Page 393 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 393

secara langsung mengalami bagaimana   itu, rakyatnya mengikuti mazhab   Masjid itu berada di bawah tanggung   dikategorikan sebagai pesantren.
 proses transmisi keilmuan Islam terjadi   Syafi’i dan fasih berbahasa Arab. Raja   jawab pejabat agama pada setiap level   Dengan demikian pejabat agama
 di masjid istana kerajaan. Dalam karya   mengadakan halaqah ilmiah setiap   pemerintahan. Tidak hanya sebagai   tersebut juga digelari dengan jabatan
 rihlahnya, dia melaporkan:  Jumat, yaitu setelah salat Jumat sampai   “kantor” dari pejabat agama, masjid juga   kependidikan dan keulamaan, seperti
 waktu ashar. Berdasarkan beritanya   menjalankan fungsi kependidikan, selain   kiai Anom, kiai sepuh dan kanjeng kiai.
 “Pada hari keempat, yaitu pada Jumat,   juga, Kerajaan Samudera Pasai ketika   tentunya sebagai tempat beribadah.
 Amir Daulasah datang kepadaku dan   itu sudah merupakan pusat studi agama   Fungsi ini serupa dengan masjid di   Pendidikan agama yang tertinggi
 berkata, ‘Anda dapat menyampaikan   Islam dan juga tempat berkumpul   dunia Islam lainnya, sejak masa paling   memberikan keahlian untuk mendalami
 salam kepada sultan di Maqshurah   ulama-ulama dari berbagai negeri Islam,   awal, masa Rasulullah SAW.  salah satu ilmu agama.  Hal ini, tentu
                                                                        128
 (ruang khusus raja di) masjid, setelah   untuk berdiskusi secara intensif tentang   saja dapat diduga, merupakan kelanjutan
 salat Jumat.’”  Tingkat pendidikan Islam, meskipun   dari tradisi yang sudah diciptakan
 masalah-masalah keagamaan dan
 “Maka saya pun pergi dan salat di masjid   kenegaraan sekaligus 126  tidak dapat diidentikkan secara   kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak.
 bersama hajib (pengawal)-nya, Qairan.   sempurna, dalam organisasi pendidikan   Dengan diprakarsai Sunan Giri, Kerajaan
 Setelah itu saya menghadap sultan.   Dia juga mencatat bahwa pusat studi   dan pengajaran Islam pada zaman   Islam Demak mendirikan masjid yang
 Di sana saya berjumpa dengan Qâdî   Islam telah didirikan di lingkungan   Mataram, dapat disejajarkan dengan   kemudian dikenal sebagai Masjid Agung
 Amir Sayyid, sementara para penuntut   kerajaan, di mana ulama dan elit   tingkat-tingkat jabatan keagamaan   Demak. Masjid Agung Demak dan
            (kepenghuluan), dengan masjidnya
 ilmu berada di kanan dan kiri sultan.   kerajaan terlibat dalam diskusi   masing-masing. Pendidikan Islam   Cirebon, dalam catatan Babad Banten,
 Sultan menjabat tanganku, dan saya   intensif mengenai ajaran-ajaran Islam.   sering digunakan sebagai tempat
 mengucapkan salam kepadanya, dan   Proses pendidikan dan pengajaran   yang terendah, yang ditangani pejabat   bermusyawarah dan bermuzakarah
 kemudian dia mempersilakan saya duduk   yang disaksikan Ibn Battûtah adalah   agama, karena itu, adalah pengajaran   para walisongo untuk membicarakan
 di samping kirinya .... Setelah itu sultan   mudzâkarah (diskusi) atau halaqah ilmiah   yang dipimpin oleh seorang modin di   perkembangan Islam, termasuk sebagai
            masjid desa. Inilah pendidikan dasar
 kembali mengikuti mudzâkarah tentang   yang diprakarsai sultan dan berlangsung   yang biasanya hanya mengajarkan   media pendidikan Islam. 129
 fikih mazhab Syafi’i, demikianlah keadaan   di maqsûrah, sebuah ruangan khusus   membaca dan menghafal surat-surat   Sebagaimana di Jawa, di Palembang
 sultan sampai tiba waktu salat asar”. 125  pada masjid Kesultanan Samudera Pasai
 ketika itu. 127  al-Qur’an. Bila seorang murid ingin   masjid juga memainkan fungsi
 Dalam catatan lain, Ibn Battutah juga   meningkatkan pengetahuannya dia bisa   pendidikan dan pengajaran. Dalam
 menggambarkan proses pendidikan   Penjelasan Battuta semakin menegaskan   melanjutkan pendidikannya ke masjid   menjalankan tugasnya di bidang
 dan pengajaran di masjid kesultanan,   fakta bahwa di masa awal, proses   tingkat kewedanaan, selanjutnya tingkat   pendidikan dan pengajaran, peran
 yang mencerminkan adanya lembaga   transmisi pengetahuan keislaman   kabupaten, dan akhirnya ke masjid   penghulu sangat penting--memberikan
 pendidikan di kerajaan Islam pertama   dilakukan di beranda masjid yang   agung. Bila, organisasi kemasjidan itu   pengajaran mulai dari mengenalkan
 di Nusantara itu. Rajanya saat itu adalah   direstui istana. Di Kerajaan Mataram-  cukup kompleks untuk menangani   huruf sampai membaca dan mengkaji
 Sultan Malik al-Zahir, yang diriwayatkan   Islam, misalnya, sesuai dengan perintah   persoalan pendidikan, misalnya   kitab. Belajar membaca al-Qur’an dan
 sebagai sosok yang saleh, rendah hati,   Sultan Agung, di setiap tingkat   menyediakan asrama bagi penuntut   belajar salat serta doa pendek biasanya
 dan semangat dalam beragama. Ketika   pemerintahan dibangun sebuah masjid.   ilmu, masjid tersebut sudah bisa juga   diberikan penghulu dengan para



 380  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   381
   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398