Page 331 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 331

the winds). Produk-produknya seperti   jalur perdagangan dan menunjukkan   Secara khusus di Gresik diceritakan   Jenis negara baru pun berkembang yaitu
 cengkeh, pala, lada, kayu dan lain-  kemakmuran hidup jauh di atas   ada sebuah “pantai tanpa penghuni.”   kesultanan” (Lombard, 2005: 31-32).
 lain, kata Anthony Reid, menemukan   penduduk pribumi (Neher 1981: 15).  Ketika rombongan Zeng He (Cheng
 pasar dunianya di Roma dan kota-kota   Ho) singgah, hanya ada sekitar seribu   Tome Pires menceritakan asal-usul
 Eropa (1993: 1). Di Malaka, Ricklefs   Salah satu dampak yang segera dari   keluarga di situ dan orang-orang   para patih dari kalangan budak
 menggambarkan, perdagangan   perkembangan sosial ekonomi akibat   pribumi datang dari berbagai penjuru   kemudian menguasai pusat-pusat
 Indonesia dihubungkan dengan jalur-  perdagangan adalah kemakmuran dan   membuat sebuah komunitas baru   terpenting di persisir. “Pete Rodim,”
 jalur yang membentang ke barat hingga   naiknya status sosial. Transformasi   perdagangan. Orang-orang Cina yang   penguasa Demak, mungkin sekali
 ke Siam, Pegu, India, Persia, Arabia,   status sosial ekonomi adalah sesuatu   sudah masuk Islam tampak mentaati   seorang budak atau pedagang yang oleh
 Syria, Afrika Timur, dan Laut Tengah.   yang niscaya dilihat dari situasi   agamanya dan memperdagangkan emas,   Demak diangkat sebagai kapten untuk
 Sedangkan ke timur adalah ke Cina   kegiatan ekonomi dalam bentuk   batu mulia dan barang-barang impor.   memerangi Cirebon dan menempatkan
 dan Jepang. Ini mungkin adalah sistem   perdagangan di yang sangat kaya di   Banyak dari mereka yang menjadi kaya   dirinya sebagai patih di kota itu.
 perdagangan terbesar di dunia saat   Jawa. Kekayaan pulau itu digambarkan   dari aktivitas perdagangan itu (Lombard   Patih Unus, penguasa Jepara yang
 itu, sedangkan Gujarat di India dan   Marco Polo pada tahun 1291 sebagai   2005: 42).  kekuasaannya cukup besar, sebelumnya
 Malaka di Nusantara adalah dua tempat   berikut:   adalah seorang pekerja kasar yang
 transaksinya yang paling penting   “Pulau itu kaya sekali. Ada lada, buah   Dalam situasi perdagangan Jawa seperti   “bekerja dengan tangannya.” Namun
 (1993: 30). Rempah-rempah hasil olahan   pala, sereh, lengkuas, kemukus, cengkeh   itu, para budak berubah menjadi orang   ketika ia pergi ke Malaka dengan
 masyarakat Nusantara seperti lada,   dan semua rempah-rempah yang   penting dan para pedagang kecil   kemuliaan yang rendah dan harta
 palawija, beras, cengkeh, tekstil, kapas,   langka di dunia. Pulau itu didatangi   menjadi saudagar besar. Denys Lombard   yang sedikit, ia menjadi orang kaya
 kayu, sutra, emas, batu permata, rotan   sejumlah besar kapal dan pedagang, yang   menceritakan perubahan ekonomi dan   karena perdagangannya dengan orang
 dan lain-lain adalah produk-produk   membuat laba tinggi di sana. Di pulau   status sosial masyarakat Jawa karena   Jawa dan berhasil menyingkirkan
 yang paling berharga dalam aktivitas   itu terdapat harta kekayaan sedemikian   posisi keislaman mereka. “Kelompok-  patih Jepara lalu menggantikannya.
 perdagangan ini.  kelompok sosial baru terbentuk dengan   Ada seorang bernama Pate Adam,
 banyaknya hingga tak ada orang di   harta kekayaan berupa modal bergerak.   dari Gresik ia pergi ke Malaka untuk
 Dilatarbelakangi situasi perdagangan   dunia ini yang dapat menghitungnya   Elit baru tidak lagi berada di tengah-  mencari rezeki. Di sana ia menikahi
 global yang sangat ramai saat itu di mana   ataupun menceritakannya semua. Dan   tengah dataran pesawahan yang kaya   seorang perempuan Melayu dan baru
 para saudagar Arab memegang peranan   ketahuilah bahwa Khan Agung tidak   tetapi di dekat laut yang menjadi sumber   pulang lagi ke Gresik ketika ia telah
 penting sebagai sayid-sayid berjubah   dapat memperolehnya, karena jauh dan   penghidupan mereka, di kota-kota   mendapatkan warisannya. Di Surabaya,
 yang kaya dan makmur, motif ekonomi   berbahayanya pelayaran menuju ke   pelabuhan dan perdagangan yang bakal   berkuasa seorang Patih Bubat yang
 kemudian diasumsikan sebagai salah   sana. Dari pulau itu, para pedagang dari   menjadi pusat-pusat sebuah peradaban   dihormati dan memiliki citra diri yang
 satu alasan kuat masyarakat Nusantara   Zaitun (Quanzhou) dan Mangi (Cina   baru. Karena fungsi dagang menjadi   baik sekali walalupun status dan latar
 berbondong-bondong memasuki Islam.   selatan) telah memperolah harta banyak   sangat penting, kota-kota baru itu tidak   belakang sebelumnya tidak diketahui.
 Saat itu para pedagang Muslim dan Cina   sekali dan begitulah halnya setiap hari”   lagi berada di bawah kekuasaan ibukota-  Tapi, sebagai seorang Muslim yang
 adalah juragan-juragan yang menguasai   (Lombard, 2005: 36).  ibukota lama yang agraris di pedalaman.   shaleh, ia mempunyai hubungan



 318  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   319
   326   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336