Page 408 - Perdana Menteri RI Final
P. 408

PIR menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri     dipungkiri bahwa pilihan-pilihan Burhanuddin
                           Pertama sementara itu Harsono Tjokroaminoto    dalam  banyak  hal  menyudutkan  PNI.  PNI

                           dari PSII menjabat sebagai Perdana Menteri     tidak hanya mendapatkan posisi minoritas yang
                           Kedua. Selain Danu Ismadi, Sjamsudin St.       terbatas dalam pembentukkan pemerintahan,
                           Makmur sebagai Menteri Penerangan dan          tetapi Burhanuddin menyokong pengangkatan
                           Cumala Noor sebagai Menteri tanpa Portofolio   AH  Nasution,  yang  anti-PKI  dan  memiliki
                           adalah sumbangan PIR lainnya. Mr. Gunawan      hubungan dingin dengan PNI, sebagai Kepala
                           dari PRN menjadi Menteri Pertanian sementara   Staf Angkatan Darat.  Selain itu, banyak
                                                                                                34
                           itu dari NU; Mr. Sunarjo menjadi Menteri Dalam   orang-orang  PNI yang duduk  dalam  birokrasi
                           Negeri dan KH Ilyas menjadi Menteri Agama.     dicopot olehnya. Dalam hal ini Burhanuddin
                           Burhanuddin selain menjadi Perdana Menteri     sejalan  dengan   Mohammad      Hatta   dan

                           juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan.      menyatakan bahwa pemerintah tidak seharusnya
                           Terakhir Sutomo dari PRI juga diangkat sebagai   menganggap tentara sebagai satu kejelekan,
                                                                                                                                                                                                                               Presiden menerima kunjungan P.M. Mr.
                                                 33
                           Menteri tanpa portofolio.                      tetapi sebagai alat yang bisa dipergunakan serta
                                                                                                                                                                                                                               Burhanuddin Harahap dan para Anggota Kabinet.
                                                                          diambil manfaatnya dalam kehidupan bernegara
                           Pelantikan Kabinet Burhanuddin dirayakan                                                                                                                                                            Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
                                                                          dan  berbangsa.   Kedekatan  Burhanuddin
                                                                                          35
                           bersamaan dengan hari ulang tahun Wakil
                                                                          dengan TNI memungkinkan pemerintahannya
                           Presiden Mohammad Hatta yang ke-53. Usaha
                                                                          menyelesaikan  lebih  banyak  hal  daripada  yang                       negara,  penghapusan    serangkaian  sistem    yang telah menimbulkan kondisi buruk dalam
                           mengembalikan otoritas moral pemerintah
                                                                          seharusnya, mengingat betapa singkatnya                                 sertifikasi  impor,  penghentian  diskriminasi   perekonomian. Kebijakan ini dianggapnya
                           di mata publik serta mata tentara ini esensial.
                                                                          pemerintahannya berjalan.                                               terhadap pengusaha Tionghoa dan serangkaian    merebakkan korupsi dan kaum importir-aktentas,
                           Suara-suara anti-partai dan anti-parlemen yang
                                                                                                                                                  kebijakan ekonomi untuk mencapai mekanisme     orang yang menggunakan lisensi impor Program
                           datang dari militer pada periode ini menjadi
                                                                          PENEKANAN INFLASI DAN STABILISASI                                       harga  yang  lebih  rasional  berdasarkan  pasar.   Benteng untuk bekerja-sama dengan pengusaha
                           semakin sinis melihat ketidakmampuan politisi
                                                                          EKONOMI                                                                 Alasan utamanya adalah peran-serta Sumitro
                           untuk menjalankan negara dengan benar.                                                                                                                                Tionghoa untuk berpura-pura menjalankan
                                                                                                                                                                                            37
                                                                                                                                                  Djojohadikusumo sebagai Menteri Keuangan.      bisnis yang sebenarnya dijalankan oleh pengusaha
                           Oleh karenanya, kebijakan Burhanuddin ini      Masyumi merupakan partai pro-investasi asing
                                                                                                                                                  Hal ini sangat berbeda dengan kebijakan kabinet   Tionghoa tersebut.  Burhanuddin mengatakan
                                                                                                                                                                                                                  40
                           mencakup sebenarnya tes terhadap penerimaan    dan  dianggap pro-Barat.  Dalam  perdebatan
                                                                                                                                                  Ali Sastroamidjojo dibawah Menteri Keuangan
                           sistem Demokrasi Parlementer oleh masyarakat   terkenal antara Syafruddin Prawiranegara, salah                                                                        bahwa dalam sistim ini
                                                                                                                                                  Iskaq Tjokroadisurjo yang memilih kebijakan
                           Indonesia. Pemerintah demisioner ini akan      satu ahli ekonomi paling terkemuka dari Masyumi,
                                                                                                                                                  ekonomi nasionalis yang radikal.  38           “Benih-benih      kekuatan      pengusaha
                           diakhiri  dengan   penyelenggaraan  pemilu     dengan Dr. Sumitro Djojohadikusumo, ekonom
                                                                                                                                                                                                 nasional seakan-akan menjadi tersingkir
                           demokratis  pertama  Indonesia  dan  inipun    paling cemerlang Indonesia dari PSI, Syafruddin                         Di bawah Burhanuddin, kebijakan pro-investasi
                           sebenarnya bagian dari tes tersebut. Memulihkan   terkenal membela investasi Barat sebagai sesuatu                     ini dilanjutkan. Ketua Umum PKI, D.N. Aidit,   dan harus memberi tempat kepada orang-
                           kepercayaan tentara dan masyarakat kepada      yang harus didukung selama Indonesia sendiri                            menuduh  kabinet Burhanuddin sebagai sebuah    orang parasit yang menamakan dirinya
                           pemerintah   menjadi   PR   besar   kabinet    belum  mampu  untuk  mendirikan  ekonomi                                Kabinet Komprador yang mereka bergantung       sebagai  pengusaha  nasional,  tapi…
                                                                                       36
                                                                                                                                                                   39
                           Burhanuddin. Hal ini sejalan dengan mandat     yang mandiri.  Menurut Emil Salim, hanya                                pada kapitalis asing.  Tetapi dari sudut pandang   merupakan alat dan kaki tangan modal
                           yang diberikan oleh Mohammad Hatta bahwa       dibawah Kabinet Burhanuddinlah kebijakan                                Masyumi,  bentuk  kebijakan  Lisensi  Impor-   besar”.
                                                                                                                                                                                                        41
                           pemerintahan Burhanuddin harus mampu           ekonomi rasional yang efektif dijalankan                                lah atau yang dikenal oleh kalangan umum
                           merekonsiliasi  hubungan   dengan   tentara    semasa Demokrasi Parlementer, termasuk di                               dengan nama Ali-Baba yang mendominasi          Kebijakan awal kabinet Burhanuddin adalah
                           melalui kepercayaan yang dibangun. Tak dapat   dalamnya usaha pengurangan defisit anggaran                             kebijakan nasionalis Kabinet Ali Pertama-lah   mendekati Belanda dan berteman dengan mereka





                           396   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  397
   403   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413