Page 406 - Perdana Menteri RI Final
P. 406
gagal untuk meyakinkan PNI menjadi bagian beberapa dari program awal yang telah
dari koalisi. PNI menempatkan dirinya sebagai dirancangnya. Ada beberapa program yang
oposisi pemerintah. Sementara itu PKI terus- sulit untuk bisa diwujudkan, termasuk masalah
menerus berada di luar pemerintahan dan penurunan inflasi yang cukup tinggi, serta soal
menjadi oposisi. pengurangan korupsi. Walau begitu, di antara
kabinet-kabinet lain, tak dapat dipungkiri bahwa
Kabinet Burhanuddin ini merupakan kabinet
Kabinet Burhanuddin ini termasuk yang paling
pertama Indonesia yang tidak jatuh akibat mosi
sukses dalam menyelenggarakan programnya.
tidak percaya. Kabinet ini cukup kuat karena
mendapat dukungan dari Wakil Presiden Kabinet ini juga merupakan kabinet tes dari
Mohammad Hatta dan TNI, walaupun Presiden kalangan profesional yang banyak bercokol
Sukarno tidak terlalu simpatik terhadapnya. di partai-partai kanan seperti Masyumi dan
Kabinet ini juga kuat karena adanya batas PSI. Hal ini tercermin dari pengangkatan
Anggota Kabinet Burhanuddin Harahap. waktu pemerintahan mengurangi keinginan Sumitro Djojohadikusumo dari PSI sebagai
31
partai oposisi untuk menjatuhkannya. Menteri Keuangan. Sumitro Djojohadikusumo
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Walaupun kabinet ini dianggap sebagai kabinet merupakan mantan menteri keuangan pada
demisioner dengan waktu akhir yang jelas, Kabinet Wilopo dan menteri perdagangan
yang menakjubkan dari Kabinet Burhanuddin dan industri dari Kabinet Natsir. Mr. Lukman
adalah ambisinya dalam membawa perubahan- Wiriadinata dari PSI diangkat sebagai Menteri
perubahan signifikan dalam permasalahan Kehakiman serta Dr. J. Leimena dari Parkindo
Indonesia. Tak dapat dipungkiri bahwa ini sebagai Menteri Kesehatan. Menteri Luar
merupakan kabinet demisioner yang paling Negeri dipilih seorang diplomat karir yang juga
sukses dalam sejarah Indonesia; menangani hal- merupakan perwakilan Parkindo, Anak Agung
hal berat dari kondisi ekonomi, korupsi sampai Gde Agung. Koalisi ini melibatkan partai-partai
dalam seluruh spektrum politik Indonesia.
penyelenggaraan pemilu dan memulai proses
Memang Masyumi menolak partai-partai kiri,
hubungan antar-selatan yang berkulminasi
seperti PKI, tetapi partai nasionalis kiri tetap
dalam bentuk penyelenggaraan Konferensi Asia
dilibatkan. PNI mendapatkan satu kursi yang
Afrika di Bandung.
diisi oleh Ir. Laoh sebagai Menteri Perhubungan,
Ada tujuh program kabinet yaitu; mengembalikan sementara itu ada dua Menteri dari Partai
kewibawaan moril pemerintahan, melaksanakan Buruh, yaitu Asrarudin sebagai Menteri Muda
pemilihan umum, menyelesaikan undang- Perhubungan dan I. Tedjakusuma sebagai
undang desentralisasi, menghilangkan faktor Menteri Buruh. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa
penyebab inflasi, meneruskan perjuangan Kabinet ini berat pada partai-partai kanan,
untuk mengembalikan Irian Barat, serta termasuk partai agama seperti Partai Katolik,
Sidang Kabinet Burhanuddin Harahap di Jakarta
mengembangkan politik kerja-sama Asia Afrika dengan IJ Kasimo menjadi Menteri Keuangan,
12 Agustus 1955.
32
berdasarkan politik bebas aktif. Kabinet dan Parkindo, dengan J. Leimena menjabat
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Burhanuddin Harahap berhasil menyelesaikan sebagai Menteri Kesehatan. Danu Ismadi dari
394 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 395

