Page 392 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 392

secara langsung mengalami bagaimana     itu, rakyatnya mengikuti mazhab                             Masjid itu berada di bawah tanggung    dikategorikan sebagai pesantren.
            proses transmisi keilmuan Islam terjadi   Syafi’i dan fasih berbahasa Arab. Raja                    jawab pejabat agama pada setiap level   Dengan demikian pejabat agama
            di masjid istana kerajaan. Dalam karya   mengadakan halaqah ilmiah setiap                           pemerintahan. Tidak hanya sebagai      tersebut juga digelari dengan jabatan
            rihlahnya, dia melaporkan:              Jumat, yaitu setelah salat Jumat sampai                     “kantor” dari pejabat agama, masjid juga   kependidikan dan keulamaan, seperti
                                                    waktu ashar. Berdasarkan beritanya                          menjalankan fungsi kependidikan, selain   kiai Anom, kiai sepuh dan kanjeng kiai.
            “Pada hari keempat, yaitu pada Jumat,   juga, Kerajaan Samudera Pasai ketika                        tentunya sebagai tempat beribadah.
            Amir Daulasah datang kepadaku dan       itu sudah merupakan pusat studi agama                       Fungsi ini serupa dengan masjid di     Pendidikan agama yang tertinggi
            berkata, ‘Anda dapat menyampaikan       Islam dan juga tempat berkumpul                             dunia Islam lainnya, sejak masa paling   memberikan keahlian untuk mendalami
            salam kepada sultan di Maqshurah        ulama-ulama dari berbagai negeri Islam,                     awal, masa Rasulullah SAW.             salah satu ilmu agama.  Hal ini, tentu
                                                                                                                                                                            128
            (ruang khusus raja di) masjid, setelah   untuk berdiskusi secara intensif tentang                                                          saja dapat diduga, merupakan kelanjutan
            salat Jumat.’”                                                                                      Tingkat pendidikan Islam, meskipun     dari tradisi yang sudah diciptakan
                                                    masalah-masalah keagamaan dan
            “Maka saya pun pergi dan salat di masjid   kenegaraan sekaligus 126                                 tidak dapat diidentikkan secara        kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak.
            bersama hajib (pengawal)-nya, Qairan.                                                               sempurna, dalam organisasi pendidikan   Dengan diprakarsai Sunan Giri, Kerajaan
            Setelah itu saya menghadap sultan.      Dia juga mencatat bahwa pusat studi                         dan pengajaran Islam pada zaman        Islam Demak mendirikan masjid yang
            Di sana saya berjumpa dengan Qâdî       Islam telah didirikan di lingkungan                         Mataram, dapat disejajarkan dengan     kemudian dikenal sebagai Masjid Agung
            Amir Sayyid, sementara para penuntut    kerajaan, di mana ulama dan elit                            tingkat-tingkat jabatan keagamaan      Demak. Masjid Agung Demak dan
                                                                                                                (kepenghuluan), dengan masjidnya
            ilmu berada di kanan dan kiri sultan.   kerajaan terlibat dalam diskusi                             masing-masing. Pendidikan Islam        Cirebon, dalam catatan Babad Banten,
            Sultan menjabat tanganku, dan saya      intensif mengenai ajaran-ajaran Islam.                                                             sering digunakan sebagai tempat
            mengucapkan salam kepadanya, dan        Proses pendidikan dan pengajaran                            yang terendah, yang ditangani pejabat   bermusyawarah dan bermuzakarah
            kemudian dia mempersilakan saya duduk   yang disaksikan Ibn Battûtah adalah                         agama, karena itu, adalah pengajaran   para walisongo untuk membicarakan
            di samping kirinya .... Setelah itu sultan   mudzâkarah (diskusi) atau halaqah ilmiah               yang dipimpin oleh seorang modin di    perkembangan Islam, termasuk sebagai
                                                                                                                masjid desa. Inilah pendidikan dasar
            kembali mengikuti mudzâkarah tentang    yang diprakarsai sultan dan berlangsung                     yang biasanya hanya mengajarkan        media pendidikan Islam. 129
            fikih mazhab Syafi’i, demikianlah keadaan   di maqsûrah, sebuah ruangan khusus                      membaca dan menghafal surat-surat      Sebagaimana di Jawa, di Palembang
            sultan sampai tiba waktu salat asar”. 125  pada masjid Kesultanan Samudera Pasai
                                                    ketika itu. 127                                             al-Qur’an. Bila seorang murid ingin    masjid juga memainkan fungsi
            Dalam catatan lain, Ibn Battutah juga                                                               meningkatkan pengetahuannya dia bisa   pendidikan dan pengajaran. Dalam
            menggambarkan proses pendidikan         Penjelasan Battuta semakin menegaskan                       melanjutkan pendidikannya ke masjid    menjalankan tugasnya di bidang
            dan pengajaran di masjid kesultanan,    fakta bahwa di masa awal, proses                            tingkat kewedanaan, selanjutnya tingkat   pendidikan dan pengajaran, peran
            yang mencerminkan adanya lembaga        transmisi pengetahuan keislaman                             kabupaten, dan akhirnya ke masjid      penghulu sangat penting--memberikan
            pendidikan di kerajaan Islam pertama    dilakukan di beranda masjid yang                            agung. Bila, organisasi kemasjidan itu   pengajaran mulai dari mengenalkan
            di Nusantara itu. Rajanya saat itu adalah   direstui istana. Di Kerajaan Mataram-                   cukup kompleks untuk menangani         huruf sampai membaca dan mengkaji
            Sultan Malik al-Zahir, yang diriwayatkan   Islam, misalnya, sesuai dengan perintah                  persoalan pendidikan, misalnya         kitab. Belajar membaca al-Qur’an dan
            sebagai sosok yang saleh, rendah hati,   Sultan Agung, di setiap tingkat                            menyediakan asrama bagi penuntut       belajar salat serta doa pendek biasanya
            dan semangat dalam beragama. Ketika     pemerintahan dibangun sebuah masjid.                        ilmu, masjid tersebut sudah bisa juga   diberikan penghulu dengan para



         380    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   381
   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397