Page 330 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 330
the winds). Produk-produknya seperti jalur perdagangan dan menunjukkan Secara khusus di Gresik diceritakan Jenis negara baru pun berkembang yaitu
cengkeh, pala, lada, kayu dan lain- kemakmuran hidup jauh di atas ada sebuah “pantai tanpa penghuni.” kesultanan” (Lombard, 2005: 31-32).
lain, kata Anthony Reid, menemukan penduduk pribumi (Neher 1981: 15). Ketika rombongan Zeng He (Cheng
pasar dunianya di Roma dan kota-kota Ho) singgah, hanya ada sekitar seribu Tome Pires menceritakan asal-usul
Eropa (1993: 1). Di Malaka, Ricklefs Salah satu dampak yang segera dari keluarga di situ dan orang-orang para patih dari kalangan budak
menggambarkan, perdagangan perkembangan sosial ekonomi akibat pribumi datang dari berbagai penjuru kemudian menguasai pusat-pusat
Indonesia dihubungkan dengan jalur- perdagangan adalah kemakmuran dan membuat sebuah komunitas baru terpenting di persisir. “Pete Rodim,”
jalur yang membentang ke barat hingga naiknya status sosial. Transformasi perdagangan. Orang-orang Cina yang penguasa Demak, mungkin sekali
ke Siam, Pegu, India, Persia, Arabia, status sosial ekonomi adalah sesuatu sudah masuk Islam tampak mentaati seorang budak atau pedagang yang oleh
Syria, Afrika Timur, dan Laut Tengah. yang niscaya dilihat dari situasi agamanya dan memperdagangkan emas, Demak diangkat sebagai kapten untuk
Sedangkan ke timur adalah ke Cina kegiatan ekonomi dalam bentuk batu mulia dan barang-barang impor. memerangi Cirebon dan menempatkan
dan Jepang. Ini mungkin adalah sistem perdagangan di yang sangat kaya di Banyak dari mereka yang menjadi kaya dirinya sebagai patih di kota itu.
perdagangan terbesar di dunia saat Jawa. Kekayaan pulau itu digambarkan dari aktivitas perdagangan itu (Lombard Patih Unus, penguasa Jepara yang
itu, sedangkan Gujarat di India dan Marco Polo pada tahun 1291 sebagai 2005: 42). kekuasaannya cukup besar, sebelumnya
Malaka di Nusantara adalah dua tempat berikut: adalah seorang pekerja kasar yang
transaksinya yang paling penting “Pulau itu kaya sekali. Ada lada, buah Dalam situasi perdagangan Jawa seperti “bekerja dengan tangannya.” Namun
(1993: 30). Rempah-rempah hasil olahan pala, sereh, lengkuas, kemukus, cengkeh itu, para budak berubah menjadi orang ketika ia pergi ke Malaka dengan
masyarakat Nusantara seperti lada, dan semua rempah-rempah yang penting dan para pedagang kecil kemuliaan yang rendah dan harta
palawija, beras, cengkeh, tekstil, kapas, langka di dunia. Pulau itu didatangi menjadi saudagar besar. Denys Lombard yang sedikit, ia menjadi orang kaya
kayu, sutra, emas, batu permata, rotan sejumlah besar kapal dan pedagang, yang menceritakan perubahan ekonomi dan karena perdagangannya dengan orang
dan lain-lain adalah produk-produk membuat laba tinggi di sana. Di pulau status sosial masyarakat Jawa karena Jawa dan berhasil menyingkirkan
yang paling berharga dalam aktivitas itu terdapat harta kekayaan sedemikian posisi keislaman mereka. “Kelompok- patih Jepara lalu menggantikannya.
perdagangan ini. kelompok sosial baru terbentuk dengan Ada seorang bernama Pate Adam,
banyaknya hingga tak ada orang di harta kekayaan berupa modal bergerak. dari Gresik ia pergi ke Malaka untuk
Dilatarbelakangi situasi perdagangan dunia ini yang dapat menghitungnya Elit baru tidak lagi berada di tengah- mencari rezeki. Di sana ia menikahi
global yang sangat ramai saat itu di mana ataupun menceritakannya semua. Dan tengah dataran pesawahan yang kaya seorang perempuan Melayu dan baru
para saudagar Arab memegang peranan ketahuilah bahwa Khan Agung tidak tetapi di dekat laut yang menjadi sumber pulang lagi ke Gresik ketika ia telah
penting sebagai sayid-sayid berjubah dapat memperolehnya, karena jauh dan penghidupan mereka, di kota-kota mendapatkan warisannya. Di Surabaya,
yang kaya dan makmur, motif ekonomi berbahayanya pelayaran menuju ke pelabuhan dan perdagangan yang bakal berkuasa seorang Patih Bubat yang
kemudian diasumsikan sebagai salah sana. Dari pulau itu, para pedagang dari menjadi pusat-pusat sebuah peradaban dihormati dan memiliki citra diri yang
satu alasan kuat masyarakat Nusantara Zaitun (Quanzhou) dan Mangi (Cina baru. Karena fungsi dagang menjadi baik sekali walalupun status dan latar
berbondong-bondong memasuki Islam. selatan) telah memperolah harta banyak sangat penting, kota-kota baru itu tidak belakang sebelumnya tidak diketahui.
Saat itu para pedagang Muslim dan Cina sekali dan begitulah halnya setiap hari” lagi berada di bawah kekuasaan ibukota- Tapi, sebagai seorang Muslim yang
adalah juragan-juragan yang menguasai (Lombard, 2005: 36). ibukota lama yang agraris di pedalaman. shaleh, ia mempunyai hubungan
318 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 319

