Page 396 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 396

bawah Sultan Mansur Syah (1458-         berkembang, terutama di India dan Asia                      sebagaimana misalnya temuan Tim        berbagai teknik pengucapan.
            1477). Mencapai Sulu lewat Palembang    Tenggara. Posisi ini memungkinkan                           arkeologi Indonesia-Prancis selama lima   Sedangkan pada usia dua belas, murid
            dan Brunei, Abu Bakar menikahi          ajaran Islam dianut oleh lebih banyak                       tahun (1998-2003), yang telah melakukan   yang berdedikasi biasanya sudah
            putri Pengeran Bwansa, Raja Baginda,    kelompok masyarakat melalui perantara                       penggalian dan penelitian situs Barus   menyelesaikan bacaan seluruh Al-Quran
            yang baru saja menjadi Muslim dan       pendidikan di sekolah-sekolah                               di Sumatera Utara dan diketahui        dan siap melanjutkan pelajaran dasar-
            mungkin juga perebut kekuasaan          keagamaan.                                                  bahwa antara abad ke-9 dan ke-14,      dasar keimanan. Bukti yang tersedia
            dari Minangkabau: ayah mertuanya                                                                    Barus menjadi bandar metropolitan.     menunjukkan bahwa teks-teks yang
            menetapkannya sebagai ahli warisnya.    Dengan ini kita bisa menggarisbawahi                        Berbagai ideologi dan agama berpapasan   paling populer di Nusantara di masa
            Dengan keyakinan diri yang tinggi, dia   rekonstruksi sejarah pendidikan                            di Barus. Sebagian penduduk Barus      lalu, antara lain: Sittin mas’ala fi l-fiqh
            kemudian memerintah lewat subjeknya,    Islam yang dilakukan Doffier (1983).                        beragama Hindu Brahma, Buddha,         (Enam Puluh Pertanyaan mengenai Fiqh)
            menyebut dirinya sendiri sebagai        Menurutnya, kualitas Islam dan kualitas                     Kristen, Yahudi dan Islam. Kini, tempat   karya Abul-‘Abbas al-Misri (w.1416); Alf
            ‘Sultan’. 139                           lembaga pendidikan yang tinggi                              pertemuan budaya yang luar biasa itu   masa’il (Kitab Seribu Pertanyaan) yang
                                                    dimulai pertengahan abad ke-10, tetapi                      meninggalkan sejumlah kuburan orang
            Aktivitas para guru-guru agama tersebut   tradisi menulis di wilayah Nusantara                      Islam lama lengkap dengan inskripsi    jauh lebih tua; dan sebuah kompilasi
            menandakan babak penting dalam          masih sangat lemah. Barus, antara                           yang tersebar di beberapa pekuburan    anonim yang disebut Bab ma’rifat al-
            proses transformasi pendidikan Islam    pertengahan abad ke-9 dan akhir abad                        yang tidak berjauhan. Kebanyakan       Islam (Bab mengenai Mengenal Islam). 141
            di Asia Tenggara. Selain memajukan      ke-14, merupakan bandar metropolitan                        pekuburan itu berasal dari abad ke-14   Tradisi pembelajaran Islam yang
            masyarakat muslim, sekolah-sekolah      yang menjadi awal terbangunnya pusat                        dan awal ke15, dan beberapa adalah     utamanya dipimpin oleh para ulama
            keagamaan di masa awal telah berhasil   pendidikan Islam. Sebagai sebuah agama                      orang-orang bergelar syekh. Nama-      berkontribusi besar pada pembentukan
            membentuk suatu lapisan sosial baru,    baru di Nusantara, proses terpilihnya                       nama kompleks kuburan itu antara       kehidupan sosial dan keagamaan umat
            yang memainkan peran sentral dalam      Islam merupakan kelanjutan dari sikap                       lain: Mahligai, Tuan Ambar, dan Papan   Islam. Dengan dasar ini, ulama dan
            proses transformasi sosial-budaya       kecewa masyarakat atas melemahnya                           Tinggi. Mereka mengajar, bermukim      sekolah-sekolah agama awal—yang
            masyarakat. Mereka, para pengajar Islam   Imperium Majapahit setelah                                dan mendirikan pusat pendidikan Islam   setelah abad ke-18 dikenal sebagai
            (guru-guru agama), menjadi penggerak    ditinggalkan oleh Patih Gadjah Mada                         [pesantren]. 140                       pesantren,  tampil sebagai salah
                                                                                                                                                                 142
            utama perubahan dan penyuara ide-ide    pada tahun 1356.                                                                                   satu faktor utama yang berkontribusi
            pembaruan untuk mencapai kemajuan.                                                                  Secara kurikulum, pendidikan Islam
                                                    Di samping itu, peralihan ke agama dan                      di masa awal sangat terkait dengan     bagi pembentukan Islam Nusantara.
            Turut menentukan keberhasilan tersebut   peradaban baru tidak mungkin dapat                         apa yang berlaku di wilayah Arab.      Berbeda dari peran mereka di istana di
            adalah posisi Islam yang begitu kokoh   dilakukan bila para penganjur agama                         Memahami Al-Quran adalah inti dari     mana tugas utamanya berkisar seputar
            di dunia internasional—pada abad ke-14   Islam dan pemimpin-pemimpin pendiri                        pendidikan Islam di masa awal. Murid   memberikan nasihat politik kepada raja,
            dan ke-15 Eropa belum menjadi wilayah   kesultanan di berbagai kota-kota pantai                     Jawi lazimnya memulai dari juz terakhir,   sekolah-sekolah keagamaan membuat
            dengan kemajuan terbaik. Sejak abad     bukan pemikir-pemikir yang berkualitas                      yaitu juz ketiga puluh. Dibantu guru dan   kebanyakan ulama berkonsentrasi pada
            ke-14 hingga awal abad ke-17, Islam     tinggi. Bukti-bukti ketinggian pemikiran                    teman sebaya, sang murid belajar cara   memberi pendidikan agama kepada
            menjadi kekuatan besar yang sedang      mereka itu kini mulai terungkap,                            melafalkan teks tersebut menggunakan   masyarakat.



         384    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   385
   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401