Page 409 - Perdana Menteri RI Final
P. 409

PIR menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri   dipungkiri bahwa pilihan-pilihan Burhanuddin
 Pertama sementara itu Harsono Tjokroaminoto   dalam  banyak  hal  menyudutkan  PNI.  PNI

 dari PSII menjabat sebagai Perdana Menteri   tidak hanya mendapatkan posisi minoritas yang
 Kedua. Selain Danu Ismadi, Sjamsudin St.   terbatas dalam pembentukkan pemerintahan,
 Makmur sebagai Menteri Penerangan dan   tetapi Burhanuddin menyokong pengangkatan
 Cumala Noor sebagai Menteri tanpa Portofolio   AH  Nasution,  yang  anti-PKI  dan  memiliki
 adalah sumbangan PIR lainnya. Mr. Gunawan   hubungan dingin dengan PNI, sebagai Kepala
 dari PRN menjadi Menteri Pertanian sementara   Staf Angkatan Darat.  Selain itu, banyak
 34
 itu dari NU; Mr. Sunarjo menjadi Menteri Dalam   orang-orang  PNI yang duduk  dalam  birokrasi
 Negeri dan KH Ilyas menjadi Menteri Agama.   dicopot olehnya. Dalam hal ini Burhanuddin
 Burhanuddin selain menjadi Perdana Menteri   sejalan  dengan  Mohammad  Hatta  dan

 juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan.   menyatakan bahwa pemerintah tidak seharusnya
 Terakhir Sutomo dari PRI juga diangkat sebagai   menganggap tentara sebagai satu kejelekan,
                                                                                             Presiden menerima kunjungan P.M. Mr.
 33
 Menteri tanpa portofolio.    tetapi sebagai alat yang bisa dipergunakan serta
                                                                                             Burhanuddin Harahap dan para Anggota Kabinet.
 diambil manfaatnya dalam kehidupan bernegara
 Pelantikan Kabinet Burhanuddin dirayakan                                                    Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
 dan  berbangsa.   Kedekatan  Burhanuddin
 35
 bersamaan dengan hari ulang tahun Wakil
 dengan TNI memungkinkan pemerintahannya
 Presiden Mohammad Hatta yang ke-53. Usaha
 menyelesaikan  lebih  banyak  hal  daripada  yang   negara,  penghapusan  serangkaian  sistem  yang telah menimbulkan kondisi buruk dalam
 mengembalikan otoritas moral pemerintah
 seharusnya, mengingat betapa singkatnya   sertifikasi  impor,  penghentian  diskriminasi   perekonomian. Kebijakan ini dianggapnya
 di mata publik serta mata tentara ini esensial.
 pemerintahannya berjalan.   terhadap pengusaha Tionghoa dan serangkaian   merebakkan korupsi dan kaum importir-aktentas,
 Suara-suara anti-partai dan anti-parlemen yang
               kebijakan ekonomi untuk mencapai mekanisme      orang yang menggunakan lisensi impor Program
 datang dari militer pada periode ini menjadi
 PENEKANAN INFLASI DAN STABILISASI   harga  yang  lebih  rasional  berdasarkan  pasar.   Benteng untuk bekerja-sama dengan pengusaha
 semakin sinis melihat ketidakmampuan politisi
 EKONOMI       Alasan utamanya adalah peran-serta Sumitro
 untuk menjalankan negara dengan benar.                        Tionghoa untuk berpura-pura menjalankan
                                                          37
               Djojohadikusumo sebagai Menteri Keuangan.       bisnis yang sebenarnya dijalankan oleh pengusaha
 Oleh karenanya, kebijakan Burhanuddin ini   Masyumi merupakan partai pro-investasi asing
               Hal ini sangat berbeda dengan kebijakan kabinet   Tionghoa tersebut.  Burhanuddin mengatakan
                                                                                40
 mencakup sebenarnya tes terhadap penerimaan   dan  dianggap pro-Barat.  Dalam  perdebatan
               Ali Sastroamidjojo dibawah Menteri Keuangan
 sistem Demokrasi Parlementer oleh masyarakat   terkenal antara Syafruddin Prawiranegara, salah   bahwa dalam sistim ini
               Iskaq Tjokroadisurjo yang memilih kebijakan
 Indonesia. Pemerintah demisioner ini akan   satu ahli ekonomi paling terkemuka dari Masyumi,
               ekonomi nasionalis yang radikal.  38            “Benih-benih      kekuatan      pengusaha
 diakhiri  dengan  penyelenggaraan  pemilu  dengan Dr. Sumitro Djojohadikusumo, ekonom
                                                               nasional seakan-akan menjadi tersingkir
 demokratis  pertama  Indonesia  dan  inipun   paling cemerlang Indonesia dari PSI, Syafruddin   Di bawah Burhanuddin, kebijakan pro-investasi
 sebenarnya bagian dari tes tersebut. Memulihkan   terkenal membela investasi Barat sebagai sesuatu   ini dilanjutkan. Ketua Umum PKI, D.N. Aidit,   dan harus memberi tempat kepada orang-
 kepercayaan tentara dan masyarakat kepada   yang harus didukung selama Indonesia sendiri   menuduh  kabinet Burhanuddin sebagai sebuah   orang parasit yang menamakan dirinya
 pemerintah  menjadi  PR  besar  kabinet  belum  mampu  untuk  mendirikan  ekonomi   Kabinet Komprador yang mereka bergantung   sebagai  pengusaha  nasional,  tapi…
 36
                                 39
 Burhanuddin. Hal ini sejalan dengan mandat   yang mandiri.  Menurut Emil Salim, hanya   pada kapitalis asing.  Tetapi dari sudut pandang   merupakan alat dan kaki tangan modal
 yang diberikan oleh Mohammad Hatta bahwa   dibawah Kabinet Burhanuddinlah kebijakan   Masyumi,  bentuk  kebijakan  Lisensi  Impor-  besar”.
                                                                      41
 pemerintahan Burhanuddin harus mampu   ekonomi rasional yang efektif dijalankan   lah atau yang dikenal oleh kalangan umum
 merekonsiliasi  hubungan  dengan  tentara  semasa Demokrasi Parlementer, termasuk di   dengan nama Ali-Baba yang mendominasi   Kebijakan awal kabinet Burhanuddin adalah
 melalui kepercayaan yang dibangun. Tak dapat   dalamnya usaha pengurangan defisit anggaran   kebijakan nasionalis Kabinet Ali Pertama-lah   mendekati Belanda dan berteman dengan mereka





 396  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  397
   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414