Page 417 - Perdana Menteri RI Final
P. 417

desa, para pejabat, tuan tanah, atau atasan   PNI serta para pembantunya di Jawa Tengah dan   Burhanuddin  Harahap;  yaitu  pemutusan  membahas kemungkinan pembubaran Uni
 lainnya. Bagaimanapun juga pemilu tahun   Jawa Timur.   hubungan Indonesian-Belanda yang tergabung   Indonesia-Belanda di Den Haag. Pertemuan

 1955  merupakan satu  tonggak  sejarah  baru   dalam Uni-Indonesia Belanda yang disepakati   ini kemudian menghasilkan keputusan untuk
 Pada  akhirnya,  perolehan  suara  pemilu  tahun
 bagi kelangsungan demokrasi Indonesia karena   pada saat Konferensi Meja Bundar di Den   mempertemukan kembali pejabat pemerintahan
 1955 menunjukkan empat partai yang memiliki
 pemilihan umum tersebut menawarkan pilihan   Haag pada tahun 1949. Salah satu kebijakan   yang bertanggungjawab dari kedua negara untuk
 jumlah kursi di parlemen lebih dari 8 kursi yakni
 yang paling bebas di antara sederet partai-partai   luar negeri tersebut ialah mempertimbangkan   membahas hal-hal pembubaran Uni Indonesia-
 PNI, Masyumi, NU, dan PKI. Ini merupakan
                                                                                                 69
 yang jumlahnya tidak dibatasi. 66  kembali hubungan Indonesia-Belanda yang   Belanda pada tahun-tahun berikutnya .
 partai-partai terbesar di Indonesia. Hasil
               selama  ini  dinilai  tidak  menguntungkan bagi
 Herbert Feith dalam buku Pemilihan Umum 1955   pemilihan ini mengejutkan pimpinan Masyumi   Perundingan tahun 1954 nyatanya dijadikan
               pihak Indonesia. Hubungan yang bertahan
 di Indonesia menyatakan bahwa terdengar desas   karena perkiraan bahwa pemilihan ini akan   satu momentum oleh Ali Sastroamidjojo
               sejak pelaksanaan Konferensi Meja Bundar
 desus yang mengabarkan bahwa akan ada upaya   memperkuat legitimasi mereka atas pemerintahan   untuk  kembali  berjuang  membubarkan  Uni
               tahun 1949 ini sejatinya ingin dihapuskan sejak
 penggagalan pemilu di Indonesia. Di beberapa   serta menunjukkan ummat mereka sebagai   Indonesia-Belanda.  Pada tahun 1955, di saat
               masa kabinet Natsir, Sukiman, Wilopo, dan Ali
 tempat di pulau Jawa terdapat kabar yang   pemilih demokratis  Indonesia terbesar telah   pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika di Bandung.
               Sastroamidjojo periode pertama. Bisa dikatakan
 menceritakan ada  upaya menawarkan ramuan   terpatahkan. Hal ini juga mengejutkan kaum   Ali  Sastroamidjojo  kembali  mengungkit
               secara tidak langsung upaya pembubaran
 khusus untuk kekebalan tubuh. Hal ini terjadi   administrator  dan  teknokrat,  yang  tergabung   permasalahan Irian Barat antara Indonesia dan
               hubungan ini dikarenakan Indonesia ingin
 karena ada beberapa cerita yang berkembang   dalam PSI dan Masyumi. PSI mendapatkan suara   Belanda di depan peserta Konferensi Asia Afrika
               menyatukan wilayah  Irian  Barat  ke  dalam
 bahwa  hampir  semua  daerah  di  pulau  Jawa   yang amat sedikit dan sehingga posisi mereka di   tersebut. Walaupun kehadiran peserta Konferensi
               wilayah Indonesia secara geografis. Maka dari
 akan  mengalami  keracunan saat  menjelang   parlemen hampir terhapuskan. Harapan kaum   Asia-Afrika tidak mewakili kepentingan PBB
               itu kebijakan pembubaran Indonesia-Belanda
 atau bahkan sesudah pemilihan umum anggota   administrator bahwa pemilu akan memperkuat   (karena tidak mencapai kuorum) akan tetapi
               ini mendapatkan perhatian banyak dari perdana
 67
 Parlemen.  Selain kabar tersebut, upaya   koalisi Masyumi-PSI dan melegitimasi usaha-  peristiwa ini menjadi langkah positif yang
               menteri sebelum Burhanuddin Harahap.
 menakut-nakuti masyarakat juga terjadi pada saat   usaha pemerintahan Harahap untuk melanjutkan   nantinya akan dilanjutkan oleh Burhanuddin.
 pemungutan suara. Banyak dari masyarakat yang   serangkaian reformasi dalam ekonomi dan   Pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo, proses   Dalam salah satu sidang kabinet pada tanggal 14
 percaya bahwa memilih adalah sebuah upaya   hukum guna menjadi basis ekonomi yang kuat,   pembubaran Uni Indonesia-Belanda mengalami   dan 20 September 1955, kabinet Burhanuddin
 serta mendorong penguatan posisi Islam dalam
 untuk menghilangkan rasa takut dari ancaman   perkembangan yang cukup signifikan. Menurut   telah menyetujui adanya garis besar politik yang
 mendapatkan  hukuman,  karena  memilih  negara, tampak pupus sudah. Usaha Masyumi   Mohammad Yamin, upaya untuk melepaskan   ditunjukkan kepada Belanda dan Australia yang
 adalah kewajiban. Feith juga menyatakan   untuk menempatkan Islam sebagai basis negara   perjanjian Indonesia-Belanda ini menjadi   berkaitan erat dengan Papua Barat. Langkah yang
 dalam Dewan Konstituante tampak tergoyahkan.
 bahwa daerah yang terbebas dari desas-desus   pertimbangan sejak tidak lancarnya perjanjian Uni   diambil kabinet Burhanuddin adalah menugaskan
 Sementara itu tampak pula di kalangan ekonom
 tersebut pemilih merasa takut dimarahi lurah   Indonesia-Belanda pada tahun 1950. Salah satu   R. Oetoyo Ramelan Duta Besar Indonesia di
 dan pejabat desa lainnya kalau tidak datang   dan teknokrat yang sedang muncul bahwa proses   alasan ketidak-lancaran Uni Indonesia-Belanda   Belanda sebagai delegasi awal ke Den Haag untuk
 demokrasi tidak memberikan mereka kondisi
 memberikan suaranya. Ketakutan mereka jauh   terletak  pada ketidak-inginan Belanda untuk   menyiapkan perundingan-perundingan yang
 yang paling efisien untuk mendorong terjadinya
 lebih bertambah ketika mereka percaya bahwa   membuka diskusi yang berarti mengenai posisi   diperlukan. Delegasi ini berangkat pada tanggal 18
 pembangunan.
 para  pemimpin partai  yang  sudah  mendatangi   Papua atau Irian Barat. Pada waktu itu, Papua   November 1955. Apabila Oetoyo sebagai delegasi
 mereka dengan harapan meminta suara mereka   masih ada di tangan Belanda dan Indonesia merasa   awal berhasil menjalankan tugasnya untuk
 KEBIJAKAN LUAR NEGERI–HUBUNGAN
 akan memarahi penduduk yang tidak datang ke   bahwa Papua merupakan wilayah terakhirnya   membuka jalan perundingan serta memeriksa
 INDONESIA-BELANDA
 68
 tempat pemungutan suara.  Beberapa tempat   yang  masih  dijajah.  Pada  pertengahan tahun   apakah pemerintahan Belanda juga menginginkan
 yang terindikasi melakukan pemaksaan pemilu   Salah satu pengambilan kebijakan yang   1954 dilangsungkan konferensi yang dihadiri   konferensi tersebut, maka perundingan setingkat
 terjadi di Aceh dan Jawa Barat oleh Masyumi,   paling signifikan dalam hubungan luar negeri   oleh Mr. Sunario perwakilan dari Indonesia   menteri akan segera dilakukan setelahnya.
 dan intimidasi yang dilakukan oleh lurah-lurah   Indonesia terjadi justru pada saat Kabinet   serta Mr. Luns perwakilan dari Belanda untuk   Perundingan setingkat menteri ini rencananya





 404  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  405
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422