Page 344 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 344
peningkatan status sosial dari “buruh- dalam sistem perdagangan internasional, (Endnotes) Denys Lombard, Nusa Jawa: Silang
buruh petani miskin” di ladang dan terjadilah perubahan status, identitas, 1 Denys Lombard, Nusa Jawa: Silang Budaya, Jilid I dan II, Gramedia,
pesawahan ke “orang-orang kaya baru” kesadaran, cara berfikir, orientasi dan Budaya, Jilid II, Gramedia, Jakarta, Jakarta, 2005, dll. Tulisan jurnal,
dari pekerjaan dagang dan produksi aktivitas mereka. Perubahan identitas 2005, hal. 31-32. lihat Lihat Tibbetts, G. R. (1957),
barang-barang jadi. Walaupun penduduk dan kesadaran itu kemudian mendorong 2 Clark. D. Neher, Politics in Southeast “Early Muslim traders in Southeast
Nusantara merasakan perubahan status mereka melakukan aktivitas-aktivitas Asia, Schenkman Publishing Asia,” Journal of the Malaysian
ekonominya menjadi strata menengah baru yang sebelumnya tidak ada, tidak Company, Inc., Cambridge, Branch of the Royal Asiatic Society.
dan elit, hal itu bukanlah tujuan dilakukan atau belum diciptakan. Ketika Massachusetts, 1981, hal 15. 30 (1): 1-45; Yusuf Chang (1988),
utama melainkan hanya dampak dari aktivitas-aktivitas itu berlangsung “The Ming Empire: patron of
perubahan identitas mereka setelah intensif dalam jumlah massal dalam 3 J.C. van Leur, Indonesian Trade and Islam in China and Southeast
menjadi Muslim dan menjadi warga panggung historis pra-kolonial terjadilah Society: Essays in Asia Social and and West Asia,” Journal of the
dunia. Ketiga, transformasi dari sentra- perubahan-perubahan sosial yang Economic History, Bandung: Van Malaysian Branch of the Royal Asiatic
sentra ekonomi pesawahan di daerah- membentuk masyarakat sosial ekonomi Hoeve/Sumur Bandung, 1960, hal. 3. Society LXI (2) 1-44. Bruinessen,
daerah pedalaman kepada ekonomi baru di Asia Tenggara.[] 4 Hall, D.G.E, A History of Southeast Martin van (1994), “The origins
maritim dan perdagangan di pelabuhan Asia, Macmillan, ST Martin and development of Sufi orders
dan pantai-pantai. Seperti diuraikan Press, New York, 1970; George (tarekat) in Southeast Asia,” Studia
Pires diatas, pada abad ke-15-17, orang Coedès, The Indianized States Islamika, 1(1): 1-25, dll.
asing yang melakukan transaski jual beli of Southeast Asia, Australian 5 Historiograf tradisional ini oleh
banyak ditemukan di sepanjang pantai National University Press, 1975. para sejarawan modern sering
Nusantara: Malaka, Cirebon, Banten, M.C. Ricklefs, A History of Modern diperlakukan secara ambigu,
Ternate, Aceh, Makassar, Banjarmasin Indonesia, Asian Histories Series: dibutuhkan tapi dikritik, dengan
dan Palembang. Keempat, transformasi MacMillan, 1981; Anthony ungkapan-ungkapan seperti “tak bisa
aktivitas ekonomi dari ladang-ladang Reid, Southeast Asia in the Age dipercaya sepenuhnya,” atau “kurang
pertanian ke aktivitas kelautan melalui of Commerce 1450-1680, Volume bisa dipertanggung jawabkan” dll.
tangkapan ikan dan ekspor-impor One, Yale University Press, New Apalagi tentang biografi ulama dan
barang-barang produksi. Haven and London, 1993; Anthony
Milner, The Invention of Politics para wali yang lebih banyak bersifat
Secara kultural, islamisasi pada in Colonial Malaya. Contensting hagiografis ketimbang historis dalam
hakikatnya adalah proses perubahan Nationalism and the Expansion pengertian modern.
sosial budaya. Masuk dan of the Public Sphere, Cambridge 6 Syed Muhammad Naquib al-Attas,
berkembangnya Islam di Nusantara telah University Press,1994; Donald G. Preliminary Statement on a General
menunjukkan fakta-fakta itu. Ketika McCloud, Southeast Asia, Tradition Theory of the Islamization of the
Islam dipeluk oleh penduduk Nusantara and Modernity in the Contemporary Malay-Indonesian Archipelago, Kuala
kemudian mereka menjadi warga dunia World, Westview Press, Inc., 1995. Lumpur, 1969: 29-30.
332 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 333

