Page 404 - Perdana Menteri RI Final
P. 404
Kemerdekaan dan pemberontakan PKI di sebagai formatur. Hatta memanfaatkan kenyataan
Madiun memiliki kecurigaan terhadap kaum bahwa Sukarno sedang berada di luar negeri untuk
27
Komunis. menunjuk formatur Masyumi. Sukarno tidak
terlalu antusias dalam mendukung pemerintahan
Kejatuhan Kabinet Ali Sastroamidjojo Pertama
yang didominasi oleh Masyumi, sehingga dalam
pada bulan Oktober/November 1954 kembali
hal ini, kabinet Harahap merupakan sebuah fait
menarik Indonesia ke dalam krisis politik.
accomply yang telah dilakukan oleh Hatta. Menurut
Di bawah Pemerintahan Ali, perekonomian
penuturan dari Burhanuddin:
Indonesia mengalami pelambatan dengan
terjadinya peningkatan inflasi. Banyak kritik “Tidak banyak mukaddimahnya
diajukan kepada Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo, seingat saya, Bung Hatta langsung saja
Menteri Ekonomi, serta bagaimana kebijakan bertanya pada saya yang maksudnya,
Burhanuddin Harahap SH. sedang dilantik selaku
ekonomi pemerintahan Ali ini menunjukkan
bagaimana kalau saya tunjuk saudara PM dan (bawah) serah terima kabinet dari Ali
unsur-unsur korupsi. Contohnya Menteri Sastroamidjojo kepada Burhanuddin Harahap SH.
sebagai formatur… Karena Bung Hatta Tanggal 12 Agustus 1955.
Keuangan Ong Eng Die dari PNI yang
bertanya straight-to-the-point, bertanya
mengarahkan kredit kepada Bank Umum Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
bersedia atau tidak, maka karena mental
Nasional tempat ia menjadi salah satu pemilik
saya memang tidak siap, saya puntidak
saham. Wakil Perdana Menteri Wongsonegoro
bisas lain daripada menjawab belum Hardi, seorang tokoh muda PNI yang juga diumumkan. Dalam pelantikannya tanggal
mengakui di media massa bahwa korupsi
anggota SIS pada zaman kolonial, sama seperti 12 Agustus 1955, Burhanuddin Harahap
siap. Alasan saya situasinya terlalu sulit,
meningkat setiap waktu, bahkan Menteri Urusan
Burhanuddin. Tetapi hal ini tidak diterima menyatakan bahwa pemerintahannya didukung
Sosial, Panji Suroso, mengusulkan bahwa ibukota terutama dari segi pertahanan dan
oleh Masyumi karena perkataan Hardi dalam oleh 12 Partai politik serta 1 orang perseorangan
harus dipindah dari Jakarta untuk menghindari keamanan dan tidak kurang pula dari
pidato yang dianggap menyinggung umat Islam. yang akan menjalankan program kerja mereka.
29
28
dari korupsi. Kedua orang ini berasal dari PIR, segi situasi perekonomian”.
Setelah sekitar seminggu, Burhanuddin berhasil Pada tanggal 7 Agustus 1955 sejak pukul 4
koalisi utama PNI dalam Kabinet Ali Wongso.
membentuk sebuah koalisi yang tidak melibatkan sore hingga 10 malam pembahasan komposisi
Hatta lalu bertanya siapa yang bisa menjadi
Pengunduran tiga menteri PIR inilah yang akan
30
PNI. Komposisi pemerintahan ini disetujui oleh kabinet dilakukan. Dalam usaha menciptakan
formatur, dan Burhanuddin mengusulkan
26
memulai jatuhnya Kabinet Ali. Meningkatnya
Hatta pada 11 Agustus 1955. kabinet yang bersatu dan stabil, Burhanuddin
Sukiman. Hatta lalu mengangkat Sukiman
korupsi serta menguatnya Komunis ini
Wirjosandjojo dengan Wilopo dari PNI dan menekankan niatnya untuk memberi kursi
meluruhkan kepercayaan banyak orang terhadap KABINET PERDANA MENTERI
Assaat yang merupakan orang non-partai kepada semua partai yang menjadi bagian dari
demokrasi parlementer Indonesia, khususnya BURHANUDDIN HARAHAP
tetapi dekat dengan PSI. Tetapi ketiga orang koalisinya. Koalisi Burhanuddin yang terdiri atas
opsir-opsir TNI. Ada rasa ketidak-percayaan
ini gagal dalam menyepakati pemerintah Setelah melakukan konsolidasi dukungan partai 12 partai yang tidak hanya mencakup partai-
akan efektivitas pemerintah dalam demokrasi.
baru. Ketika Sukiman, Wilopo dan Assaat politik, pemerintahan kabinet Burhanuddin partai sayap kanan tetapi juga meliputi partai-
Rendahnya rasa percaya rakyat Indonesia
mengembalikan mandat kepada Wakil Presiden Harahap secara resmi dilantik oleh Wakil partai sayap kiri, seperti Partai Buruh. Partai-
terhadap sistem parlemen ini merupakan krisis
Mohammad Hatta, maka Hatta kembali Presiden Mohammad Hatta pada tanggal 12 partai yang berpisah dari Masyumi seperti NU
moral otoritas terbesar yang harus dihadapi oleh
menunjuk Burhanuddin sebagai formatur. Agustus 1955 setelah sehari sebelumnya secara dan PSII juga ikut dalam pemerintahan. Koalisi
pemerintahan baru.
Burhanuddin mulai menyusun pemerintah sejak resmi melalui Keputusan Wakil Presiden tanggal Burhanuddin juga didukung oleh partai-partai
Setelah kejatuhan Ali Sastroamidjojo, Wakil 3 Agustus 1955. Pada awalnya, Burhanuddin 11 Agustus 1955 No. 141 tahun 1955 kabinet tengah, khususnya partai PRI yang merupakan
Presiden Mohammad Hatta menunjuk Burhanuddin ingin melibatkan PNI yang menunjuk Mr. pimpinan Burhanuddin Harahap disahkan serta partai kaum birokrat Jawa. Tetapi Burhanuddin
392 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 393

