Page 414 - Perdana Menteri RI Final
P. 414

58
                           Darurat Militer setelah kejatuhan Kabinet Ali   pemilu tahun 1955.  Dalam sebuah artikel                               berkesamaan, yang berarti semua warga Negara   kriminil juga diperbolehkan untuk memilih
                           Sastroamidjojo Kedua pada bulan April 1957. 55  yang terbit pada November 1954, Burhanuddin                            Indonesia yang telah memenuhi persyaratan      agar orang-orang yang terlibat dalam Darul

                                                                          mengkritik kelompok-kelompok dalam Parlemen                             pemilu mempunyai hak pilih yang bersifat rahasia   Islam ataupun simpatisan PKI yang ditangkap
                           PEMILU PERTAMA INDONESIA TAHUN                 yang keberadaannya tidak didukung oleh suara                            (tidak diketahui oleh siapapun).  Mengenai     semasa Kabinet Sukiman dapat tetap memilih.
                           1955                                           rakyat ataupun organisasi sosial.  Burhanuddin                          sistem  pemilu  yang  berlaku  pada  tahun  1955   Strategi ini dilaksanakan untuk memaksimalkan
                                                                                                       59
                                                                          juga percaya bahwa menunda pemilu berbahaya                             ialah sistem proporsional. Sistem ini memiliki   suara umat Muslim dalam pemilihan agar dapat
                           Pada masa demokrasi parlementer, ada setidaknya
                                                                                                                                                                                                                                     64
                                                                          mengingat semakin menguatnya popularitas PKI                            pengertian  bahwa  jumlah  anggota  DPR  dan   menyokong kemenangan buat Masyumi.  Tetapi
                           tiga kabinet yang mencanangkan pemilu, yakni
                                                                                                          60
                                                                          yang mengancam suara Masyumi.  Sementara                                Konstituante ditetapkan berdasarkan imbangan   hal tersebut juga menunjukkan betapa kuatnya
                           kabinet Wilopo, Ali Sastroamidjojo, serta
                                       56
                           Burhanuddin.  Wilopo memulai mencanangkan      itu partai-partai sekuler nasional cenderung                            penduduk, tiap daerah pemilihan memilih        kepercayaan Kabinet Harahap terhadap prinsip-
                                                                          mencoba menghindari atau memperlambat                                   lebih  dari  seorang  wakil, penetapan  jumlah   prinsip demokrasi dan hak warga negara untuk
                           pemilu setelah kabinet sebelumnya yakni Natsir
                                                                          penyelenggaraan pemilu karena alasan yang                               kursi yang akan diperoleh tiap peserta pemilu
                           dan Sukiman gagal menyelenggarakan pemilu                                                                                                                             berpartisipasi di dalamnya.
                           karena tidak berhasil menuntaskan pembahasan   sama; kekhawatiran mereka bahwa partai Islam                            seimbang dengan besarnya dukungan pemilih
                                                                          akan mendominasi pemerintahan pasca-pemilu.                             yang diimplementasikan dari jumlah suara yang   Pelaksanaan  pemilu  tidak  terlepas  dari  komite
                           undang-undang    pemilu   sebagai   payung
                                                                                                                                                          62
                           hukum pelaksanaan pemilu. Hingga kemudian      Pemimpin PIR, A.R. Djokoprawiro bahkan                                  diperoleh.  Pemilu ini diselenggarakan dua kali,   pemilihan (panitia pemilihan) yang sifatnya
                           pemerintah Wilopo berhasil melahirkan UU No.   menyatakan keinginannya untuk menunda                                   yakni  pada  tanggal 29  September  1955 untuk   independen. Pada pemilu 1955 terdapat panitia
                                                                                                                                                                                                 pemilihan di ibukota yang ditunjuk langsung
                           7 Tahun 1953 tentang pemilu yang memperkuat    pemilu agar dukungan rakyat terhadap Pancasila                          memilih DPR dan 15 Desember 1955 untuk
                                                                                                                                                                                                 oleh Presiden dengan nama Panitia Pemilihan
                           UUDS 1950 sebagai titik awal pelaksanaan       dapat diperkuat dahulu. Panitia Pemilihan                               memilih konstituante.
                           pemilu di Indonesia. 57                        Umum yang anggotanya didominasi oleh partai-                                                                           Indonesia. Menteri Kehakiman menunjuk
                                                                                                                                                  Pelaksanaan Pemilu 1955 dirancang untuk
                                                                          partai nasionalis cenderung juga memperlambat                                                                          Panitia Pemilihan daerah atau provinsi. Pada
                           Di antara semua partai yang paling mendorong   proses penyelenggaraan pemilu. Hal ini                                  memungkinkan partisipasi sebanyak mungkin      level kabupaten,  Menteri Dalam Negeri
                           penyelenggaraan pemilu adalah partai Masyumi.   menjelaskan mengapa walaupun UU no. 7                                  orang-orang Indonesia dalam demokrasi. Semua   menunjuk Panitia Pemilihan Kabupaten. Untuk
                           Kabinet Natsir menempatkan penyelenggaraan     tentang pemilu sudah diratifikasi parlemen pada                         orang dapat mengajukan diri sebagai calon      wilayah yang lebih kecil seperti kecamatan
                           pemilu secepatnya sebagai bagian dari tujuh                                                                            independen tanpa dukungan partai, jika ia      terdapat Panitia Pemungutan Suara, dan Panitia
                                                                          tahun 1953, dibutuhkan waktu 2 tahun ketika
                           poin  pemerintahannya,  sementara  itu  Sukiman   pemilu pertama diselenggarakan dan dibawah                           berhasil  mendapatkan dukungan tanda-tangan    Pendaftar Pemilih untuk tingkat desa. Meskipun
                           juga telah mendorong secara signifikan usaha   Kabinet Burhanuddin yang Masyumi.                                       yang cukup. Para pemilih juga diperbolehkan    otoritas penunjukan ketua dan anggota panitia
                                                                                                            61
                           penyelesaian  UU     Pemilu.   Burhanuddin                                                                             menulis calon yang mereka inginkan dalam       pemilih secara langsung berada di tangan
                           bukan seorang yang baru dalam hal urusan       UUDS 1950 yang mulai berlaku sejak 17 Agustus                           daftar partai yang tersedia pada kertas pilihan.   eksekutif, namun pada kenyataan di lapangan,
                           pemilu karena posisinya sebagai Wakil Kepala   1950 merupakan Undang-Undang perubahan                                  Calon juga tidak ditarik biaya dan hanya       panitia pemilih bekerja secara independen tanpa

                           Kantor Urusan Pemilu pada masa Revolusi        dari konstitusi RIS. UUDS 1950 terdiri dari 6                           wajib menyetorkan tanda-tangan pendukung.      paksaan memenangkan partai politik yang
                           Kemerdekaan. Alasan utama mengapa Masyumi      bab dan 146 pasal. Penyelenggaraan pemilu tahun                         Terakhir,  untuk   menjawab   permasalahan     berkuasa. 65
                           sangat entusias untuk menyelenggarakan pemilu   1955 sendiri terdapat dalam pasal 35 UUDS 1950                         ketidak-seimbangan suara antara Jawa dengan
                           terletak pada kepercayaan para elit partai bahwa   yang menjelaskan bahwa pemilihan umum harus                         pulau-pulau Luar Jawa, maka dibentuk 15 distrik   M.C. Rickleffs menyatakan bahwa jumlah
                           Masyumi memiliki dukungan yang paling besar    dilakukan dengan cara yang jujur dan sesuai                             pemilihan, suatu sistem yang ditinggalkan pada   orang yang hadir dalam pemilihan umum
                           di antara partai-partai lain dalam parlemen.   dengan peraturan perundang-undangan yang                                pemilu-pemilu demokratis Indonesia pasca-Orde   untuk memilih anggota DPR pada bulan
                                                                                                                                                       63
                           Burhanuddin dikutip oleh surat kabar Pakistan   berlaku. Selain itu penyelenggara harus bersikap                       Baru.  Usia pemilih diturunkan dari usia 18 ke   September 1955 sangat banyak. Setidaknya lebih
                           menyatakan perkiraannya bahwa Masyumi akan     adil dan tidak memihak serta berpegang teguh                            16 tahun atas usulan PKI yang merasa bahwa     dari 39 juta orang memberikan hak suaranya.
                           memenangkan 40-50 persen dari total suara      kepada  peraturan perundang-undangan  yang                              dukungan dari pemuda lebih kuat untuknya.      Walaupun banyak dari suara mereka diberikan
                           hanya beberapa saat sebelum penyelenggaraan    berlaku. Pemilihan harus bersifat umum dan                              Sementara itu, mereka yang punya catatan       atas paksaan para pemimpin keagamaan, kepala





                           402   PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959                                                                                                                  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  403
   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419