Page 341 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 341

ekonomi, faktor psikologis sebagaimana   itu, mereka menyatu dalam kegiatan   masyarakat internasional dengan ciri-  antaranya dibangun melalui institusi
 dinyatakan Ricklefs,  perdagangan tanpa sekat-sekat atau   ciri kosmopolitan yang kuat. Secara   peribadatan Islam yaitu haji. Melalui haji,
 batasan keagamaan. Bangsa-bangsa   psikologis, menjadi Muslim tak sekedar   masyarakat Muslim di seluruh dunia
 Di Malaka, jaringan perdagangan   Eropa pun ditemukan belajar kepada   berarti berpindah agama dan menikmati   membangun solidaritas keagamaan
 Indonesia terhubung dengan rute-rute   penduduk pribumi (Lombard, 2005: 7).  kemakmuran hidup, tetapi lebih dari   mereka melalui haji dan Mekkah sebagai
 yang mencapai wilayah barat India,   itu masih belum masuk kedalam sistem   simbol keumatan mereka. Lebih jauh,
 Persia, Arab Saudi, Syria, Afrika Barat   Melalui rute perdagangan ini,   masyarakat global dan menjadi warga   Shih menjelaskan bahwa Islam di Asia
 dan kawasan Mediterranean, wilayah   masyarakat Nusantara tidak hanya   dunia yang disebut ‘”umat.” Sydney   Tenggara memiliki karakteristik yang
 utara Siam, Pegu, dan wilayah timur ke   disadarkan tentang adanya sebuah   Jones (1984), mengatakan bahwa pada   sangat khusus, ada konsep Islam di
 Cina dan mungkin hingga Jepang. Ini   aktivitas perdagangan yang luar   abad ke-17, pengertian “umat” bagi   seluruh umat. Kita benar-benar tidak
 adalah sistem perdagangan terbesar saat   biasa, tetapi juga menyaksikan realitas   kelompok Muslim ini bukan hanya   memiliki kata untuk itu dalam bahasa
 itu dan dua tempat pertukaran penting   internasional dan kosmopolitanisme   wilayah Nusantara melainkan seluruh   Inggris, tetapi itu adalah perasaan bahwa
 adalah Gujarat di barat utara India dan   dunia yang diperankan pedagang-  dunia Islam yang dihubungkan oleh   semua Muslim, di mana pun di dunia,
 Malaka (1981: 19).  pedagang yang berdatangan dari   jalur perdagangan. Sehubungan dengan   termasuk dalam komunitas yang sama.
 berbagai negara. Catatan perjalanan
 Oleh karena internasionalisme dari   ini, Neher menyatakan,  Dan umat Islam diajari itu. Setahun
 kawasan ini, suasana kosmopolitan   Tome Pires memberi kesaksian atas   sekali, Mekah adalah pusat ziarah.
 kosmopolitanisme kota-kota pelabuhan
 di berbagai kota pun sangat terasa.   ini. Di Malaka, ditemukan orang-orang   Masuk agama Islam telah membawa para   Semua Muslim diwajibkan untuk pergi
 Kesultanan-kesultanan Islam di   asing yang sangat banyak: orang Gujarat,   pedagang kepada komunitas Muslim   ke Mekah setidaknya sekali seumur
 Nusantara adalah tempat berpadunya   Bengali Tamil, Pegu, Siam, Cina, Habsyi,   internasional, yaitu ummat, sebagai   hidup dengan naik haji jika mereka
 aktivitas politik dan perdagangan   Armenia dan lain-lain. Mereka datang   faktor penting kehidupan ekonomi   mampu. Jadi apa yang di temukan di
 yang membentuk kultur kosmopolit.   dan bergabung dengan orang-orang   Indonesia. Perasaan kelompok yang lebih   dunia Muslim, adalah bahwa ketika tiba
 Denys Lombard membandingkan corak   Melayu, Jawa, Bugis, para pedagang dari   besar (the greater sense of community)   saatnya untuk haji, pemerintah menyewa
 perdagangan di pelabuhan-pelabuhan   Luzon, dan kepulauan Ryukyu. Menurut   dan kepercayaan di antara para saudagar   pesawat terbang dan ribuan orang pergi
 kesultanan ini dengan corak kota-kota   Lombard, dalam teks Portugisnya Pires   Muslim memperluas jaringan dan   haji. Di Mekah, mereka bercampur
 dagang di Italia dan Vlaanderen yang   menyebutkan sekitar enam puluh etnis.   kesempatan mereka mengembangkan   dengan Muslim lain yang datang
 menurutnya memiliki kesamaan. Sultan   Suasana kosmpolitanisme seperti ini   usahanya. (1983: 15)  dari seluruh dunia Muslim, sehingga
 sendiri, menurutnya, beserta kerabatnya   di temukan juga di Cirebon, Banten,   Sejalan dengan Neher, Anthony Shih   gagasan bahwa Muslim dari seluruh
 turut berdagang dan memiliki saham   Ternate, Aceh, Makassar, Banjarmasin   (Profesor sejarah dari Standford   dunia adalah anggota dari komunitas
 dalam ekspedisi-ekspedisi kelautan   dan Palembang (Lombard, 2005: 7).  University) menjelaskan bahwa konsep   yang sama adalah hal yang sangat
 dan negara memiliki pendapatan   “umat” adalah konsep khas masyarakat   nyata, bukan ide abstrak yang fantastis.
 sangat besar dari aneka ragam pajak   Begitulah Islam telah   Muslim yang tak ditemukan di dunia   Pertemuan tahunan umat Islam di
 perdagangan. Bangsa-bangsa Asia ramai   mentransformasikan masyarakat   Barat. Umat telah menjadi konsep   Mekah, terlepas dari bagian dunia mana
 mengunjungi pelabuhan-pelabuhan   Nusantara dari masyarakat lokal menjadi   internasionalisme Islam yang di   mereka berasal, dan perbedaan warna



 328  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   329
   336   337   338   339   340   341   342   343   344   345   346