Page 403 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 403

perjalannya, menjadi rujukan penting   ditemukannya lembaga pesantren di   yang terlembaga yang dikenal sebagai   Para raja mempelopori pembangunan
 umat dalam beragama.  negara-negara Islam lainnya, sementara   pesantren.  pesantren-pesantren di sejumlah daerah
 lembaga yang serupa dengan pesantren               yang secara tradisional didesain untuk
 Dengan ragam fungsinya tersebut,   banyak ditemukan di dalam masyarakat   Tegalsari kemudian menjadi sebuah   tujuan-tujuan keagamaan, yang disebut
 tak ayal pesantren semakin dipercaya   Hindu dan Budha, seperti di India,   pesantren terkenal di Jawa. Survei   desa perdikan—desa-desa di bawah
 sebagai institusi yang memiliki potensi   Myanmar, dan Thailand.  Belanda tentang pendidikan di   kekuasaan kerajaan yang diberi status
 besar dalam rekayasa sosial, sebagai   Nusantara pada 1819 menyebut   khusus dalam fungsi-fungsi keagamaan
 bagian dari agen perubahan (agent of   Di antara pesantren yang tergolong   pentingnya Madiun dan Ponorogo,   dan dibebaskan dari pajak.  Seperti
                                                                            161
 change). Inilah yang agaknya dilihat oleh   paling awal muncul adalah Pesantren   tempat Pesantren Tegalsari, sebagai   “desa Hindu” pada masa pra-Islam,
 M. Dawam Rahardjo ketika menegaskan   Tegalsari. Bertempat di wilayah yang   salah satu pusat paling penting bagi   desa perdikan memiliki makna kultural
 bahwa pesantren berperan penting “baik   sekarang disebut Madiun dan Ponorogo   pengajaran Islam di mana santri   dalam sistem dan budaya politik Jawa,
 sebagai ruang pendidikan maupun   di Jawa Timur, Tegalsari secara resmi   datang untuk belajar pengetahuan   dan membantu raja dalam menciptakan
 sebagai lembaga sosial yang bisa   didirikan sebagai sebuah desa perdikan   tinggi Islam.  Pesantren Tegalsari juga   dan mengawal tata-negara (njaga tata-
                       159
 mempengaruhi perubahan-perubahan   selama pemerintahan Pakubuwana   menjadi tempat penting bagi pengajaran   tentreming pradja). 162
 sosial dari berbagai segi”. 157  II (1726-1749) di Kerajaan Mataram.   Islam untuk elite politik dan keluarga
 Dekrit kerajaan menyatakan bahwa   di Kerajaan Mataram, salah seorang   Para raja Mataram mengangkat ulama-
 Menelisik sejarah awal perkembangan   Raja Kerajaan Mataram mengumumkan   di antaranya adalah Raden Ngabehi   ulama untuk desa-desa perdikan yang
 pesantren di Indonesia, pesantren,   Tegalsari sebagai desa perdikan, dan   Ranggawarsita (1802-1874). Selain   bertugas menjaga makam elite kerajaan
 menurut Baha’Uddin, muncul   mengangkat seorang ulama, Jahja dan   pengajaran, pesantren tersebut menjadi   dan kaum bangsawan, mengajarkan
 pertama kali di pulau Jawa sebagai   dan dua saudaranya, Kasan Besari   penanda penyebaran Islam di seantero   Islam, dan mengorganisasi berbagai
 upaya pengambilalihan sistem   dan Moekibat, menjadi pemimpin   Jawa: Banten, Bogor, Karawang, dan   kegiatan keagamaan di masjid-masjid
 pendidikan yang diselenggarakan   desa tersebut. Dekrit kerajaan juga   kabupaten-kabupaten Priangan di Jawa   desa. Di desa-desa tersebut, ulama
 oleh penganut Hindu di Nusantara.   menyebutkan tugas-tugas utama   Barat; Tegal, Pekalongan, dan Rembang   memiliki wewenang untuk mengatur
 Pendirian pesantren pada masa   pemegang jabatan, di antaranya,   di Jawa Tengah; Gresik, Kedu, Surabaya,   hampir semua aspek permasalahan
 awalnya dimaksudkan sebagai tempat   menciptakan keteraturan sosial   Pasuruan, dan Banyuwangi di Jawa   desa, sampai ke tingkat di mana mereka
 mengajarkan agama Hindu dan tempat   dalam kehidupan desa, mengajarkan   Timur.  Sejumlah pesantren di daerah-  bersikap layaknya pemilik desa yang
                  160
 membina kader-kader penyebar Hindu.   Islam kepada masyarakat, dan   daerah tersebut, khususnya di Jawa   hanya bertanggung jawab kepada raja
 Tradisi penghormatan kepada guru dan   mengatur penyelenggaraan tugas-  Tengah dan Jawa Timur, bertempat di   Mataram. Desa perdikan membentuk
 pola hubungan antara murid dan guru   tugas keagamaan, dan terlibat dalam   desa perdikan.  komunitas-komunitas religius, di bawah
 yang tidak didasarkan kepada hal-hal   persoalan-persoalan kemasyarakatan   kepemimpinan ulama, di mana ajaran
 yang sifatnya material juga bersumber   yang lain.  Tugas-tugas inilah,   Penting dicatat, berdirinya pesantren-  Islam diterapkan dan aturan-aturan
 158
 dari tradisi Hindu. Fakta lain yang   khususnya yang berhubungan dengan   pesantren di Jawa Tengah dan Jawa   Islam dibuat. Dengan demikian, di desa
 menunjukkan bahwa pesantren bukan   pengajaran Islam, yang kemudian   Timur merupakan bagian dari budaya   perdikan inilah pesantren mula-mula
 berakar dari tradisi Islam adalah tidak   berkembang menjadi pengajaran   politik Jawa dalam Kerajaan Mataram.   didirikan. Karenanya, desa perdikan



 390  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   391
   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408