Page 349 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 349

verifikasi tetapi juga penting adalah   (Azra 1999: 5-15) bahwa Islam   ia melakukan penilaian ulang atas   Ajaran dan Jalan Kematian Syekh
 falsifikasi (lihat Popper 1985)  bukan soal wilayah geografis tapi   teori-teori kedatangan Islam (2013:   Siti Jenar, karya Dr Abdul Munir
 17  Untuk filsafat sejarah Islam lihat di   ajaran. Azyumardi mengkritik   2-19). Karena pembahasan dalam   Mulkhan, Yogyakarta, 24 Juli 2001.
 antaranya Issawi (1962), Al-Sharqawi   penggunaan istilah ini: “Bahwa   bukunya Jaringan Ulama tersebut   22  Masih adanya kompromi dengan
 (1981) dan Shiddiqi (1983).  Islam Asia Tenggara adalah periferal   adalah rekonstruksi akademik   kebudayaan lama ini menimbulkan
 18  Periphery atau peripheral adalah   secara geografis mungkin benar.   “terakhir” yang luas melalui kajian   perdebatan diantara para sejarawan
 sebuah penggambaran (depiction)   Tetapi, Islam di Asia Tenggara   disertasi berdasarkan sumber-  tentang apa yang sesungguhnya
 dalam sosiologi yang membagi   periferal dari segi ajaran harus   sumber otoritatif yaitu pandangan   terjadi di Nusantara. Apakah
 dunia kepada kelompok dominan   diuji secara kritis” (1999: 8). Konsep   para sarjana dan sejarawan   masyarakat Nusantara benar-
 (negara-negara industri kapitalis)   “periferal” berdampak luas pada   tentang polemik masuknya Islam   benar melakukan “konversi” atau
 dan kelompok lain yang terutama   “ilegalisasi” budaya Islam. Banyak   ke Nusantara, maka kesimpulan   hanya “adhesi”? Menurut Anthony
 berada di dunia ketiga yang   kalangan (orientalis maupun   “abad ke-7” dan “dari Arabia”   Reid, ketimbang “konversi” yaitu
 secara politik dan ekonomi   kalangan internal Muslim sendiri)   adalah kesimpulan yang paling up   perpindahan agama kepada Islam
 posisinya lemah. Ketika pada   menganggap “Islam yang asli”   to date, walaupun itu sebenarnya   atau Kristen, yang sebenarnya
 abad ke-20, negara-negara dunia   adalah Islam Arab yang berwarna   hanya penegasan ulang yaitu   terjadi adalah “adhesi” (kelekatan)
 ketiga mengalami industrialisasi,   Wahhabi. Khazanah kebudayaan   memperkuat hasil seminar tahun   berdasarkan kenyataan bahwa yang
 sentralisasi politik dan memiliki   Islam yang kaya dan luas di luar   1963 di Medan (Hasymi 1963). Yang   mereka lakukan hanyalah konfesi
 organsasi-organisasi politik sipil   dunia Arab dianggap budaya   perlu dibedakan adalah “pengaruh   (membaca kalimat syahadat) dan
 seperti Eropa Selatan, Amerika   Islam periferal yang tidak asli,   kemudian” atau “gelombang Islam   tidak sepenuhnya meninggalkan
 Latin dan negara-negara Asia,   sinkretis, campur aduk dll. Inilah   besar-besaran” yang memang terjadi   kepercayaan dan ritual-ritual
 tahun 1970an, Wallerstein (1974)   yang membuat Geertz menyebut   pada abad-abad berikutnya yaitu   animistik dan samanistik
 kemudian mengenalkan istilah   tradisi abangan di Jawa atau Islam   abad ke-14-16.  sebelumnya. Setelah masyarakat
 “semi-periphery” (Jary and Jary,   kejawen sebagai tradisi Hindu   20  Tentang aspek-aspek internasional   Nusantara melakukan “konversi
 1995: 67). Ketika penggunaan istilah   yang tidak berasal dari Islam.   yang menjadi penunjang suksesnya   agama” mereka masih tetap sebagai
 ini meluas, beberapa orientalis   Pandangan Geerzt banyak menuai   islamisasi di Nusantara, lihat   Muslim nominal. Lihat, Anthony
 menggunakan “Islam periferal”   kritik terutama dari Hodgson (1974:   Moeflich Hasbullah, King, Identity   Reid, Southeast Asia in the Age of
 untuk menggambarkan Islam   551) dan kemudian diikuti oleh para   and Islamization: Psycho-social Aspects   Commerce, Part Two: Expansion
 Asia Tenggara yang berada jauh   sarjana lain. Tentang Islam Jawa   of Religious Conversion in Southeast   and Crisis, Yale University Press,
 dari pusat (Arab, Timur Tengah).   sesungguhnya adalah budaya Islam,   Asia in the 15-17 Centuries (2009), atau   1993, hal. 140-143. Argumen ini
 Penggunaan istilah “periferal”   lihat Simuh (2003), Woodward (1999,   Perdagangan, Internasionalisme dan   diikuti Azyumardi Azra bahwa
 bagi dunia Islam sudah banyak   2010).  Konversi Agama (2012).  “konversi” umumnya adalah
 dikritik seperti oleh Najib Al-Attas,   19  Kesimpulan Azyumardi tersebut   21  Hasanu Simon, “Misteri Islamisasi   perubahan atau pergantian dari
 Hussein Alatas dan Nikki Keddie   dibuat setelah dalam 17 halaman   Jawa,” makalah dalam Diskusi Buku   kepercayaan sebelumnya kepada



 336  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   337
   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354