Page 334 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 334

termasuk konstruksi sejarawan Eropa     kekuatan pembebas (liberating force) bagi                   yang sudah dikemukakan oleh para       dalam aktivitas ekonomi, demikian pun
            melainkan sebuah perspektif pribumi     masyarakat tertindas yang terstruktur                       sejarawan tentang motivasi-motivasi    tradisi politik baru juga tumbuh oleh
            (view from within) dari fenomena sosial   secara hirarkhis. Di Nusantara,                           konversi Islam masyarakat Nusantara.   pengaruh Islam.
            sehari-hari terutama yang diperankan    terutama di Jawa, prinsip persamaan                         Faktor penghayatan penduduk
            para pedagang. “Pedagang-pedagang       ini menemukan momentumnya. Bagi                             sebagai “view from within” ini menarik
            Asia sebagai penggerak sejarah,” kata   kelas bawah (sudra) dalam struktur                          dijelaskan karena dalam melakukan      Peranan Kerajaan
            Lombard, “memang kurang sekali          masyarakat Hindu, menjadi Muslim                            rekonstruksinya, sejarawan umumnya     Istana kerajaan dan para raja di
            digambarkan” dan “kurang diakui”        berarti menaikkan status dan posisi                         tidak membaca sosiologi emosi          Nusantara yang telah masuk Islam
            (2005: 39). Dengan demikian, perspektif   sosial, derajat kemanusiaan, harga diri                   seperti penghayatan, rasa, respon,     penting peranannya dalam membentuk
            psiko-sosial adalah pendekatan          dan identitas. Islam memperlakukan                          bayangan, emosi, harapan, imajinasi    tradisi politik baru melalui institusi
            Indonesia-sentris dalam penulisan       mereka sebagai manusia yang mulia                           yang mengendap dalam alam fikiran      kesultanan yang memiliki dimensi
            sejarah Nusantara sebagaimana telah     dan terhormat. Prinsip ini, sebagaimana                     masyarakat Nusantara.                  politik internasional. Dalam membahas
            dirintis oleh para sejarawan sejak tahun   dicatat Nieuwenhuijze, adalah faktor                                                            islamisasi di sepanjang rute laut dan
            1970-an. 30                             pendorong bagi akselerasi islamisasi bagi                   Demikianlah, memasuki Islam bagi       peranan yang dimainkan para penguasa
                                                    masyarakat urban dan penduduk yang                          masyarakat Nusantara dan Asia
            Perspektif ini misalnya didukung        tinggal di sepanjang pantai utara Jawa                      Tenggara berarti pula membentuk pola-  dihadapan rakyatnya, banyak sejarawan
            oleh fakta yang diceritakan Coedès      yang tidak menyukai ajaran kasta Hindu                      pola ekonomi baru dari masyarakat      tidak bisa menghindari kenyataan betapa
            tentang sistem aristokrasi Hinduisme.   yang merendahkan mereka (1958: 36).                         petani ke masyarakat perdagangan       pentingnya peranan istana dan para
            Sebagaimana sejarah membuktikan                                                                     dan dari masyarakat bawah yang         raja. Milner, karena itu, mengingatkan
            bahwa Hinduisme Nusantara berasal       Perspektif psiko-sosial, dengan                             miskin ke masyarakat global (umat)     untuk tidak mengabaikan perhatian atas
            dari India, tetapi sistem kasta India   demikian, bukan hanya menjelaskan                           dengan memasuki aktivitas-aktivitas    peranan mereka.
            juga “terkubur dan hilang ke dalam      pendorong transformasi ekonomi tapi                         perdagangan sebagai jenis kekayaan     Para penguasa Asia Tenggara haruslah
            lapisan bawah kesadaran masyarakat      juga menjelaskan perubahan identitas                        baru. Motivasi penduduk Nusantara      dilihat bahwa mereka telah (sebagaimana
            Jawa” (Jay, 1963: 5).” Dalam doktrin    keagamaan. Melalui penjelasan psiko-                        melakukan transformasi identitas       mereka memerankan dirinya) memainkan
            Hinduisme, tidak akan pernah ada        sosial, imajinasi “agama orang-orang                        dengan berkonversi agama kepada Islam   peranan yang sangat penting dalam
            perubahan status pemeluk Hindu          kaya terpandang” ini masuk ke dalam                         yang membentuk kemakmuran baru         proses islamisasi, bahwa inovasi-inovasi
            dari kelas bawah ke kelas di atasnya    relung jiwa dan dunia pandang                               juga sejalan dengan fenomena yang      dan inkalkulasi agama harus disandarkan
            selama mereka dilahirkan sebagai kelas   masyarakat pribumi seperti dirasakan                       sama di ranah politik di mana kerajaan-  pada mereka. Para raja telah berperan
            rendah. Ketika Islam datang dengan      oleh berbagai lapisan penduduk                              kerajaan yang telah memeluk Islam telah   sentral dan memainkan karakteristik
            prinsip egalitarianisme-nya dihadapan   pribumi Nusantara baik para pedagang                        berubah statusnya menjadi kesultanan   dominan di negara-negara Asia Tenggara.
            Tuhan, prinsip ini berfungsi sebagai    maupun kelompok elit penguasa (raja-                        yang memiliki keterhubungan            (Milner 1983: 31)
            pendorong penting bagi percepatan       raja) serta kalangan istana. Perspektif                     dengan dinasti-dinasti Islam di luar
            islamisasi.  Doktrin egalitarianisme ini   psikologis ini memperkaya analisis                       Asia Tenggara. Bila islamisasi telah   Paling tidak ada tiga alasan mengapa
                      31
            sepanjang sejarah Islam telah menjadi   dan penjelasan serta melengkapi teori                       menumbuhkan masyarakat jenis baru      para raja dan istana harus diberi



         322    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   323
   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338   339