Page 326 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 326

atau “Islam yang belum selesai” tapi    Ja’far Shadiq menegakkan kewaliannya                        Banjar masuk Islam. Demikian juga      dengan istilahnya “race theory” (teori
            mudah diterima oleh penduduk pribumi    tanpa kelewang, keris, atawa senjata                        Sultan Abdullah dari Tallo yang        balapan). Bagi Schrieke, perkembangan
            karena Islam disampaikan tidak melalui   pamungkas apapun kecuali iman yang                         keislamannya diikuti oleh seluruh      Islam tidak mungkin difahami dan
            sederetan pelarangan, pengharaman dan   diyakininya. Begitu pula dengan wali                        penduduk kerajaan Makassar dan Bugis   akselerasinya diketahui bila tidak
            penentangan. Pendekatan inilah yang     yang lain.” 25                                              dalam kurun tahun 1605–1612. Penguasa   mempertimbangkan faktor konflik,
            kemudian memunculkan ”grand theory”                                                                 politik (raja, sultan) sangat strategis   persaingan dan permusuhan antara
            bahwa Islam disebarkan di Indonesia                                                                 dalam mempengaruhi rakyatnya apalagi   orang-orang Islam dengan bangsa
            melalui jalan damai. Majalah Gatra 22   Keempat, Peranan Penguasa                                   dalam kesadaran tradisional di mana    Portugis.  Walaupun tidak semua setuju
                                                                                                                                                               26
            Desember 2001 menerbitkan edisi khusus  Politik                                                     raja sangat dipatuhi. Kedudukan mereka   dengan pandangan Schrieke, namun
            tentang kiprah dakwah parawali dengan   Para penguasa kerajaan memegang                             sangat strategis dalam perkembangan    beberapa sejarawan melihatnya sebagai
            cover: “Walisongo: Syiar Panjang tanpa   peranan penting dalam penguatan                            Islam.                                 sesuatu yang masuk akal. Balapan
            Pedang.” Sebuah hikayat menceritakan    proses dakwah Islam. Masuknya Islam                                                                (race) atau lebih tepatnya persaingan
            prototipe dakwah walisongo:
                                                    ke sebuah komunitas masyarakat                              Kelima, Persaingan dengan              (competition), sangat mungkin terjadi
            Tatkala Ja’far Shadiq tiba di Kudus,    banyak diprakarsai oleh kelompok                            Kristen                                terutama pada masa sudah masuknya
            (Jawa Tengah), untuk menyebarkan        elit penguasa yang kemudian diikuti                                                                pengaruh Kristen di Asia Tenggara.
            Islam, dia membeli seekor sapi, lalu    oleh rakyatnya. Dengan demikian,                            Sejak abad ke-16, Islam lagi tidak
            menambatkannya di depan rumahnya.       islamisasi berlangsung efektif karena                       sendirian di Nusantara. Sejak
            Umat Hindu, mayoritas penduduk          kedudukan dan peranan raja dan istana                       Portugis mulai mengukuhkan             Keenam, Aristokrasi Hindu dan
            masa itu, dengan gairah menanti kapan   sangat sentral dihadapan rakyatnya                          pengaruhnya setelah merebut Malaka     Egalitarianisme Islam
            Ja’far menyembelih hewan suci dalam     seperti Sultan Muhammad Syah, Raja                          tahun 1511, Kristen mulai masuk di     Pandangan egalitarianisme berperan
            pemahaman rohani mereka itu. Dari hari   Malaka yang pertama masuk Islam                            perairan Nusantara yang kemudian
            ke hari, sapi itu hanya diberi rumput   kemudian diikuti semua rakyatnya                            dikembangkan Belanda, Inggris          dalam islamisasi dikemukakan oleh
            dan air, dan didampingi api unggun      seperti diceritakan dalam Sejarah Melayu.                   dan Spanyol melalui kolonialisasi.     Coedès. Ia melihat Hinduisme sebagai
            pada malam hari, agar tak diganggu      Demikian juga Halu Oleu atau Timbang-                       islamisasi yang sebelumnya sebagai     faktor pendukung masuknya Islam
            serangga dan udara dingin. Suatu ketika   timbangan raja ke-6 Kerajaan Buton                        single player mulai mendapat saingan   disebabkan struktur kasta dalam
            seorang Hindu bertanya, “Kapan Tuan     masuk Islam pada 1538 yang kemudian                         yaitu Kristenisasi walapun dalam       agama itu yang membantu akselerasi
            menyembelih sapi ini?” Ja’far menjawab,   diikuti serentak oleh rakyatnya.                          skala kecil. Adanya kristenisasi yang   masyarakat mengadopsi Sanghalese
            “Saya tak berniat menyembelihnya.       Alauddin, Raja Gowa mengumumkan                             dibawa para penguasa kolonial telah    Buddhisme dan Islam. Dalam Islam
            Lagi pula, di dalam kitab suci kami,    Islam sebagai agama resmi kerajaannya                       memberikan sumbangan energi tanpa      mereka menemukan egalitarianisme
            ada surat yang judulnya Al-Baqarah,     tahun 1605 dan memerintahkan                                sadar bagi proses islamisasi. Schrieke   demokratis yang memungkinkan semua
            sapi betina.” Untuk waktu yang lama     seluruh rakyatnya masuk Islam. Sultan                       melihat pentingnya faktor eksternal pada   individu mendapat derajat yang tinggi di
            –bahkan mungkin sampai sekarang–        Suriansyah, di Kalimantan, mengajak                         penyebaran agama yaitu persaingan      mata Tuhan yang status tidak didasarkan
            tak ada penyembelihan sapi di Kudus.    para pembesar dan rakyat Kesultanan                         rebutan umat antara Islam dan Kristen   pada keturunan melainkan perbuatan.



         314    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   315
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331