belanda untuk   menyiapkan perundingan-perundingan yang
                                                                          yang paling efisien untuk mendorong terjadinya
                           lebih bertambah ketika mereka percaya bahwa                                                                            membuka diskusi yang berarti mengenai posisi   diperlukan. Delegasi ini berangkat pada tanggal 18
                                                                          pembangunan.
                           para  pemimpin partai  yang  sudah  mendatangi                                                                         Papua atau Irian Barat. Pada waktu itu, Papua   November 1955. Apabila Oetoyo sebagai delegasi
                           mereka dengan harapan meminta suara mereka                                                                             masih ada di tangan Belanda dan Indonesia merasa   awal berhasil menjalankan tugasnya untuk
                                                                          KEBIJAKAN LUAR NEGERI–HUBUNGAN
                           akan memarahi penduduk yang tidak datang ke                                                                            bahwa Papua merupakan wilayah terakhirnya      membuka jalan perundingan serta memeriksa
                                                                          INDONESIA-BELANDA
                                                    68
                           tempat pemungutan suara.  Beberapa tempat                                                                              yang  masih  dijajah.  Pada  pertengahan tahun   apakah pemerintahan Belanda juga menginginkan
                           yang terindikasi melakukan pemaksaan pemilu    Salah satu pengambilan kebijakan yang                                   1954 dilangsungkan konferensi yang dihadiri    konferensi tersebut, maka perundingan setingkat
                           terjadi di Aceh dan Jawa Barat oleh Masyumi,   paling signifikan dalam hubungan luar negeri                            oleh Mr. Sunario perwakilan dari Indonesia     menteri akan segera dilakukan setelahnya.
                           dan intimidasi yang dilakukan oleh lurah-lurah   Indonesia terjadi justru pada saat Kabinet                            serta Mr. Luns perwakilan dari Belanda untuk   Perundingan setingkat menteri ini rencananya





                           404   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  405
   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421