Page 400 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 400

Ketiga, pesantren berfungsi baik sebagai   menjadi media yang memungkinkan                          Wahid menyebut pesantren sebagai sub-  merupakan hasil dari inisiatif
            pemelihara tradisi Islam maupun budaya   berlangsungnya proses tersebut.                            kultur. Wahid mendasari pendapatnya    masyarakat, sehingga pesantren
            lokal.  Pesantren berfungsi dalam       Syarah, penjelasan atas teks asli yang                      dengan sejumlah kriteria: (1) keberadaan   memiliki basis kuat di tengah
                 151
            pemeliharaan budaya lokal, karena       berasal dari ulama Timur Tengah,                            pesantren sebagai lembaga kehidupan    masyarakat. Meski tumbuh bersamaan
            perannya dalam mempertahankan           menjadi media ulama pesantren untuk                         yang menyimpang dari pola kehidupan    dengan proses Islamisasi dan
            praktik lokal yang telah lama           menyampaikan ajaran Islam kepada                            umum di negeri ini, (2) terdapatnya    menggunakan simbol-simbol Islam,
            berkembang. Imbas dari masuknya         khalayak di lingkungannya sesuai                            sejumlah penunjang yang menjadi        pesantren pada dasarnya adalah produk
            Islam bukan melalui jalur militer,      pemahaman dan pemikiran mereka.                             tulang punggung kehidupan pesantren,   budaya asli Indonesia.
            melainkan dengan apa yang disebut       Untuk tujuan tersebut, para ulama                           (3) berlangsungnya proses pembentukan
            sebagai penetrasi damai (penetration    pesantren melakukan kontekstualisasi                        tata nilai tersendiri dalam pesantren,   Inilah sebabnya mengapa pesantren,
            pacifique),  yang dimotori oleh kelompok   gagasan-gagasan teks asli.                               lengkap dengan simbol-simbolnya, (4)   seperti diutarakan Nurcholis Madjid,
                    152
            sufi, dan sebagian lagi kaum pedagang                                                               adanya daya tarik ke luar, sehingga    dianggap sebagai artefak peradaban
            cum-pendakwah, membuat praktik          Kelima, pesantren menjadi basis sosio-                      memungkinkan masyarakat sekitar        Indonesia yang dibangun sebagai
            sinkretisme menjadi tak terhindarkan.   intelektual pemikiran Islam. Dengan                         menganggap pesantren sebagai alternatif   lembaga pendidikan keagamaan
                                                    sumber keislaman yang kaya, para                            ideal bagi sikap hidup yang ada di     bercorak tradisional dan unik.
            Berkembangnya pesantren di pedalaman    alumnus pesantren memiliki modal                            masyarakat, dan (5) berkembangnya      Menurutnya, dari segi histroris
            Jawa tidak lantas menghancurkan         yang memadai untuk berbicara tentang                        suatu proses saling mempengaruhi       pesantren tidak hanya identik
            praktik budaya lokal yang telah         Islam. Dengan basis pengetahuan                             dengan masyarakat di luarnya yang      dengan makna keislaman tetapi juga
            berkembang selama berabad-abad.         keislaman yang mereka peroleh di                            akan berkulminasi pada terbentuknya    mengandung makna keaslian Indonesia
            Sebaliknya, pesantren berupaya          pesantren, pemikiran Islam yang                             bila-nilai baru yang diterima kedua    (indigenous). Sebabnya, lembaga yang
            mengakomodasi budaya lokal, dan         dikembangkan oleh para intelektual                          belah pihak. 154                       serupa pesantren ini sebenarnya sudah
            menggabungkannya dengan ajaran          muslim santri ini memiliki pijakan kuat                                                            ada sejak masa kekuasaan Hindu-Budha.
            Islam. Penggunaan alat kesenian lokal   pada tradisi Islam yang berkembang                          Lebih jauh, Wahid menyebut tiga elemen   Sehingga Islam tinggal meneruskan
            dalam dakwah Islam oleh para Wali       dalam sejarah Islam, yang diwariskan                        utama yang menopang keberadaan         dan mengislamkan lembaga pendidikan
            Sanga adalah contoh yang paling nyata   di pesantren-pesantren. Dengan kata                         pesantren sebagai subkultur: (1) pola   yang sudah ada. 156
            terlihat. Dengan adanya penerimaan,     lain, melalui basis keislaman yang kaya                     kepemimpinan pesantren yang mandiri
            akulturasi, dan sinkretisme budaya      dari pesantren, para intelektual Muslim                     dan tidak terko-optasi oleh negara, (2)   Kondisi tersebut dalam batas tertentu
            tersebut, tumbuh satu tradisi toleransi   santri ini akhirnya memiliki modal yang                   kitab-kitab rujukan umum yang selalu   semakin membawa pesantren pada
            dan keterbukaan dalam Islam yang        cukup untuk bicara tentang Islam. 153                       digunakan dari berbagai abad, dan (3)   posisi yang kuat di tengah-tengah
            berkembang di Indonesia.                                                                            sistem nilai yang digunakan adalah     masyarakat. Terlebih ketika nyatanya,
                                                    Pesantren berkembang menjadi sistem                         bagian dari masyarakat luas. 155       pesantren berhasil melahirkan
            Keempat, pesantren menjadi tempat       pendidikan tersendiri yang khas, dengan                                                            sejumlah ulama—termasuk para
            berlangsungnya kontekstualisasi ajaran   kemampuan daya tahan yang unik.                            Penting dicatat di sini bahwa hampir   pemimpin agama baik di lokal
            Islam. Tradisi kitab kuning dan syarh   Cukup beralasan jika Abdurahman                             semua pesantren yang didirikan         maupun nasional—yang dalam



         388    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   389
   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405