Page 338 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 338
para saudagar Muslim dan kerajaan gelombang masuknya Islam secara kemunduran. Rajanya yang terkenal pelabuhan sepanjang jalur pantai,
lokal terjadi. Maka, “perpindahan agama kuantitatif. Sejarah Melayu, seperti adalah Sultan Suriansyah, sultannya berlangsung secara efektif dan
kepada Islam,” ungkap Jay, “menyebar dikutip oleh Milner, mempetakan yang pertama yang sebelumnya bernama kemudian mendorong transformasi
ibarat gelombang, dari Timur ke Barat, bahwa Sultan Muhammad Syah, Raja pangeran Daha. Ia merupakan tokoh sosial budaya masyarakatnya. Malaka,
melalui negara-negara kepulauan … Malaka, “adalah orang pertama yang terpenting dalam sejarah di Kalimantan sebuah pelabuhan terbesar yang juga
Setelah itu, selama lebih dari bentangan masuk Islam di Malaka, dan kemudian karena melalui keislamannyalah, para mendorong perluasan agama Islam di
dua abad, kebanyakan pusat-pusat memerintahkan semua rakyatnya, baik pembesar dan rakyat Kesultanan Banjar seluruh daerah pantai Semenanjung
perdagangan besar termasuk pelabuhan- golongan rendah atau golongan elit, masuk Islam. Kekuasaan Banjar meliputi Malaka dan Sumatra bagian timur.
pelabuhan di utara Jawa, berada dalam untuk masuk Islam” (1983: 30). Di Buton, daerah-daerah Sambas, Sukadana, Negara-negara pelabuhan baru Islam
pengaruh penguasa Muslim lokal” (Jay Halu Oleu atau Timbang-timbangan raja Kotawaringin, Sampit, Batanglawai, tumbuh subur di sepanjang rute-rute
1963: 5). ke-6 Kerajaan Buton masuk Islam pada Medawi, Landak, Mendawai, Pulau Laut, rempah-rempah ke pantai utara Jawa
Ketiga, dampak besar dan masuk 1538 dan bergelar ‘ulul amriwaqa’imuddin Kutai Pasir dan Berau(SNI, III, 1993: 76). dan Maluku yang terus meluas ke Brunei
Dalam sejarah Tallo diberitakan bahwa
dan Manila” (Reid, 1993: 133).
Islamnya para penguasa dan terjadinya (pemerintah dan penegak agama). Islam dibawa ke Makassar oleh Sultan
transformasi masyarakat. Dalam Setelah ia masuk Islam langkahnyapun Abdullah dari Tallo dan kemudian
pandangan dan kepercayaan tradisional diikuti serentak oleh rakyatnya. secara resmi diikuti oleh seluruh Memasuki Komunitas Muslim
pra-Islam, penguasa atau raja-raja adalah Alauddin masuk Islam pada 1605, ia penduduk kerajaan Makassar dan Bugis Global
“dewa-raja” (god-king), “pancaran dewa” mengubah Gowa menjadi kerajaan Islam (1605–1612). Selain penyebaran Islam,
34
(god-emanations), atau “reinkarnasi dewa” dan ia menjadi sultan yang pertama. raja-raja Nusantara juga dipercaya Dari penjelasan panjang tentang situasi
(god-reincarnation) Rakyat menghamba Setelah Alauddin mengumumkan sebagai penjaga syari’ah (the guardians of perubahan sosial ekonomi di Asia
dan melayani mereka sepenuh hati Islam sebagai agama resmi kerajaannya, Islamic shari’a). Iskandar Muda, penguasa Tenggara di atas, ada suatu fenomena
dengan jiwa raga karena raja dipercaya ia kemudian melakukan tranformasi Aceh (1607–1636), “diberi tanggung menarik lain yaitu menaiknya status
sebagai titisan dewa dengan legitimasi masyarakat dengan memerintahkan jawab untuk memperkuat pemberlakuan ekonomi penduduk pribumi juga
kekuasaan yang sangat kuat. Taat seluruh rakyatnya untuk masuk Islam. syari’at Islam bagi rakyatnya.” Siegel berarti masuknya perdagangan global
kepada raja dihayati sebagai taat kepada Setelah mengislamkan rakyatnya, menyatakan, “sultan telah berfungsi menghubungkan banyak negara dan
dewa. Maka, berontak melawan raja Sultan Alauddin juga menyeru kerajaan sebagai penjaga berlakunya hukum bangsa-bangsa. Situasi internasional
adalah tabu atau tidak mungkin bisa tetangga yaitu Bone, Soppeng dan Wajo Islam dan negara kerajaan difungsikan abad ke-15–17 saat itu sangat penting
dilakukan. Kepercayaan ini terus untuk bersatu dan memeluk Islam sebagai aparat dan administrasi untuk dan berpengaruh mendorong penduduk
berlanjut hingga masuknya pengaruh dengan bayangan ancaman perluasan mengelola dan mengorganisasikannya” pribumi menjadi Muslim. Koneksi
Islam. Karena itu mudahlah diduga kekuasaan kompeni Belanda yang sudah (1969: 39). antara situasi internasional dengan
betapa sistem kepercayaan lama ini melebar ke perairan Maluku (SNI, III, saluran perdagangan negara-negara
melempangkan jalan bagi proses 1993: 26). Masuknya Islam ke kerajaan Dari penjelasan, nampaklah bahwa tradisional di kepulauan Nusantara
islamisasi. Konversi agama dari para Banjar Kalimantan selatan dibawa oleh proses islamisasi khususnya di adalah faktor penjelas yang nyata. Tetapi
penguasa lokal memfasilitasi percepatan Demak saat Majapahit tengah mengalami daerah-daerah perkotaan dan bukan hanya sekadar perolehan praktis
326 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 327

