Page 405 - Perdana Menteri RI Final
P. 405

Kemerdekaan dan pemberontakan PKI di   sebagai formatur. Hatta memanfaatkan kenyataan
 Madiun memiliki kecurigaan terhadap kaum   bahwa Sukarno sedang berada di luar negeri untuk
 27
 Komunis.   menunjuk formatur Masyumi.   Sukarno tidak
 terlalu antusias dalam mendukung pemerintahan
 Kejatuhan Kabinet Ali Sastroamidjojo Pertama
 yang didominasi oleh Masyumi,  sehingga dalam
 pada bulan Oktober/November 1954 kembali
 hal ini, kabinet Harahap merupakan sebuah  fait
 menarik Indonesia ke dalam krisis politik.
 accomply yang telah dilakukan oleh Hatta. Menurut
 Di  bawah  Pemerintahan Ali,  perekonomian
 penuturan dari Burhanuddin:
 Indonesia mengalami pelambatan dengan
 terjadinya peningkatan inflasi. Banyak kritik   “Tidak  banyak  mukaddimahnya
 diajukan kepada Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo,   seingat saya, Bung Hatta langsung saja
 Menteri Ekonomi, serta bagaimana kebijakan   bertanya pada saya yang maksudnya,
                                                                                             Burhanuddin Harahap SH. sedang dilantik selaku
 ekonomi pemerintahan Ali ini menunjukkan
 bagaimana kalau saya tunjuk saudara                                                         PM dan (bawah) serah terima kabinet dari Ali
 unsur-unsur  korupsi.  Contohnya  Menteri                                                   Sastroamidjojo kepada Burhanuddin Harahap SH.
 sebagai formatur… Karena Bung Hatta                                                         Tanggal 12 Agustus 1955.
 Keuangan Ong Eng Die dari PNI yang
 bertanya  straight-to-the-point,  bertanya
 mengarahkan kredit kepada Bank Umum                                                         Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
 bersedia atau tidak, maka karena mental
 Nasional tempat ia menjadi salah satu pemilik
 saya memang tidak siap, saya puntidak
 saham. Wakil Perdana Menteri Wongsonegoro
 bisas  lain  daripada  menjawab  belum   Hardi, seorang tokoh muda PNI yang juga   diumumkan. Dalam pelantikannya tanggal
 mengakui di media massa bahwa korupsi
               anggota SIS pada zaman kolonial, sama seperti   12 Agustus 1955, Burhanuddin Harahap
 siap. Alasan saya situasinya terlalu sulit,
 meningkat setiap waktu, bahkan Menteri Urusan
               Burhanuddin. Tetapi  hal ini  tidak  diterima   menyatakan bahwa pemerintahannya didukung
 Sosial, Panji Suroso, mengusulkan bahwa ibukota   terutama dari segi pertahanan dan
               oleh Masyumi karena perkataan Hardi dalam       oleh 12 Partai politik serta 1 orang perseorangan
 harus dipindah dari Jakarta untuk menghindari   keamanan dan tidak kurang pula dari
               pidato yang dianggap menyinggung umat Islam.    yang akan menjalankan program kerja mereka.
                                                                                                         29
 28
 dari korupsi. Kedua orang ini berasal dari PIR,   segi situasi perekonomian”.
               Setelah sekitar seminggu, Burhanuddin berhasil   Pada tanggal 7 Agustus 1955 sejak pukul 4
 koalisi utama PNI dalam Kabinet Ali Wongso.
               membentuk sebuah koalisi yang tidak melibatkan   sore hingga 10 malam pembahasan komposisi
 Hatta  lalu  bertanya  siapa  yang  bisa  menjadi
 Pengunduran tiga menteri PIR inilah yang akan
                                                                                30
               PNI. Komposisi pemerintahan ini disetujui oleh   kabinet dilakukan.  Dalam usaha menciptakan
 formatur, dan  Burhanuddin mengusulkan
 26
 memulai jatuhnya Kabinet Ali.  Meningkatnya
               Hatta pada 11 Agustus 1955.                     kabinet yang bersatu dan stabil, Burhanuddin
 Sukiman. Hatta lalu mengangkat Sukiman
 korupsi serta menguatnya Komunis ini
 Wirjosandjojo dengan Wilopo dari PNI dan                      menekankan niatnya untuk memberi kursi
 meluruhkan kepercayaan banyak orang terhadap   KABINET PERDANA MENTERI
 Assaat yang merupakan orang non-partai                        kepada semua partai yang menjadi bagian dari
 demokrasi parlementer Indonesia, khususnya   BURHANUDDIN HARAHAP
 tetapi dekat dengan PSI. Tetapi ketiga orang                  koalisinya. Koalisi Burhanuddin yang terdiri atas
 opsir-opsir TNI. Ada rasa ketidak-percayaan
 ini gagal dalam menyepakati pemerintah   Setelah melakukan konsolidasi dukungan partai   12  partai  yang  tidak  hanya  mencakup  partai-
 akan efektivitas pemerintah dalam demokrasi.
 baru.  Ketika  Sukiman,  Wilopo  dan  Assaat   politik, pemerintahan kabinet Burhanuddin   partai sayap kanan tetapi juga meliputi partai-
 Rendahnya rasa percaya rakyat Indonesia
 mengembalikan mandat kepada Wakil Presiden   Harahap secara resmi dilantik oleh Wakil   partai sayap  kiri, seperti Partai  Buruh. Partai-
 terhadap sistem parlemen ini merupakan krisis
 Mohammad Hatta, maka Hatta kembali   Presiden  Mohammad  Hatta pada  tanggal 12   partai yang berpisah dari Masyumi seperti NU
 moral otoritas terbesar yang harus dihadapi oleh
 menunjuk Burhanuddin sebagai formatur.   Agustus 1955 setelah sehari sebelumnya secara   dan PSII juga ikut dalam pemerintahan. Koalisi
 pemerintahan baru.
 Burhanuddin mulai menyusun pemerintah sejak   resmi melalui Keputusan Wakil Presiden tanggal   Burhanuddin juga didukung oleh partai-partai
 Setelah kejatuhan Ali Sastroamidjojo, Wakil   3 Agustus 1955. Pada awalnya, Burhanuddin   11 Agustus 1955 No. 141 tahun 1955 kabinet   tengah, khususnya partai PRI yang merupakan
 Presiden Mohammad Hatta menunjuk Burhanuddin   ingin melibatkan PNI yang menunjuk Mr.   pimpinan Burhanuddin Harahap disahkan serta   partai kaum birokrat Jawa. Tetapi Burhanuddin

 392  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  393
   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410