Page 333 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 333

dengan Guste Pate, raja Hindu dari   tetapi berdasarkan kekayaan benda   muncul juga sebuah konsep baru   penguasanya, mereka “meninggalkan
 pedalaman. Konon ia berasal dari   bergerak” (Lombard, 2005: 165).  tentang negara di mana negara tidak   cara hidup lama, seperti mengkonsumsi
 Sunda (Lombard, 2005: 154)).  lagi dilihat sebagai interaksi antara   babi, kemudian mengenakan
 Asia Tenggara pada umumnya dan   mikro dan makro kosmos tetapi juga   pakaian ala Islam, mengucapkan
 Secara umum, abad ke-15-17 adalah   kepulauan Nusantara Barat pada   sebagai perangkat hukum dan kontrak   ‘assalamu’alaikum,’ melaksanakan ritual
 periode munculnya orang-orang   khususnya, menurut Lombard,   sosial. Eksistensi kesultanan di Asia   baru dan mengidentifikasi diri mereka
 baru –budak-budak, rakyat kecil dan   “sesungguhnya merupakan laboratorium   Tenggara sendiri adalah sebuah   sebagai bagian dari masyarakat Islam
 pedagang-pedagang yang menjadi   yang betul-betul luar biasa… hal ini   tahap perkembangan penting dalam   internasional” (Reid 1993: 143).
 kaya– meskipun beberapa dari   karena kepulauan Nusantara yang   modernisasi sistem politik (Lombard,
 mereka kurang mampu mengatur   selama lebih dari seribu tahun menjadi   2005: 178). Pada periode ketika
 diri, Tome Pires menilai bangsawan-  salah satu kawasan penghasil emas   mayoritas masyarakat Nusantara tengah   Faktor Psikologi Sosial
 bangsawan besar Jawa itu “senantiasa   terpenting di dunia (lihat tradisi-tradisi   dipengaruhi oleh perubahan-perubahan
 berlagak sombong dan membuat   mengenai Suvarnadvipa, “Negeri Emas”)   sosial, ekonomi dan politik ini, mereka   Dari gambaran islamisasi yang
 orang menghormati mereka seakan-  mengalami kemerosotan produksi   sendiri secara simultan sedang terserap   kemudian mendorong dan menjadi
 akan merekalah penguasa jagat   emasnya sampai habis sama sekali.   ke dalam sistem ekonomi internasional.   energi pembentukan kelas sosial
 raya…” (Lombard, 2005: 155). Pada   Sumber-sumber emas di Jawa, tempat   Karena itulah, kebutuhan untuk   ekonomi baru di Asia Tenggara, dengan
 perkembangannya, setelah terjadinya   asal cincin-cincin emas yang sangat   melakukan transformasi diri ke dalam   demikian, ada sisi menarik yang selama
 perubahan ekonomi dan naiknya   indah dari abad ke-9 dan ke-10, juga   sebuah tatanan dunia baru dengan   ini jarang dikemukakan yaitu faktor
 status sosial, di kawasan Nusantara   asal tempat pertukaran Majapahit,   identitas diri yang baru pula akhirnya   psikologis sosial seperti selintas telah
 muncul sebuah tipe masyarakat baru   sudah tidak ada lagi setelah abad   tidak terelakkan.  disebutkan sebelumnya. Perspektif
 yang dicirikan oleh dua perubahan   ke-15. Sumber-sumber di Sumatra,   psikologis sosial adalah unsur penting
 besar dalam kehidupan ekonomi dan   terutama di daerah Minangkabau, masih   Dalam menghadapi tantangan   untuk melihat pembentukan identitas
 politiknya. Perubahan besar dalam   beberapa lama merangsang ekonomi   perubahan sosial abad ke-17, tradisi   baru yang jarang digambarkan. Faktor
 ekonomi adalah perkembangan   Kesultanan Aceh, tetapi juga akhirnya   dan mentalitas lama tidak lagi relevan.   psikologis-sosial adalah fenomena di
 sistem keuangan di mana masyarakat   habis pada abad ke-17” (Lombard, 2005:   Dalam konteks inilah, konversi agama   mana penduduk pribumi menghayati
 Nusantara untuk pertama kalinya   158). Revolusi ekonomi ini terjadi pada   menemukan pijakan eksplanasinya.   situasi dan menyerap lingkungan secara
 menciptakan ekonomi moneter dan   periode itu menyangkut perubahan   Selain tidak terhindarkan, berpindah   psikologis yang kemudian mendorong
 memiliki sistem keuangannya sendiri.   sistem moneter, revolusi alat tukar,   agama kepada Islam juga bermakna   mereka melakukan transformasi
 Munculnya sistem moneter tentu   perniagaan emas, perak, perunggu,   memasuki sebuah lembaran hidup dan   identitas menjadi sebuah masyarakat
 menggoncangkan sistem sosial lama   penjualan kerang-kerang mahal, keramik   pergantian identitas baru. Perubahan   baru. Dalam pandangan psiko-
 dan merubah sistem dependensi sosial   dan sebagainya.  identitas masyarakat pribumi ini   sosial, sejarah Nusantara bukanlah
                                                                      29
 politik. “Sebuah elit baru terbentuk,   dapat diamati pada abad ke-16 ketika   persepsi orang luar,  laporan para
 yang tidak lagi berdasarkan kelahiran   Pada periode tersebut, selain terjadinya   sejumlah masyarakat rural dan urban   pelancong, catatan penguasa kolonial
 dan keuntungan tanah pertanian,   restrukturisasi sistem perbudakan,   masuk Islam. Diprakarsai oleh para   dan kelompok-kelompok dominan



 320  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   321
   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338