Page 397 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 397

bawah Sultan Mansur Syah (1458-  berkembang, terutama di India dan Asia   sebagaimana misalnya temuan Tim   berbagai teknik pengucapan.
 1477). Mencapai Sulu lewat Palembang   Tenggara. Posisi ini memungkinkan   arkeologi Indonesia-Prancis selama lima   Sedangkan pada usia dua belas, murid
 dan Brunei, Abu Bakar menikahi   ajaran Islam dianut oleh lebih banyak   tahun (1998-2003), yang telah melakukan   yang berdedikasi biasanya sudah
 putri Pengeran Bwansa, Raja Baginda,   kelompok masyarakat melalui perantara   penggalian dan penelitian situs Barus   menyelesaikan bacaan seluruh Al-Quran
 yang baru saja menjadi Muslim dan   pendidikan di sekolah-sekolah   di Sumatera Utara dan diketahui   dan siap melanjutkan pelajaran dasar-
 mungkin juga perebut kekuasaan   keagamaan.  bahwa antara abad ke-9 dan ke-14,   dasar keimanan. Bukti yang tersedia
 dari Minangkabau: ayah mertuanya   Barus menjadi bandar metropolitan.   menunjukkan bahwa teks-teks yang
 menetapkannya sebagai ahli warisnya.   Dengan ini kita bisa menggarisbawahi   Berbagai ideologi dan agama berpapasan   paling populer di Nusantara di masa
 Dengan keyakinan diri yang tinggi, dia   rekonstruksi sejarah pendidikan   di Barus. Sebagian penduduk Barus   lalu, antara lain: Sittin mas’ala fi l-fiqh
 kemudian memerintah lewat subjeknya,   Islam yang dilakukan Doffier (1983).   beragama Hindu Brahma, Buddha,   (Enam Puluh Pertanyaan mengenai Fiqh)
 menyebut dirinya sendiri sebagai   Menurutnya, kualitas Islam dan kualitas   Kristen, Yahudi dan Islam. Kini, tempat   karya Abul-‘Abbas al-Misri (w.1416); Alf
 ‘Sultan’. 139  lembaga pendidikan yang tinggi   pertemuan budaya yang luar biasa itu   masa’il (Kitab Seribu Pertanyaan) yang
 dimulai pertengahan abad ke-10, tetapi   meninggalkan sejumlah kuburan orang
 Aktivitas para guru-guru agama tersebut   tradisi menulis di wilayah Nusantara   Islam lama lengkap dengan inskripsi   jauh lebih tua; dan sebuah kompilasi
 menandakan babak penting dalam   masih sangat lemah. Barus, antara   yang tersebar di beberapa pekuburan   anonim yang disebut Bab ma’rifat al-
 proses transformasi pendidikan Islam   pertengahan abad ke-9 dan akhir abad   yang tidak berjauhan. Kebanyakan   Islam (Bab mengenai Mengenal Islam). 141
 di Asia Tenggara. Selain memajukan   ke-14, merupakan bandar metropolitan   pekuburan itu berasal dari abad ke-14   Tradisi pembelajaran Islam yang
 masyarakat muslim, sekolah-sekolah   yang menjadi awal terbangunnya pusat   dan awal ke15, dan beberapa adalah   utamanya dipimpin oleh para ulama
 keagamaan di masa awal telah berhasil   pendidikan Islam. Sebagai sebuah agama   orang-orang bergelar syekh. Nama-  berkontribusi besar pada pembentukan
 membentuk suatu lapisan sosial baru,   baru di Nusantara, proses terpilihnya   nama kompleks kuburan itu antara   kehidupan sosial dan keagamaan umat
 yang memainkan peran sentral dalam   Islam merupakan kelanjutan dari sikap   lain: Mahligai, Tuan Ambar, dan Papan   Islam. Dengan dasar ini, ulama dan
 proses transformasi sosial-budaya   kecewa masyarakat atas melemahnya   Tinggi. Mereka mengajar, bermukim   sekolah-sekolah agama awal—yang
 masyarakat. Mereka, para pengajar Islam   Imperium Majapahit setelah   dan mendirikan pusat pendidikan Islam   setelah abad ke-18 dikenal sebagai
 (guru-guru agama), menjadi penggerak   ditinggalkan oleh Patih Gadjah Mada   [pesantren]. 140  pesantren,  tampil sebagai salah
                                                             142
 utama perubahan dan penyuara ide-ide   pada tahun 1356.  satu faktor utama yang berkontribusi
 pembaruan untuk mencapai kemajuan.  Secara kurikulum, pendidikan Islam
 Di samping itu, peralihan ke agama dan   di masa awal sangat terkait dengan   bagi pembentukan Islam Nusantara.
 Turut menentukan keberhasilan tersebut   peradaban baru tidak mungkin dapat   apa yang berlaku di wilayah Arab.   Berbeda dari peran mereka di istana di
 adalah posisi Islam yang begitu kokoh   dilakukan bila para penganjur agama   Memahami Al-Quran adalah inti dari   mana tugas utamanya berkisar seputar
 di dunia internasional—pada abad ke-14   Islam dan pemimpin-pemimpin pendiri   pendidikan Islam di masa awal. Murid   memberikan nasihat politik kepada raja,
 dan ke-15 Eropa belum menjadi wilayah   kesultanan di berbagai kota-kota pantai   Jawi lazimnya memulai dari juz terakhir,   sekolah-sekolah keagamaan membuat
 dengan kemajuan terbaik. Sejak abad   bukan pemikir-pemikir yang berkualitas   yaitu juz ketiga puluh. Dibantu guru dan   kebanyakan ulama berkonsentrasi pada
 ke-14 hingga awal abad ke-17, Islam   tinggi. Bukti-bukti ketinggian pemikiran   teman sebaya, sang murid belajar cara   memberi pendidikan agama kepada
 menjadi kekuatan besar yang sedang   mereka itu kini mulai terungkap,   melafalkan teks tersebut menggunakan   masyarakat.



 384  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   385
   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402