Page 411 - Perdana Menteri RI Final
P. 411

guna memulai kembali hubungan kerjasama   Hal ini disebabkan karena meningkatnya nilai   Draf Undang Undang Anti-Korupsi Abbas   aparatur sipil negara untuk membeberkan harta
 ekonomi dengan Barat. Hubungan dengan   impor dari Amerika Serikat dan negara-negara   telah berhasil diselesaikan pada bulan Juni 1955,   dan kekayaan serta mendirikan pengadilan

 Barat telah meluruh di bawah pemerintahan   Barat akibat pertumbuhan ekonomi yang tinggi,   tetapi tidak pernah disahkan sebelum kejatuhan   khusus untuk menangani kasus korupsi serta
 43
 Ali Sastroamidjojo. Burhanuddin bahkan tidak   serta pengurangan uang rupiah.  Tak dapat   Kabinet Ali Pertama tersebut. Pemberantasan   sebuah badan yang bertugas untuk melakukan
 mengangkat masalah Irian Barat pada Sidang   dipungkiri bahwa kebijakan-kebijakan Kabinet   korupsi  dijalankan  pemerintah  Burhanuddin   investigasi kekayaan pribadi. Pengadilan khusus
 Umum PBB tahun 1955. Tapi Belanda tetap   Harahap telah menunjukkan potensi ekonomi   sebagai  upaya  mengembalikan  kembali  ini  didirikan  di  Jakarta,  Surabaya,  Medan  dan
 bersikap bermusuhan dengan Indonesia. Di   Indonesia untuk tumbuh dibawah kebijakan yang   kepercayaan serta kewibawaan pemerintah di   Makassar dan dalam kasus besar ditangani
 saat yang lain ada banyak tuduhan dalam negeri   pro-pasar dan pro-investasi asing, tapi kebijakan   depan masyarakat, dan tentara yang selama ini   oleh beberapa hakim kolegial. Pada akhir bulan
 bahwa pemerintahannya terlalu mengiba pada   ini tidak akan diteruskan oleh kabinet Ali Kedua   menganggap pemerintahan parlementer terlalu   Juli 1955, Kabinet Burhanuddin mengarahkan
 42
 Barat.  Pada akhirnya, kondisi-kondisi ini   ataupun oleh Kabinet Karya di bawah PM   lemah. 45  Corps Polisi Militer (CPM) untuk melakukan
 menyebabkan Burhanuddin  menggeser  haluan   Djuanda Kartawidjaja  dan  Negara  Demokrasi   penanganan dan penangkapan orang-orang
               Dalam pernyataan-pernyataan publik, Burhanuddin
 dan menjadi bersikap anti-Belanda. Hal ini nanti   Terpimpin Sukarno.   berprofil tinggi.
               mendorong  peperangan  melawan  korupsi  dan
 berakhir dengan pemutusan Uni-Indonesia-
 Belanda.  PEMBERANTASAN KORUPSI   bertindak tanpa pandang bulu. Hal ini diperkuat   Pada  bulan  Agustus,  beberapa  orang
               dengan kebijakan Menteri Keuangan Sumitro       ditangkap termasuk di antaranya Mr. Djody
 Semenjak ambruknya ekspor Indonesia pada   Mungkin salah satu sumbangsih yang paling   dalam  memberantas  korupsi  dengan  langkah   Gondokusuma,  mantan  Menteri  Kehakiman,
 tahun 1952 yang diakibatkan oleh karena   signifikan sebagai hasil dari pemerintahan   melakukan audit  secara  umum  kepada  semua   beserta sekretarisnya bernama Subagio, Dr.
 berhentinya Perang Korea, maka inflasi   Kabinet Burhanuddin terletak pada usaha   kementerian dan penyelidikan penyimpangan   Ong Eng Die, mantan Menteri Keuangan serta
                                                         46
 meningkat dengan pesat. Hal ini dikarenakan   pemberantasan korupsi. Kejatuhan Kabinet   yang dilakukan oleh pejabat kementerian.    Mohammad Yamin, mantan Menteri Pendidikan
 defisit impor yang dibayar lewat pencetakan uang   Ali Sastroamidjojo Pertama diakibatkan antara   Burhanuddin juga merencanakan Undang-  dan Budaya. Semua orang ini adalah menteri
 rupiah. Edaran uang rupiah yang meningkat   lain, karena skandal korupsi yang melibatkan   Undang Anti-Korupsi dan Undang-Undang   pada Kabinet Ali Sastroamidjojo Pertama
                                    47
 ini mengakibatkan penurunan nilai rupiah   Menteri Kehakiman Djody Gondokusumo,   Darurat Anti-Korupsi.   Rancangan  Undang-
                                                               dan adalah anggota atau orang yang memiliki
 dan sehingga menyebabkan defisit. Kondisi ini   Iskaq Tjokroadisurjo serta beragam fihak pada   Undang Anti-Korupsi ini membagi usaha
                                                               kedekatan dengan PNI dan fraksi nasionalis kiri.
 semakin parah pada tahun 1953 ketika nilai   dalam Kabinet Ali. Masyumi mengeluarkan   pemberantasan korupsi dalam dua bagian,   Mereka menjadi tahanan  rumah  dalam  kaitan
 ekspor Indonesia tambah menurun pada saat   pamflet yang menyerang pemerintahan Ali   yang pertama adalah tindakan peradilan dalam   dengan korupsi yang melibatkan lembaga impor
 harga komoditas ekspor Indonesia juga menurun   sebagai pemerintah paling korup hanya setelah   peradilan biasa, sementara bagian kedua mengatur   dan devisa negara. Penggunaan CPM atau polisi
 dipasaran  dunia.  Defisit  ini  meningkat  dan   beberapa bulan pemerintahan itu berjalan.   tindakan luar  pengadilan lewat  pendirian
                                                               militer  dipakai  dengan  asumsi  bahwa  militer
                                                 48
 pemerintah terpaksa mengurangi impor barang   Ada tuduhan bahwa bentuk penangkapan   sebuah  Biro  Penilik  Harta  Benda.   Kabinet
                                                               lebih obyektif dan netral dibandingkan dengan
 dari luar secara signifikan. Pengurangan impor   terhadap menteri-menteri PNI ini merupakan   Burhanuddin membentuk sebuah komisi ad-hoc
                                                               Kepolisian  Republik.  Hal  ini  menandakan
 ini  menyebabkan  pelambatan  perekonomian,   tindakan balas dendam yang dilakukan oleh PM   guna meneruskan kerja yang telah dilakukan
                                                               asumsi masyarakat mengenai tentara yang belum
 khususnya karena banyak barang impor ini   Burhanuddin Harahap. Ia menyanggah tuduhan   oleh Sirajuddin Abbas dan meminta Kementerian
                                                               dikotori oleh korupsi dan degradasi moral.
 44
 dibutuhkan untuk industri dan manufaktur   tersebut.  Sebagai reaksi atas tuduhan tersebut,   Hukum di bawah Menteri Lukman Wiriadinata
 dalam negeri. Situasi ekonomi pada tahun 1955   Ali  Sastroamidjojo  memerintah  Menteri  untuk mengarahkan perkembangan ini. Komisi   Pemberantasan  korupsi  yang  dilakukan  oleh
 menunjukkan perbaikan dari kondisi ini. Ekspor   Negara Urusan Kesejahteraan Sirajuddin Abbas   ini diketuai oleh Menteri Pertama Djanu Ismail   Burhanuddin bertujuan untuk menarik modal
 meningkat dan bahkan mencapai surplus, terjadi   untuk memulai pembuatan kisi-kisi hukum   dan melibatkan Kementerian Keuangan, Urusan   asing masuk ke Indonesia. Burhanuddin menilai
 pengurangan defisit dalam neraca berjalan   dan lembaga guna menangani permasalahan   Ekonomi dan Menteri Negara Abdul Hakim   bahwa sangat perlu untuk mengambil tindakan
 negara dan indeks harga beras stabil, yaitu   korupsi. Abbas membentuk sebuah komisi yang   dan Supomo. Undang-undang Anti-Korupsi   terhadap korupsi yang telah menyebabkan
 menunjukkan bahwa inflasi mulai terkendali.   mengkategorisasikan korupsi ke dalam 59 jenis.   yang dihasilkan oleh komisi ini mengharuskan   kerusakan yang sangat parah terhadap Negara





 398  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  399
   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416