Page 429 - Perdana Menteri RI Final
P. 429

kabinet-kabinet Demokrasi Liberal Indonesia   diterima dan tidak ambisius, hal tersebut tidak   ENDNOTES
 dalam hal kegigihannya memperjuangkan   serta menciptakan pemimpin lemah. Keyakinan

 perbaikan tata-kelola negara serta mendorong   kuatnya akan lembaga demokrasi dan parlemen   1   Burhanuddin Harahap, 1955, Keterangan Pemerintah tentang   dalam Far Eastern Survey, Vol. 24, no. 2, 1955, hlm. 17-24.
                   Program Kabinet, Kementerian Penerangan RI, hlm. 5.
 demokratisasi dan perdamaian dalam Republik   untuk mendorong keputusan-keputusan yang   27  Goh Cheng Teik, “Why Indonesia’s attempt at democracy
               2   Feith, H. (2009). The Wilopo Cabinet, 1952-1953: a turning   in the 1950s failed?”, hlm. 234.
 Indonesia.   secara  politis  sulit  diterima  ini  menjadi  bukti   point in post-revolutionary Indonesia. Equinox Publishing.
                                                               28  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
 betapa kuatnya Ia sebagai salah satu Perdana   3   Achmad Mudjiono, “Kabinet Burhanuddin Harahap Tahun   Demokrasi, hlm. 39-40.
 Burhanuddin menghabiskan masa tuanya   Menteri terbaik Indonesia di tahun 1950an.  1955-1956”, Jurnal Avatara, Vol. 5, No.3, Oktober 2017,
                   hlm. 689                                    29  De Locomotief, 12 Agustus 1955
 dalam posisinya sebagai pemimpin ummat.                       30  Java Bode, 8 Agustus 1955
               4   Het Nieuwsblad voor Sumatra, 5 Agustus 1955
 Hijrah yang dilakukannya ketika meninggalkan                  31  Iskandar Tedjasukmana, The Development of Labor Policy
               5   Kevin Fogg, Indonesian Islamic Socialism and its South
                                                                  and Legislation in the Republic of Indonesia, p. 116-118.
 Jawa untuk memulai pemerintahan tandingan   Asian Roots, p. 1-17.
                                                               32  Het Nieuwsblad voor Sumatra. 12 Agustus 1955.
 Jakarta  di  Sumatera  Barat  memperkuat   6   Suswanta, 2000, Keberanian Untuk Takut: Tiga Tokoh
                   Masyumi dalam Drama PRRI, Yogyakarta: Avyrouz, hlm.   33  Deliar Noer, Partai Islam di Pentas Nasional.
 kepercayaan  spiritualnya.  Dalam  kejaran  23
                                                               34  Goh Cheik Teng, Why Indonesia’s Attempt at Democracy
 TNI di hutan belantara Sumatera, ia bersama   7   Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   in the Mid-50s failed?” p. 234.
                   Demokrasi, p. 21.
 dengan Mohammad Natsir dan Syafruddin                         35  Surat Kabar De nieuwsgier, 12 Agustus 1955
               8   Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
 Prawiranegara seolah mengalami penguatan   Demokrasi, p. 23-24.  36  Wie, T. K. (2010). The debate on economic policy in newly-
                                                                  independent Indonesia between Sjafruddin Prawiranegara
 kepercayaannya. Setelah ujian masuk penjara   9   Kevin Fogg, Muslim Nationalism after Independence, p.   and Sumitro Djojohadikusumo. Itinerario, 34(1), 35-56.
                   288.
 dan pengintegrasian kembali di masyarakat,                    37  Salim, E. (2011). “Widjojo’s Invisible Hand”. Economics and
               10  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   Finance in Indonesia, 59, h. 234-235.
 Burhanuddin mencari posisi baru dalam   Demokrasi, p. 27.
                                                               38  Thomas Lindblad. (2010). “Economic growth and
 masyarakat dan sistem politik Orde Baru yang   11  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   decolonization in Indonesia.” Itinerario, 24:1. h. 102.
                   Demokrasi, p. 28.
 sama sekali baru dan asing baginya. Pencantuman               39  Sandra Chambers Vaughn, Foreign Aid: its Impact on
               12  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   1950s Indonesian Political Development, 1950-1972, p. 44.
 namanya dalam Petisi 50 yang diprakarasi   Demokrasi, p. 29-30.
                                                               40  Thomas Lindblad, Economic growth and decolonization in
 oleh Ali Sadikin dan tertera didalamnya nama   13  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   Indonesia, p.
                   Demokrasi, p. 33.
 pemimpin-pemimpin politik, intelektual dan                    41  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
               14  Achmad Mudjiono, “Kabinet Burhanuddin Harahap Tahun   Demokrasi, p. 52.
 masyarakat zaman dahulu, menunjukkan bahwa   1955-1956”, Jurnal Avatara, Vol. 5, No.3, Oktober 2017,
                                                               42  Sandra Chambers Vaughn, Foreign Aid: its Impact on1950-
                   Halaman 690.
 dimasa-tuanya, kepercayaannya akan demokrasi                     Indonesian Political Development, 1950-1972, p. 44
               15  Fogg, Fate of Muslim Nationalism after Independence, p.   43  Iskandar Tedjasukmana, The Development of Labor Policy
 itu tetap menyala. Aktif dalam lembaga Dewan   94-95.
                                                                  and Legislation in the Republic of Indonesia, p. 229-231.
 Dakwah Islamiah, ia tidak pernah memaksakan   16  Fogg, p. 94-95.
                                                               44  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
 pandangan politiknya dan kepercayaan agamanya   17  Deliar Noer, 1987, Partai Islam di Pentas Nasional, Jakarta:   Demokrasi, p. 54-55.
                   Pustaka Utama Grafiti. Hal. 102 - 105       45  Indri Astuti, “Politik Hukum Undang-Undang
 kepada orang-orang lain, melainkan melakukan
               18  Het Nieuwsblad voor Sumatra, 12 Juni 1952.     Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi”, Jurnal Forum Ilmu
 usaha-usaha pembangunan ummat dalam                              Sosial, Vol. 41 No.2 Desember 2014, Hal. 173
               19  Het Nieuwsblad voor Sumatra. 9 Juli 1953.
 koridor lembaga-lembaga demokratis. Walaupun                  46  De Nieuwsgier, 20 Agustus 1955
               20  Java Bode. 15 Mei 1952.
                                                               47  Algemeen Indisch dagblad, 27 Oktober 1955
 pemikiran Burhanuddin relatif sederhana
               21  De Preangerbode. 10 Juli 1953.
                                                               48  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar
 dibandingkan  dengan  teman-temannya,
               22  Nieuwsgier. Ochtenblad voor Indonesie. 20 Juli 1953.  Demokrasi, p. 55.
 penghargaan  terhadap  Burhanuddin  terletak   23  Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar   49  De Telegraaf, 31 Agustus 1955.
                   Demokrasi, p. 38.
 dalam tindakan-tindakannya. Perdana Menteri                   50  Het nieuwsblad voor Sumatra, 24 September 1955
               24  Nieuwsgier. Ochtenblad voor Indonesie. 20 Juli 1953.
 Burhanuddin  membuktikan  bahwa  walaupun                     51  Surat Kabar Java Bode, 23 September 1955
               25  Tedjasukmana, The development of labor policy in
 sistem parlementer cenderung mendorong   Indonesia, h. 114.   52  Pembelaan Iskaq Tjokrohadisurjo dapat dibaca dalam Iskaq
                                                                  Tjokroadisurjo. 1960. Rasa Keadilan Berbitjara. Pembelaan
 pemilihan pemimpin yang paling netral, bisa   26  Justus van der Kroef, “Indonesia’s Economic Difficulties”   Iskaq Tjokroadisurmo, Dep.Pen/Prop DP PNI.



 416  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  417
   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434