Page 402 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 402

perjalannya, menjadi rujukan penting    ditemukannya lembaga pesantren di                           yang terlembaga yang dikenal sebagai   Para raja mempelopori pembangunan
            umat dalam beragama.                    negara-negara Islam lainnya, sementara                      pesantren.                             pesantren-pesantren di sejumlah daerah
                                                    lembaga yang serupa dengan pesantren                                                               yang secara tradisional didesain untuk
            Dengan ragam fungsinya tersebut,        banyak ditemukan di dalam masyarakat                        Tegalsari kemudian menjadi sebuah      tujuan-tujuan keagamaan, yang disebut
            tak ayal pesantren semakin dipercaya    Hindu dan Budha, seperti di India,                          pesantren terkenal di Jawa. Survei     desa perdikan—desa-desa di bawah
            sebagai institusi yang memiliki potensi   Myanmar, dan Thailand.                                    Belanda tentang pendidikan di          kekuasaan kerajaan yang diberi status
            besar dalam rekayasa sosial, sebagai                                                                Nusantara pada 1819 menyebut           khusus dalam fungsi-fungsi keagamaan
            bagian dari agen perubahan (agent of    Di antara pesantren yang tergolong                          pentingnya Madiun dan Ponorogo,        dan dibebaskan dari pajak.  Seperti
                                                                                                                                                                               161
            change). Inilah yang agaknya dilihat oleh   paling awal muncul adalah Pesantren                     tempat Pesantren Tegalsari, sebagai    “desa Hindu” pada masa pra-Islam,
            M. Dawam Rahardjo ketika menegaskan     Tegalsari. Bertempat di wilayah yang                        salah satu pusat paling penting bagi   desa perdikan memiliki makna kultural
            bahwa pesantren berperan penting “baik   sekarang disebut Madiun dan Ponorogo                       pengajaran Islam di mana santri        dalam sistem dan budaya politik Jawa,
            sebagai ruang pendidikan maupun         di Jawa Timur, Tegalsari secara resmi                       datang untuk belajar pengetahuan       dan membantu raja dalam menciptakan
            sebagai lembaga sosial yang bisa        didirikan sebagai sebuah desa perdikan                      tinggi Islam.  Pesantren Tegalsari juga   dan mengawal tata-negara (njaga tata-
                                                                                                                           159
            mempengaruhi perubahan-perubahan        selama pemerintahan Pakubuwana                              menjadi tempat penting bagi pengajaran   tentreming pradja). 162
            sosial dari berbagai segi”. 157         II (1726-1749) di Kerajaan Mataram.                         Islam untuk elite politik dan keluarga
                                                    Dekrit kerajaan menyatakan bahwa                            di Kerajaan Mataram, salah seorang     Para raja Mataram mengangkat ulama-
            Menelisik sejarah awal perkembangan     Raja Kerajaan Mataram mengumumkan                           di antaranya adalah Raden Ngabehi      ulama untuk desa-desa perdikan yang
            pesantren di Indonesia, pesantren,      Tegalsari sebagai desa perdikan, dan                        Ranggawarsita (1802-1874). Selain      bertugas menjaga makam elite kerajaan
            menurut Baha’Uddin, muncul              mengangkat seorang ulama, Jahja dan                         pengajaran, pesantren tersebut menjadi   dan kaum bangsawan, mengajarkan
            pertama kali di pulau Jawa sebagai      dan dua saudaranya, Kasan Besari                            penanda penyebaran Islam di seantero   Islam, dan mengorganisasi berbagai
            upaya pengambilalihan sistem            dan Moekibat, menjadi pemimpin                              Jawa: Banten, Bogor, Karawang, dan     kegiatan keagamaan di masjid-masjid
            pendidikan yang diselenggarakan         desa tersebut. Dekrit kerajaan juga                         kabupaten-kabupaten Priangan di Jawa   desa. Di desa-desa tersebut, ulama
            oleh penganut Hindu di Nusantara.       menyebutkan tugas-tugas utama                               Barat; Tegal, Pekalongan, dan Rembang   memiliki wewenang untuk mengatur
            Pendirian pesantren pada masa           pemegang jabatan, di antaranya,                             di Jawa Tengah; Gresik, Kedu, Surabaya,   hampir semua aspek permasalahan
            awalnya dimaksudkan sebagai tempat      menciptakan keteraturan sosial                              Pasuruan, dan Banyuwangi di Jawa       desa, sampai ke tingkat di mana mereka
            mengajarkan agama Hindu dan tempat      dalam kehidupan desa, mengajarkan                           Timur.  Sejumlah pesantren di daerah-  bersikap layaknya pemilik desa yang
                                                                                                                     160
            membina kader-kader penyebar Hindu.     Islam kepada masyarakat, dan                                daerah tersebut, khususnya di Jawa     hanya bertanggung jawab kepada raja
            Tradisi penghormatan kepada guru dan    mengatur penyelenggaraan tugas-                             Tengah dan Jawa Timur, bertempat di    Mataram. Desa perdikan membentuk
            pola hubungan antara murid dan guru     tugas keagamaan, dan terlibat dalam                         desa perdikan.                         komunitas-komunitas religius, di bawah
            yang tidak didasarkan kepada hal-hal    persoalan-persoalan kemasyarakatan                                                                 kepemimpinan ulama, di mana ajaran
            yang sifatnya material juga bersumber   yang lain.  Tugas-tugas inilah,                             Penting dicatat, berdirinya pesantren-  Islam diterapkan dan aturan-aturan
                                                             158
            dari tradisi Hindu. Fakta lain yang     khususnya yang berhubungan dengan                           pesantren di Jawa Tengah dan Jawa      Islam dibuat. Dengan demikian, di desa
            menunjukkan bahwa pesantren bukan       pengajaran Islam, yang kemudian                             Timur merupakan bagian dari budaya     perdikan inilah pesantren mula-mula
            berakar dari tradisi Islam adalah tidak   berkembang menjadi pengajaran                             politik Jawa dalam Kerajaan Mataram.   didirikan. Karenanya, desa perdikan



         390    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   391
   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407