Page 431 - Perdana Menteri RI Final
P. 431
53 Fakih, F. (2017). Strategies of Rent Seeking during The decolonization of Indonesia. Leiden: Brill. Demokrasi. hlm. 168
Sukarno Period: Foreigners and Corruption, 1950–
75 Ruth McVey (1971). “The Post-Revolutionary 95 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
1965. Lembaran Sejarah, 13(1).
Transformation of the Indonesian Army”. Indonesia. no. 11. Demokrasi¸ hlm. 172
54 Badruzzaman Busyairi, Burhanuddin Harahap, Pilar h. 158 & 168.
96 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
Demokrasi, p. 56.
76 Chiara Formicchi (2012). Islam and the Making of the Demokrasi. hlm. 176
55 Fakih, F. (2014). The rise of the managerial state in Indonesia: Nation. Leiden: Brill. h. 163-164.
97 Buchari Tamam (1993). “Anwar Haryono dalam lintasan
institutional transition during the early independence period.
77 Remy Madinier (2015). Islam and Politics in Indonesia. pengenalanku”. Dalam Lukman Hakiem (ed). Perjalanan
1950-1965, p.
Singapura: NUS Press. h. 160. mencari keadilan dan persatuan. Biografi DR. Anwar
56 Winda Rizky Nur Lutfiana, “Usaha-Usaha Penggagalan Haryono. Jakarta: Media Dakwah, h. 485.
78 Achmad Mudjiono, “Kabinet Burhanuddin Harahap Tahun
Pemilihan Umum Pertama Tahun 1955”, Jurnal Avatara,
1955-1956”, Jurnal Avatara, Vol. 5, No.3, Oktober 2017, 98 Ibid, Hal. 181-182
Volume 5, No. 1, Maret 2017, Halaman 72
Halaman 698
99 Arrohman Prayitno eds. (2004). Ali Sadikin. Visi dan
57 Muhammad Yahya Selma, “Perjalanan Panjang Pemilu di
79 De Preangerbode, 23 Maret 1956 Perjuangan sebagai Guru Bangsa, p. 166-168.
Indonesia”, Jurnal Konstitusi, Volume 1, No.1, Juni 2009,
Halaman 20
80 Moehammad Roem yang akan memulai islah dengan
58 Goh Cheik Teng, Why Indonesia’s Attempt at Democracy Mohammad Natsir dan pimpinan Masyumi pendukung
in the Mid-50s failed?” p. 234 PRRI lainnya pada tahun 1960an, sebagai upaya untuk
membangun kembali gerakan Masyumi. Hamdan Juhannis,
59 Remy Madinier (2015). Islam and Politics in Indonesia. Moehammad Roem’s political activities and Islamic
Singapura: NUS Press. h. 125. political vision, disertasi di McGill University, Institute of
Islamic Studies, 1999, h. 75. Lihat juga, Goh Cheng Teik,
60 Sandra Chambers Vaughn, Foreign Aid: its Impact on1950-
p. 235.
Indonesian Political Development, 1950-1972, p. 46-47.
81 Goh Cheik Teng, “Why Indonesia’s attempt at democracy
61 Kevin Fogg, Fate of Muslim Nationalism after
in the 1950s failed?” h. 241.
Independence, p. 289.
82 R.Z. Leirissa, 1991, PRRI PERMESTA: Strategi
62 Lukman Ramdhani Firmansyah, “Penyelenggaraan
Membangun Indonesia Tanpa Komunis, Jakarta: Pustaka
Pemilihan Umum 1955”, Jurnal Avatara, Volume 1, No. 1,
Januari 2013, Halaman 55 Utama Graffiti, h. 9
83 Audrey Kahin (2005). Dari Pemberontakan ke Integrasi:
63 Kevin Fogg, Fate of Muslim Nationalism after
Independence, p. 290. Kelima belas distrik pemilih ini Sumatera Barat dan Politik Indonesia. 1926-1998, Jakarta:
Yayasan Obor. h. 270
adalah: Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera
Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa
84 Ulf Sundhausen. 2002. Politik Militer Indonesia 1945-1967.
Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,
Menuju Dwi-Fungsi ABRI, Jakarta: LP3ES, h. 193-194.
Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara serta Maluku. 85 Suswanta. 2000. Keberanian Untuk Takut: Tiga Tokoh
Masyumi dalam Drama PRRI, Yogyakarta: Avyrouz, h. 101
64 Kevin Fogg, Fate of Muslim Nationalism after
Independence, p. 86 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
Demokrasi. 115-116
65 UU No. 7 Tahun 1953 Pasal 17
87 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
66 M.C. Rickleff, 1991, Sejarah Indonesia Modern, Yogyakarta:
Demokrasi.119-120
Gadjah Mada University Press, Hal. 376
88 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
67 Herbert Feith, 1999, Pemilihan Umum 1955 di Indonesia.
Demokrasi.102
Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Hal. 72
89 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
68 Ibid, halaman 76
Demokrasi.131
69 Muhammad Yamin, 1954, Pembentukan dan Pembubaran
90 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
Uni, Jakarta: Bulan Bintang, Hal. 12
Demokrasi.132
70 ANRI, Arsip Sekretariat Negara Kabinet Perdana Menteri
91 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
Tahun 1950-1959, No. 2234
Demokrasi.138-139
71 ANRI, Arsip Sekretariat Negara Kabinet Perdana Menteri
92 Badruzzaman Busyairi, 1989, Burhanuddin Harahap Pilar
Tahun 1950-1959, No. 2234
Demokrasi, 163
72 Leeuwarder Courant, 3 Desember 1955
93 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
73 Friese Koerier, 18 Februari 1956. Demokrasi. hlm. 165
74 J.T. Lindblad (2008). Bridges to new business: The economic 94 Badruzzaman Busyairi. Burhanuddin Harahap. Pilar
418 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959 419

